Sabtu, 19/9/26 | 20:26 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Padang Kota Budaya

Minggu, 06/3/22 | 13:28 WIB

Oleh:
Rudi Antono, Sos., M.Sos.
(Alumni Prodi S2 Sosiologi FISIP Universitas Andalas)

Padang kota budaya. Siapa yang tidak tahu dengan Kota Padang, baik di Indonesia maupun di mancanegara. Nama Padang, bahkan melekat pada masakan khas Minangkabau, yaitu Rendang Padang. Daerah ini menjadi tujuan dan sekaligus mendapat tantangan perubahan global yang luar biasa, termasuk pengaruh pemakaian alat teknologi yang semakin tidak terkendali.

Sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Barat, Kota Padang tidak hanya menjadi tujuan untuk berdagang, tetapi sudah menciptakan dirinya sebagai kota pendidikan. Perguruan tinggi baik swasta maupun negeri, selalu menarik bagi pelajar di luar Kota Padang, bahkan di luar Provinsi Sumatera Barat. Mereka ingin kuliah dan merasakan bagaimana dinamika pendidikan di kota yang dijuluki kota bengkuang ini. Tidak heran pula, banyak perguruan tinggi baru yang terus bermunculan, termasuk perguruan tinggi yang meningkatkan status, seperti STKIP PGRI menjadi Universitas PGRI Sumbar.

Selanjutnya, perguruan tinggi yang menjadi tujuan pelajar adalah Universitas Andalas, Politeknik Negeri Padang, Universitas Negeri Padang, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol, Universitas Bung Hatta dan lainnya. Kampus ini menjadi tujuan dan menjadikan Kota Padang lebih menarik dan heterogen. Selain kota pendidikan, Padang juga dikenal dengan kota wisata dan budaya. Hampir setiap sudut kota menjadi tujuan wisata, seperti Pantai Air Manis, Pantai Muaro Lasak, Pantai Nirwana, Pantai Purus, Kota Tua Pondok Cina, Masjid Raya Sumbar, pemandian Lubuk Minturun, Taman Raya Bung Hatta, dan lain-lain.

BACAJUGA

Representasi Perempuan dalam Novel “Perempuan di Titik Nol dan Entrok: Kajian Feminisme”

Menyusuri Luka Kanak-kanak dalam Kumpulan Puisi “Belajar Menanggalkan Bulan”

Minggu, 13/9/26 | 22:05 WIB
Kapitalisme dan Kontradiksi Kemajuan dalam Sastra Indonesia

Modernisme dan Dunia yang Dinamis dalam Karya Sastra

Minggu, 13/9/26 | 09:35 WIB

Event dan pergelaran budaya di Kota Padang, tak kalah penting untuk dilihat. Salah satunya festival Jembatan Siti Nurbaya yang menampilkan berbagai seni tradisi dan lomba kuliner Minangkabau. Kegiatannya selalu menarik dan dinanti oleh masyarakat, baik masyarakat lokal maupun wisatawan luar daerah. Untuk melengkapi indahnya Kota Padang, berbagai fasilitas pun bermunculan. Hotel, restoran, cafe, dan berbagai macam sajian kuliner siap memanjakan selera. Namun, jangan salah. Paduan cita rasa masakan tetap mengedepankan nilai budaya dan kearifan lokal. Setiap generasi muda nongkrong dan belajar di cafe-cafe. Mereka berdebat tentahg hari ini dan masa depan. Mereka bersilat lidah, seperti yang dilakukan orang Minangkabau di lapau-lapau tempo dulunya.

Kondisi kekinian di Kota Padang memang harus diwaspadai sebab bukan tidak mungkin pengaruh dari luar dan gaya hidup yang berlebihan, membuat persoalan sosial baru seperti nongkrong di cafe yang tidak terkendali atau sampai larut malam, dan bahkan sampai dini hari, akan membuat generasi muda tidak terkontrol. Mereka akan menjadi generasi yang “tenang” karena tidur sampai siang tanpa melakukan apa-apa.

Tantangan lain yang dihadapi adalah pemakaian obat-obatan terlarang dan kekerasan di jalanan. Mengingat setiap hari selalu ada berita tentang penangkapan pengedar, bandar, ataupun pemakai sekalipun oleh pihak kepolisian. Hal ini tentu harus diwaspadai dan menjadi perhatian semua pihak. Realitas lain yang muncul adalah pergaulan bebas yang cenderung tidak rerkendali sebab tepat hiburan cukup banyak di Kota Padang yang dibuka sampai dini hari. Kondisi ini tentu menjadi keprihatinan bersama, Kota Padang yang maju hendaknya tidak terpengaruh oleh tindakan-tindakan yang melanggar aturan, norma, dan kesantunan.

Oleh sebab itu, sudah seyogyanya semua pihak berbenah dan mencarikan jalan keluar terhadap tantangan-tantangan dalam kemajuan Kota Padang. Salah satu yang bisa dilakukan, yaitu bagaimana brand atau nama minuman keras tidak dipajang di depan restoran dan cafe. Jika itu terus berlanjut, bukan tidak mungkin, minuman keras menjadi sesuatu yang biasa bagi generasi muda Padang pada khususnya dan Minangkabau pada umumnya.

Jika upaya pencegahan sejak dini dilakukan, Kota Padang akan tetap menjadi kota yang berbasis budaya tanpa harus menghindar dari kemajuan, seperti kata pepatah, “Dibubuik indak layua, dianjak indak nati, indak lakang dek paneh, indak lapuak dek hujan”. Mari hadapi kemajuan tanpa harus meninggalkan nilai-nilai lokal dan akar budaya.

Tags: #Rudi Antono
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Peringati Dies Natalis Ke-40, FIB Unand Adakan Rapat Senat Terbuka

Berita Sesudah

“Sumbu” Wujud Kerja Nyata Kuflet di Ranah Sastra

Berita Terkait

Representasi Perempuan dalam Novel “Perempuan di Titik Nol dan Entrok: Kajian Feminisme”

Menyusuri Luka Kanak-kanak dalam Kumpulan Puisi “Belajar Menanggalkan Bulan”

Minggu, 13/9/26 | 22:05 WIB

Oleh: Rosidatul Arifah (Alumni S1 Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)  Awal September 2026 ini memberikan angin ceria pada...

Kapitalisme dan Kontradiksi Kemajuan dalam Sastra Indonesia

Modernisme dan Dunia yang Dinamis dalam Karya Sastra

Minggu, 13/9/26 | 09:35 WIB

Oleh: Maharani Syifa Ramadhan (Alumni Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas dan Mahasiswa Program Magister Sastra Kontemporer, Universitas Padjajaran)   Modernisme...

Benarkah Onomatope Arbitrer?

Benarkah Onomatope Arbitrer?

Minggu, 13/9/26 | 08:48 WIB

Oleh: Ahmad Hamidi dan Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)    Seekor anjing sedang menggonggong di...

Semantik-Pragmatik Ketika Pulang Tidak Selalu Berarti Kembali

Semantik-Pragmatik Ketika Pulang Tidak Selalu Berarti Kembali

Minggu, 06/9/26 | 11:00 WIB

Oleh: Hasbi Witir (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Kata pulang merupakan kata yang sangat dekat dengan kehidupan...

Puisi-puisi M. Subarkah

Jangan Tunggu Hutan Habis untuk Sadar

Minggu, 06/9/26 | 10:37 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Magister Linguistik FIB Universitas Andalas) Kita sering baru mengingat hutan ketika bencana datang. Ketika hujan turun...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Bianglala: Menelusuri Makna, Sejarah, dan Jejak Kebudayaan dalam Sebuah Kata

Minggu, 30/8/26 | 16:29 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswa Sastra Indonesia dan Anggota Labor Penulisan Kreatif FIB Universitas Andalas)   Ketika melihat lengkungan warna-warni yang...

Berita Sesudah
“Sumbu” Wujud Kerja Nyata Kuflet di Ranah Sastra

“Sumbu” Wujud Kerja Nyata Kuflet di Ranah Sastra

Discussion about this post

POPULER

  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fraksi PKB Setujui Penundaan Porprov Sumbar, Soroti Risiko Anggaran dan Kesiapan 11 Ribu Atlet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026