Cerpen: Armini Arbain ‘Kringgg, kringgg, suara telepon berdering nyaring di ruang tengah. Dari kamar kudengar Wirna, istriku mengangkatnya dan aku...
Baca SelanjutnyaDetailsCerpen: Fachri Hamzah Malam itu terasa sangat mencekam. Perdebatan yang alot terus terjadi di tengah masyarakat. Ada yang sudah putus asa...
Baca SelanjutnyaDetailsCerpen: Sri Lestari Adalah Desa Muara Enggelam. Salah satu desa di pedalaman Kutai Kartanegara. Muara Enggelam adalah desa tanpa...
Baca SelanjutnyaDetailsCerpen: Annisa Ul Afidah Pagi pertamaku di ruangan itu, derap langkah banyak kaki anak-anak menyambut pagiku dengan penuh keceriaan. Langit...
Baca SelanjutnyaDetailsCerpen: Muhammad Subhan Setiap hari lelaki itu membuka emailnya. Ia periksa satu-persatu pesan masuk dengan harap-harap cemas. Harap karena...
Baca SelanjutnyaDetailsCerpen: Agung Pangestu Menjadi ibu artinya siap bermusuh dengan waktu. Detik mendadak serupa punya kaki. Menit mendadak memiliki roda dan jam mendadak...
Baca SelanjutnyaDetailsCerpen: Romi Afriadi Seminggu sudah hubungan Rigon dan Rumbi tak membaik akibat perdebatan panjang tempo hari. Pertentangan keduanya selalu berputar-putar dalam...
Baca SelanjutnyaDetailsCerpen: Bernardus Kolling Pamungkas Sore yang senggang untuk Janu, pendiri Bhakti Media, perusahaan yang bergerak di bidang media massa. Bhakti...
Baca SelanjutnyaDetailsCerpen: Bill Laudrix Orang-orang memanggilku Daud. Bukan nama yang menarik bagiku untuk diselami maknanya, bahkan sepanjang hidupku belum pernah kupikirkan dalam-dalam...
Baca SelanjutnyaDetailsCerpen: Abdurrahman Amato 1 “Jadi, apa kamu sudah menyelesaikan artikel tentang karier impianmu, Ai?” Mama berkata sembari mencuci piring...
Baca SelanjutnyaDetails