Senin, 17/8/26 | 01:40 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Minggu, 16/8/26 | 23:09 WIB
Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Oleh: Bunga Amelia
(Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)

Bagi sebagian orang, mendengar kata sintaksis mungkin terasa menakutkan. Mata kuliah terdengar rumit, penuh aturan, dan identik dengan teori bahasa yang kaku. Namun, bagi saya sebagai seorang mahasiswa bahasa, sintaksis justru menghadirkan pengalaman belajar yang unik, yaitu sulit, tetapi menyenangkan.

BACAJUGA

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Batagak Gala Mudo dalam Adat Minangkabau

Minggu, 16/8/26 | 22:50 WIB
Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Senin, 10/8/26 | 16:12 WIB

Secara sederhana, sintaksis adalah ilmu yang mempelajari bagaimana kata disusun menjadi kalimat. Sintaksis berasal dari kata Belanda syntaxis dan bahasa Inggris syntax. Bidang ilmu ini berfokus pada struktur bahasa mulai dari kata, frasa, klausa, hingga kalimat utuh. Menurut Tarigan (1983), sintaksis membahas struktur kalimat, klausa, dan frasa. Sementara itu, Keraf (1984) menekankan bahwa sintaksis adalah bagian dari tata bahasa yang mempelajari proses pembentukan kalimat.

Awalnya, saya mengira sintaksis hanya soal teori yang harus dihafal. Namun, semakin dipelajari, saya menyadari bahwa sintaksis sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Setiap kali kita berbicara atau menulis, kita sedang menggunakan aturan sintaksis, sadar atau tidak, misalnya dalam memahami frasa, gabungan dua kata atau lebih yang memiliki satu fungsi dalam kalimat, kita belajar bahwa susunan kata memengaruhi makna. “Baju kotor” berbeda dengan “kotor baju”, meskipun terdiri dari kata yang sama. Hal kecil seperti ini membuka wawasan bahwa bahasa bukan sekadar kumpulan kata, melainkan sistem yang teratur.

Begitu juga dengan klausa, yang setidaknya memiliki subjek dan predikat, tetapi belum tentu menjadi kalimat utuh. Dari sini, saya belajar membedakan mana kalimat lengkap dan mana yang belum. Hal ini sangat membantu dalam menulis, terutama agar tulisan menjadi lebih jelas dan tidak membingungkan pembaca.

Yang paling menarik adalah ketika membahas kesalahan makna dalam kalimat. Contohnya, kalimat “kemarin kambing Budi sedang makan ayam goreng di belakang rumah” secara struktur bentuk tersebut memang benar dapat disebut sebagai kalimat, tetapi secara logika terasa janggal dan tidak berterima. Dari sini, saya belajar bahwa sintaksis bukan hanya soal benar atau salah secara bentuk, tetapi juga tentang kewajaran makna.

Sintaksis juga melatih kemampuan berpikir secara sistematis. Kita diajak memahami urutan kata (SPOK), memilih bentuk kata yang tepat, serta menggunakan intonasi atau tanda baca yang sesuai. Semua hal yang membuat kalimat menjadi benar disebut dengan “alat sintaksis”. Alat sintaksis membantu kita menghasilkan kalimat yang baik dan benar.

Sebagai mahasiswa prodi bahasa , saya merasa sangat bersyukur bisa mempelajari sintaksis. Ilmu ini tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga meningkatkan kemampuan menulis secara signifikan. Saya menjadi lebih peka terhadap struktur kalimat, lebih teliti dalam memilih kata, dan lebih sadar akan makna yang ingin disampaikan.

Memang tidak bisa dipungkiri, sintaksis adalah salah satu mata kuliah yang cukup menantang. Banyak aturan yang harus dipahami dan banyak konsep yang harus dianalisis. Namun, justru di situlah letak kesenangannya. Saya merasa tertantang. Tantangan tersebut membuat proses belajar menjadi lebih bermakna.

Bagi saya, sintaksis adalah contoh nyata bahwa sesuatu yang terasa sulit belum tentu tidak menyenangkan. Justru, di balik kesulitan itu, terdapat kepuasan tersendiri ketika kita mulai memahaminya. Pada akhirnya, sintaksis bukan hanya tentang kalimat, tetapi juga tentang bagaimana kita menyusun pikiran menjadi sesuatu yang mempunyai makna, logis, dan dapat dipahami oleh orang lain.

Tags: #Bunga Amelia
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Batagak Gala Mudo dalam Adat Minangkabau

Berita Terkait

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Batagak Gala Mudo dalam Adat Minangkabau

Minggu, 16/8/26 | 22:50 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra, S.Hum., Gr. (Guru SMAN 1 Ranah Pesisir)   Batagak gala mudo menjadi salah satu tradisi penting...

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Senin, 10/8/26 | 16:12 WIB

Oleh: Devi Analia (Dosen Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Andalas)   Akses pembiayaan kerap menjadi hambatan utama bagi petani kecil...

Sintaksis Gen Z di X & Threads: Keren atau Malah Berantakan?

Sintaksis Gen Z di X & Threads: Keren atau Malah Berantakan?

Senin, 10/8/26 | 10:24 WIB

Oleh: Kevin Amnur Jonata (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Buka X sekarang dan hampir dapat dipastikan ada...

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Hakikat Merantau dalam Tradisi Minangkabau

Senin, 10/8/26 | 08:36 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra, S.Hum., Gr. (Guru SMAN 1 Ranah Pesisir)   Minangkabau merupakan sebuah suku bangsa di Sumatera Barat...

Stilistika pada Cerpen “Hasrat George” dalam Majalah Bobo

Stilistika pada Cerpen “Hasrat George” dalam Majalah Bobo

Senin, 03/8/26 | 05:23 WIB

Oleh: Indri Rahmadani (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Sastra anak tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga...

Merantau untuk Ilmu: Belajar dari Ibnu Waddah al-Qurthubi

Merantau untuk Ilmu: Belajar dari Ibnu Waddah al-Qurthubi

Senin, 03/8/26 | 05:10 WIB

Oleh: Aruusalkhofiqoni Bahri Chaniago, Lc. (Alumni Dirasat Islamiyah, Ibn Tofail University, Kenitra, Maroko dan Aktif Mengkaji Hadis, Tradisi Keilmuan Islam,...

POPULER

  • Pemko Padang Apresiasi Pembukaan Festival Kota Tua 2026.

    Pemko Padang Apresiasi Pembukaan Festival Kota Tua 2026.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Apresiasi Semifinal Turnamen PSTS Tabing U-14 Piala Wali Kota Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Resmikan Penutupan Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup II 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harius Pimpin IKA PMII Paliko, Alumni Didorong Bergerak dan Berdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026