Minggu, 06/9/26 | 21:34 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Beberapa waktu terakhir, saya sering memandangi tumpukan buku yang belum selesai dibaca. Sebagian sudah dibeli sejak lama, sebagian lagi baru saja saya susun rapi di lemari. Ironisnya, beberapa di antaranya bahkan belum pernah benar-benar saya buka.

Buku-buku itu sengaja saya siapkan untuk dibaca “nanti”. Masalahnya, kata “nanti” itu ternyata bisa berlangsung berbulan-bulan. Buku-buku tetap memenuhi rak, tetapi semakin jarang disentuh. Hingga akhirnya saya kembali kuliah dan menyadari bahwa hubungan saya dengan buku perlu diperbaiki.

BACAJUGA

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB
Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

Padahal, hubungan saya dengan buku sebenarnya tidak pernah benar-benar putus. Saya masih sesekali membaca buku kumpulan cerpen, meskipun sering berhenti di tengah jalan. Saya juga membuka beberapa buku nonfiksi ketika membutuhkan referensi.

Namun, kegiatan membaca saat itu lebih banyak didorong oleh kebutuhan daripada keinginan. Buku dibuka ketika diperlukan, lalu kembali disimpan setelah urusannya selesai. Lama-kelamaan, membaca tidak lagi menjadi bagian dari rutinitas, melainkan sekadar aktivitas yang datang dan pergi sesuai kebutuhan.

Kembali kuliah membuat saya melihat buku dengan cara yang berbeda. Buku-buku yang selama ini hanya sesekali saya buka mulai kembali mengambil peran dalam keseharian. Ada materi yang perlu dipahami, ada tugas yang harus diselesaikan, dan ada rasa ingin tahu yang sering kali mengantar saya pada halaman-halaman yang sebelumnya terabaikan. Dari situlah saya mulai menyadari bahwa membaca bukan sekadar kebutuhan sesaat, melainkan bagian penting dari proses belajar itu sendiri.

Namun, seperti hubungan yang lama berjarak, kedekatan dengan buku juga perlu dibangun kembali secara perlahan. Saya mulai membuka lagi buku-buku yang selama ini hanya tersusun rapi di rak. Kadang hanya beberapa halaman sebelum beralih ke pekerjaan lain, kadang lebih lama ketika menemukan bacaan yang benar-benar menarik.

Tidak ada target yang muluk-muluk. Saya hanya berusaha menghadirkan kembali kebiasaan yang sempat hilang dari keseharian. Kembali menjadi mahasiswa memberi saya alasan sekaligus dorongan untuk memulai proses itu.

Kini saya mulai memahami bahwa yang selama ini saya rindukan bukan sekadar kegiatan membaca, melainkan kebiasaan belajar yang menyertainya. Buku-buku yang dulu hanya tersusun rapi di rak perlahan kembali menemukan jalannya ke meja belajar. Mungkin saya belum bisa membaca sebanyak yang saya inginkan, tetapi setidaknya saya sudah memulai. Dan untuk saat ini, membuka satu buku lalu membaca beberapa halaman terasa lebih berarti daripada terus-menerus menundanya untuk hari lain yang belum tentu datang.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Wali Kota Padang Serahkan Reward Subuh Mubarakah Program Smart Surau di Masjid As Salam, Komplek Dangau Teduh, Kelurahan Cengkeh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung,

Berita Sesudah

Tiga Agenda Besar Pemkab Dharmasraya Berlangsung Semarak

Berita Terkait

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Setelah beberapa kali memperhatikan slogan-slogan di rumah makan, saya mulai menyadari bahwa tulisan-tulisan itu...

Tentang Kipas Angin dan Perbedaan yang Sederhana

Minggu, 28/6/26 | 20:08 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Tinggal bersama orang lain dalam satu ruang yang sama sering kali memperlihatkan hal-hal...

Berita Sesudah
Tiga Agenda Besar Pemkab Dharmasraya Berlangsung Semarak

Tiga Agenda Besar Pemkab Dharmasraya Berlangsung Semarak

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran,  hadiri Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Tahun 2026, di Hotel Truntum, Jumat (4/9).

    Walikota Padang Apresiasi Pembukaan Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) I Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Tahun 2026.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Pintar, Cerdas, Pandai, Cakap, Cerdik, dan Mahir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yusri Latif Makan Bajamba di Luar Dapil, Sebut Dirinya Wakil Seluruh Warga Kota Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kesantunan Berbahasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Hierarki Satuan Kebahasaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026