Selasa, 29/9/26 | 16:40 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Hujan selalu punya cara sederhana untuk membuat saya berhenti sejenak. Di antara rintik yang jatuh, ada jeda sunyi yang saya rasakan. Dan pada momen ini, saya merasa hidup menjadi sedikit lebih pelan.

Menunggu hujan reda itu unik. Saya pernah terjebak berteduh di sebuah toko kosong. Hujannya deras hingga bicara harus keras. Saya berdiri di sebelah motor sambil melihat jalan. Angin membawa percikan ke kaki. Waktu berjalan seakan pelan saja. Saya terus menunggu hujan reda.

BACAJUGA

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Jika ada pengendara lain yang berteduh, biasanya saya menyapa atau berbincang sebentar. Saat rintiknya mengecil sering muncul rasa segar yang sulit dijelaskan. Seolah jeda singkat itu memperbaiki sesuatu dalam diri, tanpa saya tahu apa yang berubah.

Menunggu hujan reda sering memberi cerita. Ada yang gelisah sambil melihat langit. Ada juga yang santai menikmati rintik. Ada pula yang merekam genangan air. Ada juga yang menatap rintik jatuh dari atap sambil mengosongkan pikiran.

Ketika di rumah, menunggu hujan reda pun terasa menarik. Saya terkadang duduk di teras melihat jalalan basah. Pikiran berat perlahan ringan. Suara rintik membuat waktu berjalan pelan.

Yang paling unik dari menunggu hujan reda adalah jeda yang diberikannya. Saat hujan reda, kita kembali ke jalan dan melanjutkan kesibukan. Saaat berkendara roda dua, tentu hujan seakan memberi izin untuk saya beristirahat sebentar.

Mungkin itu sebabnya menunggu hujan reda selalu punya daya tarik tersendiri. Ia sederhana, tidak dramatis, tapi penuh cerita kecil yang muncul tanpa direncanakan. Dan ketika gas motor dilanjutkan ada perasaan ringan yang tertinggal di belakang, ikut hanyut bersama genangan.

Hari ini hujan tampaknya awet sekali. Dari pagi hingga sore rintiknya tidak mau kompromi. Saya mulai merasa hujan ini sedang menenangkan langit dengan caranya yang paling lembut.

Hujan hari ini seolah memberi ruang bagi saya untuk diam lebih lama. Di antara rintiknya, ada keheningan yang perlahan merapikan hal-hal yang sulit saya ucapkan. Dan ketika hujan nanti berhenti, saya berharap hati ini ikut menemukan teduhnya.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Menteri Ekraf Resmikan Tanah Datar Creative Hub, Mahyeldi: Motor Baru Penggerak Ekonomi Sumbar

Berita Sesudah

Tanamkan Demokrasi Sehat: Undhari Gelar Kongres Mahasiswa 2025, Widya Ana Putri Pimpin DPM Baru

Berita Terkait

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di...

Berita Sesudah
Tanamkan Demokrasi Sehat: Undhari Gelar Kongres Mahasiswa 2025, Widya Ana Putri Pimpin DPM Baru

Tanamkan Demokrasi Sehat: Undhari Gelar Kongres Mahasiswa 2025, Widya Ana Putri Pimpin DPM Baru

POPULER

  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paket Data Masih Aktif, Telkomsel Blokir Internet karena Tagihan Pulsa Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026