Selasa, 21/7/26 | 23:26 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Mak Katik Pesimis Pemajuan Kebudayaan di Ranah Minang, Soroti Tren Joget THR

Minggu, 06/4/25 | 23:03 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Budayawan Minangkabau, Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto, menyatakan rasa pesimisnya terhadap upaya pemajuan kebudayaan Sumatera Barat, khususnya di Ranah Minang. Pernyataan ini disampaikan pada Minggu (6/4/2025), menyusul ramainya tren joget bagi-bagi Tunjangan Hari Raya (THR) di media sosial beberapa hari terakhir.

“Waktu zaman saya muda tidak ada kata THR tersebut. Kata THR itu sendiri itu ada sesudah tahun 1970 dan itu pun belum membooming,” ujar pria yang akrab dipanggil Mak Katik.

Lebih lanjut, Mak Katik, sapaan akrabnya, mengkritik serta menilai cara pembagian THR sambil menari-nari merupakan tindakan yang kurang baik dalam kajian kebudayaan Minangkabau. Ia mengibaratkan tindakan tersebut sebagai meronggeng atau sawer.

BACAJUGA

Pemerintah Kota Padang menerima dana Transfer ke Daerah (TKD) tambahan sebesar Rp371,85 miIiar, yang dialokasikan khusus untuk penanganan serta mitigasi bencana.

Wali Kota Padang Menerima Tim Monitoring Kemendagri Tinjau Proses Rehab Rekon Pasca Bencana

Selasa, 21/7/26 | 11:59 WIB
Semangat perjuangan Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan harus terus dihidupkan meski telah 79 tahun berlalu sejak gugurnya mantan Wali Kota Padang tersebut.

Wawako Padang Maigus Nasir Hadiri Upacara Peringatan Gugurnya Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan ke-79 Tahun.

Minggu, 19/7/26 | 15:10 WIB

“Hendaknya kalau akan memberi dalam kajian kebudayaan itu, tangan kanan yang memberi dan kiri tidak boleh tau. Dan sekarang tau orang rame, tambah tidak bagus diekspos di sosmed,” tegasnya.

Kekecewaan mendalam juga diungkapkan oleh Dosen University of Hawaii, Manoa, Amerika Serikat, dan Akademi Seni Warisan Budaya Kebangsaan Malaysia ini terkait harapan yang tak kunjung terwujud kepada pemerintah daerah sejak tahun 1980.

Ia merasa tidak ada langkah nyata yang mengarah pada perbaikan kondisi adat dan budaya Minangkabau.

“Budaya malu memang betul – betul sudah habis, itu kan yang dikasih juga keponakan niniak mamak juga. Pertanyaannya malu tidak keponakan kita dikasih orang?,” tanyanya retoris.

Lebih jauh, ia mempertanyakan kondisi masyarakat Minangkabau saat ini, seolah-olah harta pusaka telah habis hingga harus meminta-minta secara berbaris-baris.

Ia juga menyoroti fenomena memprihatinkan di mana panti jompo kini banyak diisi oleh orang-orang bersuku Minang.

“Kenapa orang bersuku memenuhi panti jompo di daerah kita? atau separah itu kita beradat! Sudah lanjut usia orang tua kita dihantarkan ke panti jompo atau hal ini memang tidak pandai dalam mendidik anak dari kecil. Ndak bedo kaji tu,” ungkapnya dengan nada kesal.

Mengenai upaya pemajuan kebudayaan, Mak Katik mengenang saran-saran yang pernah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, termasuk enam kali saran dari Prof. Zuki Sahmad, namun tidak ada satu pun yang direalisasikan oleh Pemprov.

Ia juga menyoroti hilangnya esensi perbedaan antara perayaan Hari Raya Idul Fitri zaman dahulu dan sekarang, di mana kini lebih didominasi oleh egoisme individu.

“Mencari titik temu paham – paham model ini sangat sulit. Untuk memperbaiki adat dan kebudayaan kearah yang lebih baik sangat sulit,” katanya pesimis.

Mak Katik mempertanyakan harapan yang dapat disandarkan kepada para kepala daerah di Sumatera Barat, mengingat minimnya perubahan positif yang terlihat sejak tahun 1990.

“Kita lihat dari tahun 1990 sampai sekarang. Sebagai Budayawan melihat kedaan fisik aplikasi atau segala macam dan nilai plus apa yang kita harapkan tidak juga berubah sampai saat ini,” bebernya.

Sebagai contoh konkret, ia mengungkapkan pernah menyarankan kepada pemerintah daerah pada tahun 1982 untuk menjadikan gerakan silat sebagai senam massal dengan meramunya dalam langkah silat Minang, melibatkan penata tari dan pemusik. Namun, usulan tersebut juga tidak pernah terwujud.

Untuk itu, Mak Katik mendesak pemerintah daerah untuk memiliki aplikasi yang jelas dalam upaya pemajuan kebudayaan. Jangan pemerintah daerah memikirkan perjalanan dinas saja.

Ia memberikan contoh konkret seperti mengadaptasi cerita-cerita klasik Minangkabau seperti Siti Baheram, Lambun Pamenan, dan Bujang Paman menjadi karikatur digital sebagai media pembelajaran anak-anak. Selain itu, ia menyarankan pembuatan buku-buku bacaan berbahasa Minangkabau untuk menanamkan pemahaman adat sejak dini.

Baca Juga: Firdaus Sosialisasi Perda Soal Penanggulangan Bencana di Hadapan Pegiat Seni dan Budaya

“Ini bentuk pendidikan karakter kepada anak SD. Untuk menyampaikan adat itu dengan bahasanya bukan dengan bahaso yang lain kita sampaikan jangan dicari dengan bahasa Indonesia,” pungkasnya, menekankan pentingnya penyampaian nilai-nilai adat melalui bahasa ibu.

Pernyataan pesimis dari budayawan senior ini menjadi sorotan dan diharapkan dapat menjadi perhatian bagi pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat Sumatera Barat untuk lebih serius dalam upaya pelestarian dan pemajuan kebudayaan Minangkabau. (tnl)

 

Tags: Budaya dan Tradisi MinangkabauMak KatikMinangkabau
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Waspada Kolesterol Naik Usai Libur Lebaran

Berita Sesudah

Biaya PPG PAI Kemenag 2025, Direktur PAI: Gratis, Sepenuhnya Ditanggung Negara

Berita Terkait

Pemerintah Kota Padang menerima dana Transfer ke Daerah (TKD) tambahan sebesar Rp371,85 miIiar, yang dialokasikan khusus untuk penanganan serta mitigasi bencana.

Wali Kota Padang Menerima Tim Monitoring Kemendagri Tinjau Proses Rehab Rekon Pasca Bencana

Selasa, 21/7/26 | 11:59 WIB

Pemerintah Kota Padang menerima dana Transfer ke Daerah (TKD) tambahan sebesar Rp371,85 miIiar, yang dialokasikan khusus untuk penanganan serta mitigasi...

Semangat perjuangan Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan harus terus dihidupkan meski telah 79 tahun berlalu sejak gugurnya mantan Wali Kota Padang tersebut.

Wawako Padang Maigus Nasir Hadiri Upacara Peringatan Gugurnya Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan ke-79 Tahun.

Minggu, 19/7/26 | 15:10 WIB

Semangat perjuangan Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan harus terus dihidupkan meski telah 79 tahun berlalu sejak gugurnya mantan Wali Kota...

Wawako Padang Maigus Nasir saat menerima Laporan Ranperda APBD perubahan tahun anggaran 2026 menjadi Perda

Wawako Padang Maigus Nasir Apresiasi Sidang Paripurna Ranperda APBD perubahan Tahun 2026 Menjadi Perda

Minggu, 19/7/26 | 15:01 WIB

Wawako Padang Maigus Nasir saat menerima Laporan Ranperda APBD perubahan tahun anggaran 2026 menjadi Perda Padang, Scientia---- Wakil Wali Kota...

DPRD Kota Padang Sahkan  Ranperda APBD  Perubahan Tahun 2026 Menjadi Perda

DPRD Kota Padang Sahkan Ranperda APBD Perubahan Tahun 2026 Menjadi Perda

Minggu, 19/7/26 | 14:46 WIB

Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menerima laporan Ranperda APBD perubahan tahun anggaran 2026 PADANG, Scientia----DPRD Kota Padang menyetujui, Rancangan Peraturan...

Polres Dharmasraya Perkuat Sinergi CJS Hadapi KUHAP Baru

Polres Dharmasraya Perkuat Sinergi CJS Hadapi KUHAP Baru

Sabtu, 18/7/26 | 06:48 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Polres Dharmasraya menggelar kegiatan Sinergi dan Harmonisasi Criminal Justice System (CJS) Kabupaten Dharmasraya dengan mengusung tema "Mewujudkan...

57 Perkara Berhasil Dituntaskan, Kinerja Polres Dharmasraya Tuai Apresiasi

57 Perkara Berhasil Dituntaskan, Kinerja Polres Dharmasraya Tuai Apresiasi

Jumat, 17/7/26 | 22:33 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Polres Dharmasraya mencatatkan kinerja positif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Sepanjang Juni hingga pertengahan Juli...

Berita Sesudah
Biaya PPG PAI Kemenag 2025, Direktur PAI: Gratis, Sepenuhnya Ditanggung Negara

Biaya PPG PAI Kemenag 2025, Direktur PAI: Gratis, Sepenuhnya Ditanggung Negara

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Padang Sahkan Ranperda APBD Perubahan Tahun 2026 Menjadi Perda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Ganti Engkau, Kau, Dia, dan Ia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026