Kamis, 04/6/26 | 06:03 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Mak Katik Pesimis Pemajuan Kebudayaan di Ranah Minang, Soroti Tren Joget THR

Minggu, 06/4/25 | 23:03 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Budayawan Minangkabau, Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto, menyatakan rasa pesimisnya terhadap upaya pemajuan kebudayaan Sumatera Barat, khususnya di Ranah Minang. Pernyataan ini disampaikan pada Minggu (6/4/2025), menyusul ramainya tren joget bagi-bagi Tunjangan Hari Raya (THR) di media sosial beberapa hari terakhir.

“Waktu zaman saya muda tidak ada kata THR tersebut. Kata THR itu sendiri itu ada sesudah tahun 1970 dan itu pun belum membooming,” ujar pria yang akrab dipanggil Mak Katik.

Lebih lanjut, Mak Katik, sapaan akrabnya, mengkritik serta menilai cara pembagian THR sambil menari-nari merupakan tindakan yang kurang baik dalam kajian kebudayaan Minangkabau. Ia mengibaratkan tindakan tersebut sebagai meronggeng atau sawer.

BACAJUGA

Pemerintah Kota (Pemko) menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kota Padang Tahun 2026 dengan khidmat di Lapangan Upacara Balai Kota Padang, Aie Pacah, Senin (1/6/2026).

Pemko Padang Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Rabu, 03/6/26 | 15:28 WIB
Pemerintah Kota (Pemko) Padang menyerahkan sertifikat Stratifikasi Standar Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) kepada 13 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan.

Pemko Padang Serahkan Sertifikat Stratifikasi Standar UKS/M Bagi 13 Sekolah di Kota Padang

Rabu, 03/6/26 | 15:19 WIB

“Hendaknya kalau akan memberi dalam kajian kebudayaan itu, tangan kanan yang memberi dan kiri tidak boleh tau. Dan sekarang tau orang rame, tambah tidak bagus diekspos di sosmed,” tegasnya.

Kekecewaan mendalam juga diungkapkan oleh Dosen University of Hawaii, Manoa, Amerika Serikat, dan Akademi Seni Warisan Budaya Kebangsaan Malaysia ini terkait harapan yang tak kunjung terwujud kepada pemerintah daerah sejak tahun 1980.

Ia merasa tidak ada langkah nyata yang mengarah pada perbaikan kondisi adat dan budaya Minangkabau.

“Budaya malu memang betul – betul sudah habis, itu kan yang dikasih juga keponakan niniak mamak juga. Pertanyaannya malu tidak keponakan kita dikasih orang?,” tanyanya retoris.

Lebih jauh, ia mempertanyakan kondisi masyarakat Minangkabau saat ini, seolah-olah harta pusaka telah habis hingga harus meminta-minta secara berbaris-baris.

Ia juga menyoroti fenomena memprihatinkan di mana panti jompo kini banyak diisi oleh orang-orang bersuku Minang.

“Kenapa orang bersuku memenuhi panti jompo di daerah kita? atau separah itu kita beradat! Sudah lanjut usia orang tua kita dihantarkan ke panti jompo atau hal ini memang tidak pandai dalam mendidik anak dari kecil. Ndak bedo kaji tu,” ungkapnya dengan nada kesal.

Mengenai upaya pemajuan kebudayaan, Mak Katik mengenang saran-saran yang pernah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, termasuk enam kali saran dari Prof. Zuki Sahmad, namun tidak ada satu pun yang direalisasikan oleh Pemprov.

Ia juga menyoroti hilangnya esensi perbedaan antara perayaan Hari Raya Idul Fitri zaman dahulu dan sekarang, di mana kini lebih didominasi oleh egoisme individu.

“Mencari titik temu paham – paham model ini sangat sulit. Untuk memperbaiki adat dan kebudayaan kearah yang lebih baik sangat sulit,” katanya pesimis.

Mak Katik mempertanyakan harapan yang dapat disandarkan kepada para kepala daerah di Sumatera Barat, mengingat minimnya perubahan positif yang terlihat sejak tahun 1990.

“Kita lihat dari tahun 1990 sampai sekarang. Sebagai Budayawan melihat kedaan fisik aplikasi atau segala macam dan nilai plus apa yang kita harapkan tidak juga berubah sampai saat ini,” bebernya.

Sebagai contoh konkret, ia mengungkapkan pernah menyarankan kepada pemerintah daerah pada tahun 1982 untuk menjadikan gerakan silat sebagai senam massal dengan meramunya dalam langkah silat Minang, melibatkan penata tari dan pemusik. Namun, usulan tersebut juga tidak pernah terwujud.

Untuk itu, Mak Katik mendesak pemerintah daerah untuk memiliki aplikasi yang jelas dalam upaya pemajuan kebudayaan. Jangan pemerintah daerah memikirkan perjalanan dinas saja.

Ia memberikan contoh konkret seperti mengadaptasi cerita-cerita klasik Minangkabau seperti Siti Baheram, Lambun Pamenan, dan Bujang Paman menjadi karikatur digital sebagai media pembelajaran anak-anak. Selain itu, ia menyarankan pembuatan buku-buku bacaan berbahasa Minangkabau untuk menanamkan pemahaman adat sejak dini.

Baca Juga: Firdaus Sosialisasi Perda Soal Penanggulangan Bencana di Hadapan Pegiat Seni dan Budaya

“Ini bentuk pendidikan karakter kepada anak SD. Untuk menyampaikan adat itu dengan bahasanya bukan dengan bahaso yang lain kita sampaikan jangan dicari dengan bahasa Indonesia,” pungkasnya, menekankan pentingnya penyampaian nilai-nilai adat melalui bahasa ibu.

Pernyataan pesimis dari budayawan senior ini menjadi sorotan dan diharapkan dapat menjadi perhatian bagi pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat Sumatera Barat untuk lebih serius dalam upaya pelestarian dan pemajuan kebudayaan Minangkabau. (tnl)

 

Tags: Budaya dan Tradisi MinangkabauMak KatikMinangkabau
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Waspada Kolesterol Naik Usai Libur Lebaran

Berita Sesudah

Biaya PPG PAI Kemenag 2025, Direktur PAI: Gratis, Sepenuhnya Ditanggung Negara

Berita Terkait

Pemerintah Kota (Pemko) menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kota Padang Tahun 2026 dengan khidmat di Lapangan Upacara Balai Kota Padang, Aie Pacah, Senin (1/6/2026).

Pemko Padang Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

Rabu, 03/6/26 | 15:28 WIB

      Pemerintah Kota (Pemko) menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kota Padang Tahun 2026 dengan khidmat di...

Pemerintah Kota (Pemko) Padang menyerahkan sertifikat Stratifikasi Standar Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) kepada 13 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan.

Pemko Padang Serahkan Sertifikat Stratifikasi Standar UKS/M Bagi 13 Sekolah di Kota Padang

Rabu, 03/6/26 | 15:19 WIB

Pemerintah Kota (Pemko) Padang menyerahkan sertifikat Stratifikasi Standar Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) kepada 13 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan. Padang,...

Semangat persatuan dan toleransi mewarnai Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kota Padang Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Apeksi Balai Kota Aie Pacah, Senin (1/6/2026) pagi.

Semangat Persatuan dan Toleransi Warnai Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kota Padang

Rabu, 03/6/26 | 15:13 WIB

Semangat persatuan dan toleransi mewarnai Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kota Padang Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Apeksi...

Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) mulai membuka pendaftaran Pemilihan Wali Kota Cilik dan Duta Anak Kota Padang Tahun 2026.

Pemko Padang Buka Pendaftaran Pemilihan Walikota Cilik dan Duta Anak Kota Padang Tahun 2026

Rabu, 03/6/26 | 15:06 WIB

Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) mulai membuka pendaftaran Pemilihan...

Sukses menyabet predikat Swasti Saba Wiwerda (kategori perak) pada tahun 2025 lalu tidak membuat Pemerintah Kota Padang berpuas diri.

Kota Padang Sabet Predikat Swasti Saba Wiwerda (Kategori Perak)

Rabu, 03/6/26 | 15:00 WIB

Sukses menyabet predikat Swasti Saba Wiwerda (kategori perak) pada tahun 2025 lalu tidak membuat Pemerintah Kota Padang berpuas diri. Padang,...

Kota Padang terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Kerja (Konker) Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) ke-XVIII yang akan digelar pada 16–19 September 2026 mendatang.

Kota Padang Menjadi Terpilih Tuan Rumah Kunker PDPI ke XVIII

Rabu, 03/6/26 | 14:55 WIB

Kota Padang terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Kerja (Konker) Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) ke-XVIII yang akan digelar pada...

Berita Sesudah
Biaya PPG PAI Kemenag 2025, Direktur PAI: Gratis, Sepenuhnya Ditanggung Negara

Biaya PPG PAI Kemenag 2025, Direktur PAI: Gratis, Sepenuhnya Ditanggung Negara

POPULER

  • Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

    Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disdik Kota Padang Resmi Umumkan Pelaksanaan SPMB SD/SMP Tahun 2026/2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manusia yang Selalu Kekurangan Tiga Puluh Peso

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kota Padang Menjadi Terpilih Tuan Rumah Kunker PDPI ke XVIII

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026