Kamis, 22/10/26 | 09:34 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Mak Katik Pesimis Pemajuan Kebudayaan di Ranah Minang, Soroti Tren Joget THR

Minggu, 06/4/25 | 23:03 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Budayawan Minangkabau, Musra Dahrizal Katik Rajo Mangkuto, menyatakan rasa pesimisnya terhadap upaya pemajuan kebudayaan Sumatera Barat, khususnya di Ranah Minang. Pernyataan ini disampaikan pada Minggu (6/4/2025), menyusul ramainya tren joget bagi-bagi Tunjangan Hari Raya (THR) di media sosial beberapa hari terakhir.

“Waktu zaman saya muda tidak ada kata THR tersebut. Kata THR itu sendiri itu ada sesudah tahun 1970 dan itu pun belum membooming,” ujar pria yang akrab dipanggil Mak Katik.

Lebih lanjut, Mak Katik, sapaan akrabnya, mengkritik serta menilai cara pembagian THR sambil menari-nari merupakan tindakan yang kurang baik dalam kajian kebudayaan Minangkabau. Ia mengibaratkan tindakan tersebut sebagai meronggeng atau sawer.

BACAJUGA

Program CSR PT Kali Dareh Grup, Tuntaskan Jalan Sepanjang 6 Kilometer di Sungai Kilang

Program CSR PT Kali Dareh Grup, Tuntaskan Jalan Sepanjang 6 Kilometer di Sungai Kilang

Rabu, 21/10/26 | 18:11 WIB
DPP ILUNI UNP Mantapkan Persiapan Jelang Temu Akbar Alumni

DPP ILUNI UNP Mantapkan Persiapan Jelang Temu Akbar Alumni

Rabu, 21/10/26 | 18:01 WIB

“Hendaknya kalau akan memberi dalam kajian kebudayaan itu, tangan kanan yang memberi dan kiri tidak boleh tau. Dan sekarang tau orang rame, tambah tidak bagus diekspos di sosmed,” tegasnya.

Kekecewaan mendalam juga diungkapkan oleh Dosen University of Hawaii, Manoa, Amerika Serikat, dan Akademi Seni Warisan Budaya Kebangsaan Malaysia ini terkait harapan yang tak kunjung terwujud kepada pemerintah daerah sejak tahun 1980.

Ia merasa tidak ada langkah nyata yang mengarah pada perbaikan kondisi adat dan budaya Minangkabau.

“Budaya malu memang betul – betul sudah habis, itu kan yang dikasih juga keponakan niniak mamak juga. Pertanyaannya malu tidak keponakan kita dikasih orang?,” tanyanya retoris.

Lebih jauh, ia mempertanyakan kondisi masyarakat Minangkabau saat ini, seolah-olah harta pusaka telah habis hingga harus meminta-minta secara berbaris-baris.

Ia juga menyoroti fenomena memprihatinkan di mana panti jompo kini banyak diisi oleh orang-orang bersuku Minang.

“Kenapa orang bersuku memenuhi panti jompo di daerah kita? atau separah itu kita beradat! Sudah lanjut usia orang tua kita dihantarkan ke panti jompo atau hal ini memang tidak pandai dalam mendidik anak dari kecil. Ndak bedo kaji tu,” ungkapnya dengan nada kesal.

Mengenai upaya pemajuan kebudayaan, Mak Katik mengenang saran-saran yang pernah disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, termasuk enam kali saran dari Prof. Zuki Sahmad, namun tidak ada satu pun yang direalisasikan oleh Pemprov.

Ia juga menyoroti hilangnya esensi perbedaan antara perayaan Hari Raya Idul Fitri zaman dahulu dan sekarang, di mana kini lebih didominasi oleh egoisme individu.

“Mencari titik temu paham – paham model ini sangat sulit. Untuk memperbaiki adat dan kebudayaan kearah yang lebih baik sangat sulit,” katanya pesimis.

Mak Katik mempertanyakan harapan yang dapat disandarkan kepada para kepala daerah di Sumatera Barat, mengingat minimnya perubahan positif yang terlihat sejak tahun 1990.

“Kita lihat dari tahun 1990 sampai sekarang. Sebagai Budayawan melihat kedaan fisik aplikasi atau segala macam dan nilai plus apa yang kita harapkan tidak juga berubah sampai saat ini,” bebernya.

Sebagai contoh konkret, ia mengungkapkan pernah menyarankan kepada pemerintah daerah pada tahun 1982 untuk menjadikan gerakan silat sebagai senam massal dengan meramunya dalam langkah silat Minang, melibatkan penata tari dan pemusik. Namun, usulan tersebut juga tidak pernah terwujud.

Untuk itu, Mak Katik mendesak pemerintah daerah untuk memiliki aplikasi yang jelas dalam upaya pemajuan kebudayaan. Jangan pemerintah daerah memikirkan perjalanan dinas saja.

Ia memberikan contoh konkret seperti mengadaptasi cerita-cerita klasik Minangkabau seperti Siti Baheram, Lambun Pamenan, dan Bujang Paman menjadi karikatur digital sebagai media pembelajaran anak-anak. Selain itu, ia menyarankan pembuatan buku-buku bacaan berbahasa Minangkabau untuk menanamkan pemahaman adat sejak dini.

Baca Juga: Firdaus Sosialisasi Perda Soal Penanggulangan Bencana di Hadapan Pegiat Seni dan Budaya

“Ini bentuk pendidikan karakter kepada anak SD. Untuk menyampaikan adat itu dengan bahasanya bukan dengan bahaso yang lain kita sampaikan jangan dicari dengan bahasa Indonesia,” pungkasnya, menekankan pentingnya penyampaian nilai-nilai adat melalui bahasa ibu.

Pernyataan pesimis dari budayawan senior ini menjadi sorotan dan diharapkan dapat menjadi perhatian bagi pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat Sumatera Barat untuk lebih serius dalam upaya pelestarian dan pemajuan kebudayaan Minangkabau. (tnl)

 

Tags: Budaya dan Tradisi MinangkabauMak KatikMinangkabau
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Waspada Kolesterol Naik Usai Libur Lebaran

Berita Sesudah

Biaya PPG PAI Kemenag 2025, Direktur PAI: Gratis, Sepenuhnya Ditanggung Negara

Berita Terkait

Program CSR PT Kali Dareh Grup, Tuntaskan Jalan Sepanjang 6 Kilometer di Sungai Kilang

Program CSR PT Kali Dareh Grup, Tuntaskan Jalan Sepanjang 6 Kilometer di Sungai Kilang

Rabu, 21/10/26 | 18:11 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — PT Kali Dareh Grup menuntaskan pengaspalan jalan ruas Sungai Kilang, Nagari Sungai Dareh, Kecamatan Pulau Punjung, sepanjang...

DPP ILUNI UNP Mantapkan Persiapan Jelang Temu Akbar Alumni

DPP ILUNI UNP Mantapkan Persiapan Jelang Temu Akbar Alumni

Rabu, 21/10/26 | 18:01 WIB

Padang, Scientia.id - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Alumni (Iluni) Universitas Negeri Padang (UNP) terus memantapkan persiapan jelang Temu Akbar...

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus saat memasangkan masker kepada warga.[foto: ist]

PKB Sumbar Bagikan Masker di Lubuk Alung, Firdaus: Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

Selasa, 20/10/26 | 23:59 WIB

Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus saat memasangkan masker kepada warga.Padang Pariaman, Scientia — Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumatera...

Pelantikan DPD KNPI, Bupati Dharmasraya Ajak Pemuda Bersinergi dengan Pemerintah

Pelantikan DPD KNPI, Bupati Dharmasraya Ajak Pemuda Bersinergi dengan Pemerintah

Selasa, 20/10/26 | 21:36 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, mengajak generasi muda memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat...

Jangan Lewatkan! DPP Iluni UNP Bakal Gelar Temu Akbar Lintas Angkatan

Jangan Lewatkan! DPP Iluni UNP Bakal Gelar Temu Akbar Lintas Angkatan

Selasa, 20/10/26 | 20:25 WIB

  Padang, Scientia.id - Selama dua hari Jumat dan Sabtu (tanggal 23-24) Oktober 2026, Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Universitas...

Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh [foto:ist]

Perundungan di Rungkut, Nihayatul Wafiroh Pertanyakan Penanaman Nilai-nilai Adab Sejak Dini

Selasa, 20/10/26 | 18:34 WIB

Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh Jakarta, Scientia - Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, Nihayatul Wafiroh atau akrab disapa...

Berita Sesudah
Biaya PPG PAI Kemenag 2025, Direktur PAI: Gratis, Sepenuhnya Ditanggung Negara

Biaya PPG PAI Kemenag 2025, Direktur PAI: Gratis, Sepenuhnya Ditanggung Negara

POPULER

  • Dampak Asap Karhutla, Nakes di Dharmasraya Diminta Jemput Bola Tangani Pasien ISPA

    Dampak Asap Karhutla, Nakes di Dharmasraya Diminta Jemput Bola Tangani Pasien ISPA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Sumbar Bagikan Masker di Lubuk Alung, Firdaus: Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Lewatkan! DPP Iluni UNP Bakal Gelar Temu Akbar Lintas Angkatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelantikan DPD KNPI, Bupati Dharmasraya Ajak Pemuda Bersinergi dengan Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Evaluasi Kinerja Perumda Tirta Solok Nan Indah, Bupati Solok Bidik 30.000 Pelanggan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026