Padang, Scientia — Anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi PKB, Zalmadi, mendorong pemuda di Kecamatan Kuranji memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal memasuki dunia kerja. Salah satu upaya yang dilakukan melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD adalah pelatihan dan sertifikasi satuan pengamanan (Satpam).
Hal itu disampaikan Zalmadi saat melaksanakan Reses I Tahun 2026–2027 bersama pengurus Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) Kecamatan Kuranji dan sekitar 50 calon peserta pelatihan Satpam.
Menurut Zalmadi, pelatihan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk memperoleh sertifikat, tetapi menjadi salah satu jalan bagi pemuda untuk meningkatkan kompetensi dan memperluas peluang mendapatkan pekerjaan.
Ia mengatakan, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan lulusan SMA menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian dalam persoalan ketenagakerjaan. Karena itu, keterampilan praktis dinilai penting agar pemuda tidak hanya mengandalkan ijazah ketika memasuki pasar kerja.
“Saya Zalmadi dari Partai PKB telah memikirkan bagaimana adik-adik nantinya mempunyai bekal untuk mengarungi hidupnya, berumah tangga, yang nantinya dapat dibekali dengan sertifikat Satpam,” kata Zalmadi.
Zalmadi mengatakan program tersebut juga diarahkan untuk mendukung visi Pemerintah Kota Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir melalui gagasan Smart City dan Padang Rancak.
Menurut dia, pembangunan kota tidak cukup hanya dengan pembenahan infrastruktur. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama generasi muda, juga harus menjadi perhatian.
“Kalau pemuda dibekali skill, mereka punya peluang lebih besar untuk mengarungi kehidupan dan membangun keluarga,” ujarnya.
Dalam reses tersebut, aspirasi juga datang dari pengurus LPS Kecamatan Kuranji. Koordinator LPS Kota Padang, Zulpadli, menyampaikan rencana peluncuran program pemilahan sampah pada September 2026.
Program itu akan menyasar pengelolaan sampah sejak dari rumah. Warga nantinya diarahkan memilah sisa makanan dengan sampah lainnya menggunakan wadah berbeda.
Menurut Zulpadli, relawan akan dilibatkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara memilah sampah yang benar. Sisa makanan akan ditempatkan pada kantong tersendiri, sedangkan sampah lainnya dimasukkan ke wadah yang telah disiapkan.
“Kami berharap ke depannya warga Gunung Sarik ikut tergabung dalam pengelolaan sampah yang benar,” katanya.
Zalmadi mengatakan berbagai usulan yang disampaikan dalam reses merupakan bagian penting dari proses penyerapan aspirasi masyarakat. Ia meminta pengurus LPS menyampaikan kebutuhan program secara resmi melalui mekanisme reses agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
“Usulan koordinator LPS harus disampaikan melalui reses agar terbebas dalam sosialisasi KPK, baik pelatihan Satpam maupun usulan dari koordinator LPS,” ujar Zalmadi.
Selain persoalan sampah dan pelatihan kerja, Koordinator LPS Kecamatan Kuranji, Masrizal, mengungkapkan kendala operasional di lapangan. Salah satunya keterbatasan kendaraan operasional pengangkut sampah.
Ia mengatakan sebagian kendaraan yang tersedia sudah mengalami kerusakan sehingga menghambat pelayanan. Persoalan lain adalah belum adanya surat izin mengemudi (SIM) bagi pengendara becak motor (betor).
Masrizal berharap persoalan tersebut dapat menjadi perhatian dalam pembahasan aspirasi masyarakat.
Seorang warga dalam pertemuan itu juga meminta agar program pelatihan Satpam tetap dialokasikan melalui Pokir Zalmadi. Menurut dia, minat pemuda terhadap pelatihan tersebut cukup tinggi karena sertifikasi dapat menjadi salah satu modal untuk mencari pekerjaan.
“Pelatihan Satpam ini banyak diminati dan dibutuhkan pemuda,” katanya.(yrp)









