Padang, Scientia — Warga Komplek Mega Permai 3, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, meminta pemerintah memperkuat pengendalian banjir di kawasan permukiman mereka. Banjir yang berulang setelah bencana besar pada November 2025 membuat warga membutuhkan langkah permanen, bukan sekadar penanganan saat air meluap.
Aspirasi itu disampaikan warga kepada Anggota DPRD Kota Padang, Zalmadi, saat melaksanakan reses di Komplek Mega Permai 3, Sabtu (5/9).
Zalmadi mengatakan pengendalian banjir menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan warga. Usulan tersebut antara lain pembangunan cekdam dan perbaikan saluran air di sekitar kompleks perumahan.
“Cekdam dan perbaikan saluran di kompleks perumahan ini menjadi aspirasi yang disampaikan warga. Mereka membutuhkan langkah tersebut untuk mengantisipasi dampak banjir susulan pasca bencana banjir bandang November 2025,” kata Zalmadi.
Anggota Komisi III DPRD Kota Padang itu mengatakan seluruh aspirasi yang masuk akan ditampung dan ditindaklanjuti, terutama usulan yang dinilai menjadi kebutuhan prioritas masyarakat.
Menurut dia, persoalan banjir tidak bisa hanya dilihat sebagai kejadian sesaat. Infrastruktur pengendalian aliran air perlu diperhatikan agar warga memiliki perlindungan yang lebih baik ketika curah hujan tinggi kembali terjadi.
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Sejak banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada November 2025, banjir susulan masih beberapa kali terjadi.
Kondisi itu kembali dirasakan warga pada 3 Agustus 2026. Banjir yang menerjang kompleks tersebut membawa material lumpur dan menggenangi permukiman.
Saparuddin, salah seorang warga, mengatakan banjir pada awal Agustus menjadi salah satu yang terparah setelah bencana November 2025. Lumpur yang terbawa banjir bahkan mencapai ketinggian lutut orang dewasa.
“Tinggi lumpur saat banjir bandang yang terjadi awal Agustus 2026 lalu mencapai setinggi lutut orang dewasa. Tinggi lumpur saat itu terparah kedua setelah kejadian November 2025,” ujar Saparuddin.
Bagi warga, kondisi tersebut menunjukkan perlunya pembenahan sistem pengendalian banjir di kawasan Mega Permai 3. Perbaikan saluran air dan pembangunan cekdam diharapkan dapat mengurangi risiko ketika hujan deras kembali mengguyur kawasan Kuranji.
Selain persoalan banjir, warga juga menyampaikan sejumlah kebutuhan sosial dan fasilitas lingkungan kepada Zalmadi. Di antaranya usulan pembangunan mushala di kompleks tersebut serta pengadaan tenda untuk kebutuhan kongsi kematian.
Zalmadi menyatakan aspirasi tersebut akan menjadi bahan untuk menentukan tindak lanjut sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran. Ia menegaskan reses bukan hanya menjadi ruang bagi anggota dewan untuk bertemu konstituen, tetapi juga sarana menyerap persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung.
“Kita akan melihat mana yang menjadi kebutuhan prioritas masyarakat dan berupaya menindaklanjutinya sesuai mekanisme yang ada,” ujarnya.
Warga berharap aspirasi mengenai pengendalian banjir mendapat perhatian lebih serius. Sebab, bagi mereka, ancaman banjir bukan lagi persoalan yang datang sekali, melainkan risiko yang terus membayangi setiap kali hujan deras terjadi.(yrp)








