Sabtu, 02/5/26 | 02:21 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Sedikit Demi Sedikit, Lama-lama Jadi Rumit

Minggu, 28/7/24 | 14:09 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Ada satu kebiasaan yang sering menjebak kita, yaitu menunda-nunda pekerjaan. Pekerjaan yang awalnya sepele ditunda dengan harapan nanti dapat diselesaikan. Hari pun berganti, pekerjaan pun bertambah, dan terasa semakin berat saja. Tanpa disadari akan “meledak” dan membuat kita sesak.

Tidak salah kiranya bahwa hal paling rumit itu menyelesaikan pekerjaan yang ditunda. Terkadang pekerjaan itu tidaklah berat, namun sedikit niat yang tersemat untuk menyelesaikan dengan cepat. Ditumpuk begitu saja, mengingat masih ada esok untuk bekerja. Buruknya, pekerjaan itu semakin banyak dan membuatnya menjadi rumit. Saya menyebutnya sedikit demi sedikit lama-lama jadi rumit.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Setidaknya ada dua hal yang harus dikelola dengan tepat, agar tidak terjadi hal serupa demikian. Tentu bukan sesuatu yang akurat, tapi ini solusi cepat. Dua hal itu adalah disiplin dan konsisten. Disiplin mengelola waktu dan konsisten mengerjakan pekerjaan menjadi dua hal yang mulai saya terapkan. Memang tidak serta-merta terealisasikan secara maksimal, namun perlahan dan pasti dikerjakan.

Saya memulainya dengan menetapkan hal prioritas untuk diselesaikan. Dari tumpukan pekerjaan itu, saya mulai memilih mana yang hampir dekat deadline, atau sudah lewat jatuh tempo tapi masih ada dispensasi. Ini sungguh menyedihkan, menyelesaikan pekerjaan dari asas pertimbangan tenggang rasa. Namun begitu, saya tetap kerjakan dengan maksimal.

Di sisi lain, saya mulai belajar untuk lebih realistis dengan diri sendiri. Saya mulai menyadari bahwa tidak semua hari akan produktif, tapi produktifitas bisa saja diusahakan setiap hari. Semua itu bagian dari sebuah proses, dan hal terpentingnya adalah menjaga ritme kerja, yakni dispilin dan konsisten.

Saya mulai berusaha untuk disiplin dan konsisten dalam bekerja, seperti mulai untuk tidak lagi menumpuk pekerjaan dan menjadikan rutinitas harian lebih teratur. Meski itu tidak semudah ucapan, perubahan postif mulai terasa, menyadarkan saya akan pentingnya setiap langkah kecil untuk lebih produktif. Paling tidak, segala hal menumpuk itu mulai perlahan menipis dan selesai.

Akhirnya saya menyadiri bahwa menumpuk pekerjaan itu seperti membiarkan cucian kotor. Semakin ditunda untuk dicuci, semakin menumpuk, dan semakin bau. Tapi tetap bisa untuk dibersihkan asalkan ada kemauan, disiplin, dan konsisten. Hingga suatu saat nanti kita bisa tertawa riang melihat tumpukan pekerjaan itu berhasil dituntaskan. Tidak ada lagi air mata kegelisahan, yang ada hanya tawa kebahagian dan bisikan “kenapa tidak dari dulu sih!”. Sekian.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Mengenal Konsep Metafungsi dalam Wacana

Berita Sesudah

Pemko Bukittinggi Rilis Program Pelayanan Kesehatan Primer 2024

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Berita Sesudah
Pemko Bukittinggi Rilis Program Pelayanan Kesehatan Primer 2024

Pemko Bukittinggi Rilis Program Pelayanan Kesehatan Primer 2024

Discussion about this post

POPULER

  • KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

    KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Prof. Dr. dr. H. Idris idham SpJP (K), FIHA, FACC, FESC, FAsCC, FSCAI dan kiprahnya pada Pengembangan Kardiologi dan Kedokteran Vascular di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jenguk Bocah Korban Penganiayaan, Wabup Solok: Perlindungan Anak Jadi Prioritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Konsep Metafungsi dalam Wacana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sastra Bandingan: dari Dongeng Klasik ke Novel Populer

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026