Selasa, 29/9/26 | 19:47 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Sedikit Demi Sedikit, Lama-lama Jadi Rumit

Minggu, 28/7/24 | 14:09 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Ada satu kebiasaan yang sering menjebak kita, yaitu menunda-nunda pekerjaan. Pekerjaan yang awalnya sepele ditunda dengan harapan nanti dapat diselesaikan. Hari pun berganti, pekerjaan pun bertambah, dan terasa semakin berat saja. Tanpa disadari akan “meledak” dan membuat kita sesak.

Tidak salah kiranya bahwa hal paling rumit itu menyelesaikan pekerjaan yang ditunda. Terkadang pekerjaan itu tidaklah berat, namun sedikit niat yang tersemat untuk menyelesaikan dengan cepat. Ditumpuk begitu saja, mengingat masih ada esok untuk bekerja. Buruknya, pekerjaan itu semakin banyak dan membuatnya menjadi rumit. Saya menyebutnya sedikit demi sedikit lama-lama jadi rumit.

BACAJUGA

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Setidaknya ada dua hal yang harus dikelola dengan tepat, agar tidak terjadi hal serupa demikian. Tentu bukan sesuatu yang akurat, tapi ini solusi cepat. Dua hal itu adalah disiplin dan konsisten. Disiplin mengelola waktu dan konsisten mengerjakan pekerjaan menjadi dua hal yang mulai saya terapkan. Memang tidak serta-merta terealisasikan secara maksimal, namun perlahan dan pasti dikerjakan.

Saya memulainya dengan menetapkan hal prioritas untuk diselesaikan. Dari tumpukan pekerjaan itu, saya mulai memilih mana yang hampir dekat deadline, atau sudah lewat jatuh tempo tapi masih ada dispensasi. Ini sungguh menyedihkan, menyelesaikan pekerjaan dari asas pertimbangan tenggang rasa. Namun begitu, saya tetap kerjakan dengan maksimal.

Di sisi lain, saya mulai belajar untuk lebih realistis dengan diri sendiri. Saya mulai menyadari bahwa tidak semua hari akan produktif, tapi produktifitas bisa saja diusahakan setiap hari. Semua itu bagian dari sebuah proses, dan hal terpentingnya adalah menjaga ritme kerja, yakni dispilin dan konsisten.

Saya mulai berusaha untuk disiplin dan konsisten dalam bekerja, seperti mulai untuk tidak lagi menumpuk pekerjaan dan menjadikan rutinitas harian lebih teratur. Meski itu tidak semudah ucapan, perubahan postif mulai terasa, menyadarkan saya akan pentingnya setiap langkah kecil untuk lebih produktif. Paling tidak, segala hal menumpuk itu mulai perlahan menipis dan selesai.

Akhirnya saya menyadiri bahwa menumpuk pekerjaan itu seperti membiarkan cucian kotor. Semakin ditunda untuk dicuci, semakin menumpuk, dan semakin bau. Tapi tetap bisa untuk dibersihkan asalkan ada kemauan, disiplin, dan konsisten. Hingga suatu saat nanti kita bisa tertawa riang melihat tumpukan pekerjaan itu berhasil dituntaskan. Tidak ada lagi air mata kegelisahan, yang ada hanya tawa kebahagian dan bisikan “kenapa tidak dari dulu sih!”. Sekian.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Mengenal Konsep Metafungsi dalam Wacana

Berita Sesudah

Pemko Bukittinggi Rilis Program Pelayanan Kesehatan Primer 2024

Berita Terkait

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di...

Berita Sesudah
Pemko Bukittinggi Rilis Program Pelayanan Kesehatan Primer 2024

Pemko Bukittinggi Rilis Program Pelayanan Kesehatan Primer 2024

Discussion about this post

POPULER

  • Lele Raksasa (Foto: Ist)

    Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paket Data Masih Aktif, Telkomsel Blokir Internet karena Tagihan Pulsa Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026