Rabu, 09/9/26 | 10:56 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Serbuan DM Antarpertemanan

Minggu, 17/3/24 | 13:03 WIB

Lastry Monika
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Saya memiliki seorang teman yang bisa dibilang cukup rutin mengirimi saya pesan via aplikasi Instagram. Pesan tersebut biasanya ia kirim pada waktu tertentu, yaitu di waktu pagi setelah salat Subuh, di waktu siang saat istirahat kerja, dan di malam hari saat bersantai sebelum tidur. Dosis pesan yang saya terima setiap hari sudah layaknya minum obat, tiga kali sehari.

Bila di antara tiga waktu tersebut ia tidak mengirimi saya pesan, terkadang saya merasakan sesuatu yang janggal. Pikiran-pikiran seperti, “Apakah paket internetnya habis?”, “Apakah ia ketiduran di pagi hari?”, “Apakah ia tersinggung karena saya jarang merespons pesannya?” setidaknya bermunculan di kepala saya.

BACAJUGA

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB
Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

Pesan yang saya terima sebetulnya bukanlah perkara penting. Dominanya ia hanya mengirim konten-konten receh yang ia temukan di Instagram. Sedikit hal lucu yang ia temukan dalam sebuah video reels instagram dirasa harus diketahui juga oleh temannya. Saya pun sering melakukan hal serupa. Bila saya menjumpai konten yang lucu, teman-teman saya juga harus tahu.

Sekali berbagi pesan seputar konten reels tidak hanya cukup satu, tetapi bejibun. Terkadang bahkan bisa saja mengirim hal yang sama dua kali. Terkadang pula, di antara kami berbagi video reels yang sudah pernah kami lihat sebelumnya. Untuk mengantisipasi hal ini, kami membuat kesepakatan untuk selalu menyukai konten yang kami anggap lucu.

Hal-hal yang kami bagikan lewat pesan Instagram juga tidak selalu seputar konten-konten lucu. Kadang juga berupa konten motivasi, konten parenting (siapa tahu suatu hari nanti kami ditakdirkan menjadi ibu), informasi tempat wisata (sampai hari ini tidak satupun yang kami kunjungi), informasi kafe estetik, kosmetik dan skincare yang sedang viral, drama Korea dan film terbaru, serta informasi seputar aktor dan idol favorit kami.

Terkadang, pesan-pesan berisi konten reels yang terkirim tertimbun begitu saja. Berhari-hari saya mengabaikan pesan dari teman saya tersebut. Meskipun begitu, saya juga tak henti-henti mengiriminya konten yang saya rasa lucu dan bermanfaat.

Meskipun bukan hal yang begitu penting, berbagi pesan berisi konten lucu ini terkadang sangat bermanfaat. Menyaksikan konten lucu sangatlah menghibur. Saya bisa cekikikan sampai sakit perut hanya karena menyaksikan seekor kucing yang mengeong dengan cara agak aneh. Terkadang ketika sedang melewati masa PMS yang menyebakan suasana hati mudah berubah akibat perubahan hormon, kita perempuan memerlukan hal-hal lucu agar emosi sedih dan marah tidak dominan. Di sinilah berbagi pesan berisikan konten-konten lucu antarpertemanan terasa bermanfaat sekali.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Dikunjungi Tim Safari Ramadhan Provinsi, Masjid di Dharmasraya Ini Dapat bantuan Rp50 Juta

Berita Sesudah

Serbuan DM Antarpertemanan

Berita Terkait

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Setelah beberapa kali memperhatikan slogan-slogan di rumah makan, saya mulai menyadari bahwa tulisan-tulisan itu...

Tentang Kipas Angin dan Perbedaan yang Sederhana

Minggu, 28/6/26 | 20:08 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Tinggal bersama orang lain dalam satu ruang yang sama sering kali memperlihatkan hal-hal...

Berita Sesudah
Cerpen “Melukis Cinta” Karya Ali Usman dan Ulasannya Oleh Dara Layl

Cerpen "Melukis Cinta" Karya Ali Usman dan Ulasannya Oleh Dara Layl

Discussion about this post

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bobo Teman Masa Kecil: Edisi 50 Tahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Belut Itu Ular atau Ikan? Jawabannya Bikin Banyak Orang Keliru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paket Data Masih Aktif, Telkomsel Blokir Internet karena Tagihan Pulsa Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026