Minggu, 25/10/26 | 00:29 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Representasi Medusa dalam Drama Mask Girl (2023)

Minggu, 01/10/23 | 07:02 WIB

Oleh: Roma Kyo Kae Saniro
(Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)

 

Drama Korea original Netflix Mask Girl (2023) menjadi buah bibir dengan adanya penayangan cuplikan-cuplikan filmnya yang muncul di platform lainnya, seperti Instagram. Penayangan cuplikan ini memberikan rasa penasaran kepada masyarakat untuk menonton drama tersebut. Mask Girl tayang pada 18 Agustus 2023. Drama ini mengisahkan seorang influencer dengan identitas rahasia yang selalu tampil secara daring dengan masker. Namun, ia tidak sengaja terlibat dalam sebuah kasus yang mengubah hidupnya.

BACAJUGA

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Minggu, 18/10/26 | 16:21 WIB
Membedah Luka Anak Rantau dalam Lagu “Sesi Potret”

Membedah Luka Anak Rantau dalam Lagu “Sesi Potret”

Minggu, 18/10/26 | 15:52 WIB

Drama ini mengangkat isu diskriminasi berdasarkan penampilan dengan sentuhan elemen thriller. Hal ini menjadikan drama ini sebagai tontonan yang sangat menarik Kim Mo Mi, tokoh perempuan utama digambarkan sebagai seorang pekerja kantoran yang pemalu dan selalu merasa minder. Sejak kecil, Kim Mo Mi bercita-cita menjadi selebriti terkenal. Untuk mencapai impian tersebut, ia memutuskan untuk menjadi seorang idi platform siaran daring, tetapi menggunakan masker untuk merahasiakan identitasnya. Keputusannya ini membuatnya menjadi populer di dunia maya. Di satu sisi, Kim Mo Mi adalah seorang pekerja kantoran yang memiliki kehidupan pribadi dan profesional. Di sisi lain, Kim Mo Mi adalah seorang influencer daring yang populer dengan identitas rahasia. Ini menggambarkan tekanan dan tantangan yang mungkin dihadapi perempuan yang berusaha menjaga keseimbangan antara kehidupan nyata dan kehidupan maya di dunia media sosial.

Namun, ketika identitas asli Kim Mo Mi terbongkar oleh Joo Oh Nam, rekan kerjanya yang juga memiliki perasaan untuknya, keduanya terlibat dalam insiden tak terduga yang mengubah jalan cerita. Joo Oh Nam mengikuti seluruh kegiatan yang dilakukan oleh Kim Mo Mi. Pada awalnya, Kim Mo Mi menyukai lelaki sekantornya yang ternyata memiliki hubungan dengan perempuan cantik dan dianggap sebagai perempuan yang mencari perhatian. Drama ini menyajikan representasi perempuan menjadi sebuah objek yang memiliki standar untuk kecantikannya. Tentunya, hal ini memberikan diskriminasi bagi perempuan yang tidak sesuai dengan standar kecantikan tersebut.

Hal ini pun digambarkan oleh tokoh Mask Girl yang harus menutupi dirinya menggunakan masker karena wajahnya yang tidak memenuhi standar kecantikan walaupun ia memiliki bakat yang luar biasa. Serial ini mengilustrasikan bagaimana penilaian orang terhadap penampilan seseorang dapat memengaruhi hidup mereka dan bagaimana individu mungkin merasa perlu untuk menyembunyikan aspek-aspek tertentu dari diri mereka karena ketakutan akan diskriminasi atau ejekan.

Standar kecantikan ini akhirnya menjadi permasalahan karena tokoh utama, Kim Mo Mi yang harus menerima pil pahit bahwa lelaki yang ia sukai tidak menyukai dirinya dan lebih memilih perempuan yang cantik. Ia pun merasa frustrasi dan akhirnya secara tanpa tidak sadar melakukan pertunjukkan membuka baju ketika melakukan siaran langsung yang pada akhirnya para pengikutnya, khususnya lelaki membicarakannya. Secara tidak langsung, hal tersebut merepresentasikan diskriminasi kepada perempuan yang selalu diobjektivikasi secara seksual. Hal ini senada dengan yang diungkapkan Beauvoir (1956) bahwa perempuan harus menerima diskriminasi kepada dirinya dan tubuhnya.

Pada akhirnya, tokoh perempuan digambarkan harus membunuh untuk keluar dari berbagai pelecehan seksual yang diterimanya karena adanya diskriminasi dan pelecehan seksual yang harus dihadapi oleh perempuan. Hal ini menjadikan tokoh Kim Mo Mi harus menjadi buronan karena kasus pembunuhan yang ia lakukan kepada lelaki yang ingin memperkosanya.

Tidak hanya itu, perempuan pun harus menerima “kutukan” atau pelabelan yang diberikan kepadanya. Hal ini digambarkan oleh anak Kim Mo Mi. Anaknya dikucilkan oleh masyarakat karena ibunya yang dianggap sebagai monster dan pada akhirnya banyak masyarakat yang digambarkan membenci anak tersebut karena diduga bahwa anak tersebut memiliki sifat monster seperti ibunya.

Kim Mo Mi dapat dikatakan sebagai representasi Medusa dalam drama ini. Medusa adalah tokoh mitologi Yunani yang sering digambarkan sebagai seorang wanita cantik yang kemudian dikutuk menjadi monster dengan rambut ular dan kemampuan untuk mengubah siapa pun yang memandang matanya menjadi batu. Dalam beberapa cerita atau karya seni, tema perempuan yang berubah menjadi jahat atau Medusa dapat mencerminkan perubahan karakter atau kepribadian yang dramatis atau perasaan marah atau dendam yang mendalam. Ini adalah elemen yang sering digunakan dalam literatur dan seni untuk mengeksplorasi konflik internal, pertumbuhan karakter, atau pembalasan dendam.

Sama seperti Medusa, tokoh Kim Mo Mi memberikan pandangan kepada masyarakat bahwa perempuan dan berbagai diskriminasi dan pelecehan yang ia terima menjadikan perempuan harus berani bertindak untuk mempertahankan dirinya pada situasi kritis. Namun, pertahanan diri tersebut pada akhirnya harus merengut nyawa seseorang sehingga perempuan harus disalahkan dalam hal ini. Tidak hanya itu, Kim Mo Mi pun memiliki sifat Medusa yang akhirnya berani untuk membalaskan dendamnya karena dirinya yang dijadikan objek seksual lelaki. Tidak hanya itu, tokoh Kim Mo Mi pun mampu untuk melawan berbagai diskriminasi kepada dirinya walaupun harus dengan tindakan membunuh.

Penggambaran perempuan sebagai karakter jahat atau Medusa tidak selalu mencerminkan pandangan yang adil atau seimbang tentang perempuan. Kebijaksanaan adalah untuk memahami bahwa karakter perempuan, seperti karakter laki-laki, dapat memiliki berbagai motivasi, konflik, dan perkembangan yang mendalam dalam cerita. Tentunya, perubahan karakter perempuan dan representasi perempuan yang Medusa dapat digali lebih mendalam dan komprehensif bahwa adanya akar diskriminasi dan pelecehan lainnya yang membuat perempuan selalu menjadi subordinat dalam konsep gender.

Tags: #Roma Kyo Kae Saniro
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Menjelajah Sungai Ledok Sambi

Berita Sesudah

Petualangan Sherina 2: Nostalgia Generasi 90-an

Berita Terkait

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Minggu, 18/10/26 | 16:21 WIB

Oleh: Lili Herlina (Mahasiswa Prodi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas) Ketika membicarakan masalah pertanian, perhatian sering kali tertuju pada...

Membedah Luka Anak Rantau dalam Lagu “Sesi Potret”

Membedah Luka Anak Rantau dalam Lagu “Sesi Potret”

Minggu, 18/10/26 | 15:52 WIB

Oleh: Puspandhari Ilsa Pinasty (Mahasiswa Prodi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas)   Bayangkan seorang anak rantau yang akhirnya mampu...

Kabut Regulasi: UU ITE Berubah, Tetapi Apakah Publik Benar-Benar Memahaminya?

Kabut Regulasi: UU ITE Berubah, Tetapi Apakah Publik Benar-Benar Memahaminya?

Selasa, 13/10/26 | 18:50 WIB

Taufiq Muhammad Akbar ‎Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Andalas (UNAND) Undang-undang berubah, Pasal diperbaiki, Ancaman pidana disesuaikan, Istilah hukum diperbarui. Tetapi...

Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Senin, 12/10/26 | 14:55 WIB

Ilustrasi: Hukum dan regulasi hanyalah pagar luar, namun kesadaran dan etika digital masyarakat adalah benteng utama yang sesungguhnya dalam menangkal...

Puisi-puisi M. Subarkah

Bahasa, Miskomunikasi, dan Konflik Rumah Ibadah

Senin, 12/10/26 | 06:40 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Bahasa memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman, hubungan sosial, dan sikap...

Penentu Arah Perubahan Zaman

Penentu Arah Perubahan Zaman

Minggu, 11/10/26 | 20:39 WIB

Oleh: Arza Kailla Chaerani (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Dunia terus berubah, begitu pula cara manusia memahami identitas,...

Berita Sesudah
Petualangan Sherina 2: Nostalgia Generasi 90-an

Petualangan Sherina 2: Nostalgia Generasi 90-an

Discussion about this post

POPULER

  • Tiga Hari Pencarian, Balita yang Hilang di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal

    Tiga Hari Pencarian, Balita yang Hilang di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Apresiasi Kontribusi Alumni IKIP Padang/UNP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Kongres XX IPPNU, Ketum PP IPPNU Sumbar Tri Ramadhani Siap Maju Caketum PP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Timbun dan Jual Kembali Solar Subsidi, Dua Pria di Sijunjung Diamankan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa 5.000 Hektare Tanah Ulayat di Dharmasraya Digugat, Penggugat Tuntut Ganti Rugi Rp1,3 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026