Sabtu, 24/1/26 | 19:07 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Petualangan Sherina 2: Nostalgia Generasi 90-an

Minggu, 01/10/23 | 07:28 WIB

Oleh: Rizky Amelya Furqan
(Dosen Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

 

Betapa Bahagianya denganmu Lagi Bertualang Kembali
(Petualangan Sherina, 2023)

BACAJUGA

Skizofrenia antara Bahasa dan Realitas

Skizofrenia antara Bahasa dan Realitas

Minggu, 14/9/25 | 15:33 WIB
Memori Kolektif Warisan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto

Memori Kolektif Warisan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto

Minggu, 06/10/24 | 06:53 WIB

Akhir bulan September jagat perfilman Indonesia sedang hangat dibicarakan terkait dengan Film Petualangan Sherina 2. Film ini sudah ditayangkan pada tanggal 28 September 2023 di seluruh bioskop di Indonesia. Penayangannya merupakan sekuel dari film Petualangan Sherina yang ditayangkan pada tahun 2000. Film ini menarik perhatian generasi 90-an karena pada dasarnya merupakan film yang sangat familiar untuk generasi 90-an.

Sherina M. Darmawan yang diperankan oleh Sherina Munaf dan Saddam yang diperankan oleh Derby Romero dari dulu sampai saat ini ternyata masih melekat di hati penonton. Hal ini terlihat di CGV Padang pada tanggal 28 September kemarin banyak orang dewasa yang ikut menonton dan membawa anak mereka. Mungkin saja hal ini dilakukan oleh para orang tua muda untuk mengingat teman masa kecil mereka dan sekaligus mengenalkan pada anaknya.

Film Petualangan Sherina 2 ternyata sudah mulai dibicarakan semenjak tahun 2018. Hal ini bermula dari pembicaraan produser, Mira Lesmana yang ingin memproduksi kembali film ini dan menyampaikan niatnya pada Sherina Munaf. Namun, Sherina menyarankan kenapa tidak dibuatkan sekuelnya saja. Akhirnya, terwujudlah film berdurasi 114 menit ini. Petualangan Sherina ditulis Jujur Prananto dan Riri Riza yang sekaligus sutradara film Petualangan Sherina 1 dan 2. Sementara itu, Jujur Prananto mengawali karier sebagai penulis cerpen dan beberapa kali dinobatkan sebagai penulis cerpen terbaik kompas. Ia mulai dikenal pada saat menulis skenario film Ada Apa dengan Cinta pada tahun 2002 dan meraih anugerah Skenario Terpuji oleh Festival Film Bandung pada tahun 2002. Tidak hanya itu Jujur Prananto juga sudah banyak menghasilkan skenario untuk film-film sukses di Indonesia, di antaranya Cintapuccino (2007), Haji Backpacker (2014), Sule, Ay Need You (2012), dan lain-lain.

Film yang pada awalnya berjudul Petualangan Elmo dan Vera ini berganti judul menjadi film Petualangan Sherina karena dipengaruhi oleh nama besar Sherina sebagai penyanyi cilik pada saat itu. Untuk menarik perhatian masyarakat, proses branding tersebut berhasil. Hal lain disebabkan oleh cerita yang ditonjolkan pada film Petualangan Sherina yang dekat dengan kehidupan anak-anak pada zaman itu. Anak-anak bertengkar dengan temannya, lalu mereka menjadi dekat dan melakukan perjalanan bersama ke Observatium Bosscha dan kemudian bertemu dengan orang jahat yang memakai mobil jeep. Mobil jeep memang terkenal di kalangan anak kecil pada masa itu sebagai mobil penjahat. Kemudian, di setiap kesempatan Sherina dan Saddam selalu bernyanyi dan berjoget sehingga lagu “dia pikir, dia yang paling hebat, merasa paling kuat” atau lagu “betapa bahagianya, punya banyak teman, oh senangnya”. Lirik tersebut menjadi popular dan menjadi lagu yang selalu dinyanyikan anak-anak pada masa itu.

Anggapan bahwa film ini memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat, terutama bagi anak-anak pada saat itu terbukti dengan antusisme penonton film Petualangan Sherina 2. Pada hari pertama penayangan Petualangan Sherina 2 sudah tembus 256.286 penonton dan menjadi Indonesia’s Biggest Opening number 2023. Bahkan produsen tas Torch.id juga sudah berkolaborasi dengan film Petualangan Sherina 2 dengan membuat tas Petualangan Sherina yang digunakan oleh Sherina untuk ke Kalimantan dan sekarang sudah masuk Pre-Order yang ketiga. Tidak hanya tas itu, tetapi juga tas Canopus, Cappela, dan Vega yang merupakan 3 bintang paling terang dan disebutkan dalam film Petualangan Sherina 1. Bintang-bintang tersebut dinyanyikan oleh Sherina dan Saddam dalam film ke-2 dengan judul lagu Mengenang Bintang.

Jika Petualangan Sherina 1 dikaitkan dengan kehidupan anak kecil pada angkatan 90-an, Petualangan Sherina 2 dikaitkan dengan pekerjaan yang memang related dengan kehidupan generasi 90-an yang saat ini berusia 25 tahun ke atas. Beberapa hal yang terkait dengan generasi 90-an yang saat ini sudah mulai memasuki usia dewasa dan disinggung dalam film. Pertama terkait dengan pekerjaan. Sherina yang menjadi seorang jurnalis dan awalnya ditugaskan ke Swiss, tetapi tiba-tiba dipindahtugaskan ke Kalimantan untuk meliput orang utan Kalimantan. Hal ini biasa terjadi dalam dunia kerja. Banyak hal yang tiba-tiba tidak sesuai dengan keinginan dan rencana yang sudah ditetapkan, mau tidak mau juga harus dilakukan. Jika tidak mau mengerjakan, berarti resign. Hal ini juga yang disebutkan Sherina dalam dialog kepada ibunya. Kedua, terkait dengan pertemuan Sherina dengan Saddam. Hal yang ditanyakan Sherina kepada Saddam adalah terkait apakah dia sudah menikah atau belum. Hal ini juga sangat berkaitan dengan kehidupan generasi 90-an saat ini. Ketika bertemu teman lama atau orang sekitar maka ini adalah pertanyaan yang selalu diajukan kepada mereka setelah menanyakan kabar.

Selain hal di atas hal yang membuat generasi 90-an kembali mengenang masa lalu adalah lirik lagu yang dulu selalu dinyanyikan sekarang liriknya diubah sehingga membuat mereka mengenang kembali lirik yang sebelumnya. Seperti lirik pada lagu Nostalgia Bersama yang merupakan jawaban dari lagu Anak Mami yang dinyanyikan Sherina pada Petualangan Sherina 1.  Kemudian, lirik pada lagu Persahabatan yang dulu mereka nyanyikan dilanjutkan pada lagu Hari Kita Berdua. Salah satu lirik yang paling berkesan dari lagu ini adalah “Betapa bahagianya, punya banyak teman oh indahnya,” tetapi sekarang berganti menjadi “Betapa bahagianya, bersama berdua, betapa senangnya, betapa bahagianya denganmu lagi bertualang kembali.”

Keseruan Petualangan Sherina 2 juga dicurahkan penonton melalui sosial media. Salah satunya di Twitter atau sekarang dikenal dengan X. Salah satu akun yang menyuarakan tentang komentar terkait film ini adalah akun Habis Nonton Film, yang memiliki 351.878. pengikut. Akun tersebut menuliskan komentar seperti berikut,

“Petualangan Sherina 2 sukses ngasih pengalaman sinema yang magis. Gak sebatas nostalgia, tapi karakternta yang sudah ‘tumbuh’ dan makin kompleks, bikin perasaan menontonnya jadi relate dan hangat. Momen musikalnya bikin emosinya berlipat ganda. Bagus banget!”

Dengan demikian keseluruhan film ini membawa penonton pada ruang yang dulu ada dengan suasana yang berbeda. Film yang membawa penonton kembali pada momen 23 tahun lalu ini kembali berkesan di hati penonton. Jika mungkin 20 tahun lagi akan ada film Petualangan Sherina 3 mungkin genarasi 90-an akan kembali berbondong-bondong untuk menonton karena mereka menganggap film ini bagian dari diri mereka. Ketika bertemu dengan Sherina dan Saddam, mereka seperti kembali bertemu dengan teman lama yang dirindukan.

Tags: #Rizky Amelya Furqan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Representasi Medusa dalam Drama Mask Girl (2023)

Berita Sesudah

Cerpen “Senja di Mata Mona” Karya Muttaqin Kholis Ali dan Ulasannya oleh M. Adioska, M.Pd.

Berita Terkait

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Meneroka Sejarah Bahasa Indonesia Hingga Kini

Senin, 19/1/26 | 19:43 WIB

Oleh: Hilda Septriani (Dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran)   Tanggal 4 November 2025 menjadi tanggal bersejarah untuk bangsa Indonesia...

Jejak Peranakan Tionghoa dalam Sastra Indonesia

Dinamika Masyarakat dalam Tradisi Basapa

Minggu, 04/1/26 | 22:15 WIB

Oleh: Hasbi Witir (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Setiap bulan Safar dalam kalender Hijriah, Ulakan di Pariaman,...

Perubahan Makna Cerita Rakyat di Era Digital

Gambaran Berlin Era 1920-an pada Roman Emil und die Detektive

Minggu, 04/1/26 | 22:05 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)   Latar tempat merupakan salah satu unsur...

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Minggu, 04/1/26 | 21:31 WIB

Oleh: Hilda Septriani (Dosen di Program Studi Sastra Jerman, Universitas Padjadjaran)   Karya sastra merupakan salah satu bentuk karya seni...

Menggali Citra Feminisme dalam Fotografi di Instagram @darwistriadiartgallery

Menggali Citra Feminisme dalam Fotografi di Instagram @darwistriadiartgallery

Minggu, 28/12/25 | 20:13 WIB

Oleh: Aldrizi Salsabila 1; Ike Revita 2; Fajri Usman 3; Sawirman 4 (Mahasiswa dan Dosen Program Studi Magister Linguistik, Fakultas...

Belenggu Perempuan pada Cerpen “Sepasang Mata Dinaya yang Terpenjara” Kritik Feminis

Belenggu Perempuan pada Cerpen “Sepasang Mata Dinaya yang Terpenjara” Kritik Feminis

Minggu, 28/12/25 | 19:58 WIB

Oleh: Fatin Fashahah (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)    Semua pekerjaan yang tiada habisnya itu akan...

Berita Sesudah
Cerpen “Senja di Mata Mona” Karya Muttaqin Kholis Ali dan Ulasannya oleh M. Adioska, M.Pd.

Cerpen "Senja di Mata Mona" Karya Muttaqin Kholis Ali dan Ulasannya oleh M. Adioska, M.Pd.

Discussion about this post

POPULER

  • Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

    Firdaus Kembali Pimpin PKB Sumbar, Optimis Bawa PKB Capai Puncak pada Pemilu Mendatang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPP PKB Tetapkan Kepengurusan DPW PKB Sumbar Periode 2026–2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HI UNAND dan Muhammadiyah Sumbar Bahas ABS-SBK dan Global Values

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Komitmen Dukung Percepatan Pembebasan Lahan Sukseskan PSN di Kota Padang.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024