Kamis, 18/6/26 | 06:00 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Singkatan dan Akronim Mata Kuliah di Prodi Sastra Indonesia Universitas Andalas

Minggu, 03/5/26 | 22:02 WIB

Oleh: Annisa Aulia Amanda 
(Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)

 

Mahasiswa sebagai bagian dari komunitas akademik memiliki kecenderungan untuk menciptakan bentuk komunikasi yang efisien, cepat, dan praktis. Dalam interaksi sehari-hari, terutama di lingkungan perkuliahan, mahasiswa membutuhkan penyampaian informasi yang ringkas tanpa menimbulkan ambiguitas. Oleh karena itu, mahasiswa sering memanfaatkan bentuk-bentuk pemendekan yang umumnya dipahami oleh kalangan mahasiswa tersebut. Fenomena ini juga terlihat pada mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia di Universitas Andalas, khususnya dalam penyebutan nama-nama mata kuliah yang seringkali mengalami pemendekan atau disebut juga dengan abreviasi.

BACAJUGA

Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

Minggu, 14/6/26 | 22:37 WIB
Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Membaca Sapardi dan Seni Berdamai dengan Kefanaan

Minggu, 14/6/26 | 22:24 WIB

Kridalaksana (2010) berpendapat bahwa abreviasi adalah proses penanggalan bagian kata atau gabungan kata sehingga tercipta bentuk baru serupa kata. Sejalan dengan itu, Chaer (2014) dengan menggunakan istilah pemendekan berpendapat bahwa proses penanggalan yang dilakukan untuk mendapat sebuah bentuk singkat yang masih memiliki makna bentuk utuhnya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa abreviasi adalah proses pembentukan kata dengan cara menanggalkan sebagian kata atau gabungan kata sehingga menghasilkan bentuk baru yang lebih singkat tanpa menghilangkan makna bentuk utuhnya.

Dalam kajian linguistik, abreviasi memiliki beberapa jenis. Chaer (2014) mengelompokkan abreviasi menjadi tiga jenis, yaitu penggalan, singkatan, dan akronim. Sementara itu, Kridalaksana (2010) berpendapat bahwa abreviasi terdiri atas lima jenis, yaitu singkatan, penggalan, akronim, kontraksi, dan lambang huruf. Perbedaan masing-masingnya dapat dilihat sebagai berikut.

  • Singkatan adalah pemendekan dengan gabungan huruf yang ditulis atau dieja huruf demi huruf, contohnya DP dari Drop Out.
  • Penggalan adalah pemendekan dengan mengekalkan salah satu bagian kata, contohnya Prof dari Profesor.
  • Akronim adalah pemendekan dengan menggabungkan huruf atau suku kata dengan huruf atau suku kata yang lain yang dilafalkan serupa kata, contohnya Unand dari Universitas Andalas.
  • Kontraksi adalah pemendekan dengan meringkas kata atau gabungan kata sehingga mengalami perubahan bunyi, contohnya tak dari tidak.
  • Lambang huruf adalah pemendekan dengan pengekalan huruf atau gabungan huruf yang mewakili konsep tertentu (kuantitas, satuan, unsur), contohnya L dari liter.

Dalam praktiknya, penggunaan abreviasi pada nama-nama mata kuliah di Program Studi Sastra Indonesia Universitas Andalas didominasi oleh bentuk singkatan dan akronim. Hal ini disebabkan oleh sifat kedua jenis tersebut yang relatif mudah diingat, diucapkan, dan digunakan dalam komunikasi lisan maupun tulisan. Berikut ini beberapa contoh singkatan dan akronim yang digunakan beserta proses pembentukan yang terjadi di baliknya.

IAD
IAD adalah singkatan dari Ilmu Alamiah Dasar. IAD terbentuk dengan proses pengekalan huruf pertama tiap komponen. Huruf i dari komponen pertama ilmu, huruf a dari komponen kedua alamiah, dan huruf d dari komponen ketiga dasar. Dari proses tersebut, terbentuk IAD yang lebih pendek daripada Ilmu Alamiah Dasar.

PLU
PLU adalah singkatan dari Pengantar Linguistik Umum. PLU terbentuk dengan proses pengekalan huruf pertama tiap komponen. Huruf p dari komponen pertama pengantar, huruf l dari komponen kedua linguistik, dan huruf u dari komponen ketiga umum. Dari proses tersebut, terbentuk PLU yang lebih pendek daripada Pengantar Linguistik Umum.

Anawa
Anawa adalah akronim dari Analisis Wacana. Anawa terbentuk dengan proses pengekalan dua suku kata pertama komponen pertama dan pengekalan suku kata pertama komponen kedua. Dua suku kata pertama ana dari komponen pertama analisis dan suku kata pertama wa dari komponen kedua wacana. Dari proses tersebut, terbentuk Anawa yang lebih pendek daripada Analisis Wacana.

Antrosen
Antrosen adalah akronim dari Antropologi Seni. Antrosen terbentuk dengan proses pengekalan dua suku kata pertama komponen pertama dan pengekalan tiga huruf pertama komponen kedua. Dua suku kata pertama antro dari komponen pertama antropologi dan tiga huruf pertama sen dari komponen kedua seni. Dari proses tersebut, terbentuk Antrosen yang lebih pendek daripada Antropologi Seni.

Bakor
Bakor adalah akronim dari Bahasa Korea. Bakor terbentuk dengan proses pengekalan suku kata pertama komponen pertama dan pengekalan tiga huruf pertama komponen kedua. Suku kata pertama ba dari komponen pertama bahasa dan tiga huruf pertama kor dari komponen kedua korea. Dari proses tersebut, terbentuk Bakor yang lebih pendek daripada Bahasa Korea.

LHK
LHK adalah singkatan dari Linguistik Historis Komparatif. LHK terbentuk dengan proses pengekalan huruf pertama tiap komponen. Huruf pertama l dari komponen pertama linguistik, huruf pertama h dari komponen kedua historis, dan huruf pertama k dari komponen ketiga komparatif. Dari proses tersebut, terbentuk LHK yang lebih pendek daripada Linguistik Historis Komparatif.

MPL
MPL adalah singkatan dari Metode Penelitian Linguistik. MPL terbentuk dengan proses pengekalan huruf pertama tiap komponen. Huruf pertama m dari komponen pertama metode, huruf pertama p dari komponen kedua penelitian, dan huruf pertama l dari komponen ketiga linguistik. Dari proses tersebut, terbentuk MPL yang lebih pendek daripada Metode Penelitian Linguistik.

MPK
MPK adalah singkatan dari Metode Penelitian Kesusastraan. MPK terbentuk dengan proses pengekalan huruf pertama tiap komponen. Huruf pertama m dari komponen pertama metode, huruf pertama p dari komponen kedua penelitian, dan huruf pertama k dari komponen ketiga kesusastraan. Dari proses tersebut, terbentuk MPK yang lebih pendek daripada Metode Penelitian Kesusastraan.

Semli
Semli adalah akronim dari Seminar Linguistik. Semli terbentuk dengan proses pengekalan tiga huruf pertama komponen pertama dan suku kata pertama komponen kedua. Tiga huruf pertama sem dari komponen pertama seminar dan suku kata pertama li dari komponen kedua linguistik. Dari proses tersebut, terbentuk Semli yang lebih pendek daripada Seminar Linguistik.

Semsas
Semsas adalah akronim dari Seminar Sastra. Semsas terbentuk dengan proses pengekalan tiga huruf pertama komponen pertama dan suku kata pertama komponen kedua. Tiga huruf pertama sem dari komponen pertama seminar dan suku kata pertama sas dari komponen kedua sastra. Dari proses tersebut, terbentuk Semsas yang lebih pendek daripada Seminar Sastra.

Berdasarkan paparan tersebut, dapat dilihat bahwa penggunaan singkatan dan akronim dalam penamaan mata kuliah di Program Studi Sastra Indonesia Universitas Andalas merupakan wujud nyata dari adaptasi bahasa terhadap tuntutan komunikasi yang efisien dan praktis di kalangan mahasiswa. Selain itu, variasi proses pembentukan yang ditemukan tidak hanya mencerminkan kreativitas penutur, tetapi juga memperlihatkan sifat bahasa yang dinamis dan senantiasa berkembang mengikuti kebutuhan komunikatif penggunanya. Lebih lanjut, fenomena abreviasi ini tidak terbatas pada lingkup Program Studi Sastra Indonesia Universitas Andalas semata, melainkan juga berpotensi ditemukan pada berbagai program studi dan institusi pendidikan lainnya.

Padang, Sabtu, 25 April 2026

Tags: Annisa Aulia Amanda
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Wawako Padang Maigus Nasir Jadi Pembina Upacara Hardiknas dan Hari Otoda

Berita Sesudah

Sumpah Pemuda: Tonggak Perkembangan Sastra Indonesia

Berita Terkait

Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

Minggu, 14/6/26 | 22:37 WIB

Oleh: Satria Efendi Tuanku Kuniang (Ulama dan Tokoh Nahdlatul Ulama Sumatera Barat)   Nahdlatul Ulama (NU) sedang berada di sebuah...

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Membaca Sapardi dan Seni Berdamai dengan Kefanaan

Minggu, 14/6/26 | 22:24 WIB

Oleh: Hilda Septriani (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran)   Pada masa ini, ada puisi yang justru berbahaya karena tampak...

Ketika Rupa Menjadi Stigma Sosial: Labeling dalam Novel “Dawuk”

Ketika Rupa Menjadi Stigma Sosial: Labeling dalam Novel “Dawuk”

Minggu, 14/6/26 | 22:16 WIB

Oleh: Nayla Aprilia (Mahasiswi Prodi Sastra Indonesia, Universitas Andalas, Padang)   Di tengah masyarakat, penampilan fisik sering kali menjadi dasar...

Batu dan Zaman

Memakanai Ulang Kata “Kecubung” dalam Dongeng

Minggu, 14/6/26 | 21:59 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Kecubung (Datura metel) merupakan sejenis tumbuhan dengan bunga...

Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

Minggu, 31/5/26 | 23:50 WIB

Oleh: Najwa Maliha Zharfa (Mahasiswa Prodi S1 Akuntansi dan Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia Universitas Andalas)   Siapa yang tidak mengenal...

Gaya Bahasa dalam Lagu, Teater, dan Cerpen Kajian Stilistika

Kue Asida: Makanan Para Raja Riau yang Hampir Punah

Minggu, 31/5/26 | 23:45 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif)...

Berita Sesudah
Abreviasi pada Perjanjian Kinerja Damkar Kabupaten Bengkalis

Sumpah Pemuda: Tonggak Perkembangan Sastra Indonesia

POPULER

  • PKB Umumkan Susunan KSB DPC se-Sumbar

    PKB Umumkan Susunan KSB DPC se-Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Minta SPPG se Kota Padang Persiapkan Diri Hadapi Sistem Penilaian atau Grading dari Badan Gizi Nasional (BGN)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meninjau Kembali Ejaan Jepang dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Ganti Engkau, Kau, Dia, dan Ia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026