Jumat, 20/2/26 | 21:48 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Mempertimbangkan Untuk Tidak Tidur dalam Perjalanan

Minggu, 18/6/23 | 16:41 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia)

Adakah obat agar tidak mabuk dalam perjalanan yang lebih manjur dibandingkan tidur? Begitu tanya seorang teman yang selalu tidur saat dalam perjalanan. Hampir setiap perjalanan entah itu dekat atau jauh, baik dalam kota maupun luar provinsi ia selalu ketiduran.

Alasannya adalah karena ia sering pusing kalau terlalu lama di dalam mobil, entah itu kondisi jalan lurus atau banyak tikungan. Jika dipaksa juga ikut dalam bepergian, ia selalu minta duduk di depan. Namun begitu, masih tetap merasa pusing walau tidak sampai mual.

Kebiasaannya itu pun menulur ke beberapa rekan lainnya. Dalam beberapa rute perjalanan, hampir semuanya menjadi mual. Hal tiu dikarenakan melihat dan mendengar suara mual dari rekan tersebut.

Dalam beberapa artikel daring yang saya baca, ada beberapa penyebab dari seseorang mengalami mabuk dalam perjalanan. Hal itu dipicu oleh terganggunya sistem pengaturan posisi dan keseimbangan tubuh di dalam otak dan bagian telinga dalam. Sebab, telinga dalam dan otak merupakan pusat pengeatur keseimbangan dan posisi tubuh.

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Dalam suatu kesempatan perjalanan, saya menemukan seorang rekan menjadi mual akibat terlalu lama menonton di layar smartphone. Sebelum perjalanan kondisinya sehat dan bugar, dan tidak punya riwayat sering mual dalam perjalanan darat. Merujuk pada penyebab mabuk darat tadi, mungkin saja akibat ketidakselarasan di antara telinga ataupun mata rekan tersebut.

Pada kasus ini, saya pun pernah mengalaminya. Namun, saat itu rute perjalanan yang saya tempuh terlalu banyak tikungan dan posisi duduk di bagian belakang (baris tiga tipe mini bus). Rasa pusing dan mualnya itu masih belum hilang walau sudah sejam lebih tiba di tujuan.

Kembali pada pertanyaan awal tadi yaitu tidur sebagai obat manjur mengatasi mabuk perjalanan darat. Setidaknya, selama saya menempuh perjalanan bersama rekan itu cara itu selalu ampuh. Saya tidak pernah melihat ia mual selama ia selalu tidur sampai tujuan pemberhentian. Paling tidak, ia akan bangun kalau kendaraan itu berhenti lama seperti pemberhentian makan.

Hal menariknya, dalam perjalanan ke luar kota saya dan rekan-rekan tidur. Sebelumnya, kami sudah membuat kesepakatan selama perjalanan tidur dan akan bangun saat pemberhentian makan atau tiba di lokasi tujuan. Benar-benar membiarkan sopir sendirian tanpa ada yang menemina bicara.

Saya yakin rekan yang bertugas mengemudi saat itu kesal. Buktinya, saat berhenti di salah satu warung makan ia tidak membangunkan kami yang ketiduran. Saya curiga ia berhenti dan makan dengan sendiri. Saya kira ini harus menjadi pertimbangan untuk tidak tidur meningglkan rekan mengemudi sendirian.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Untung Ada Kata “Tempat …”

Berita Sesudah

Naik Kano di Pantai Drini Yogyakarta

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Hujan selalu punya cara sederhana untuk membuat saya berhenti sejenak. Di antara rintik yang...

Berita Sesudah

Naik Kano di Pantai Drini Yogyakarta

Discussion about this post

POPULER

  • Rapat kerja Pimpinan DPRD Kota Padang bersama Pemko Padang berjalan serius dan khidmat

    DPRD Kota Padang Gelar Sosialisasi Mekanisme Pokir Bersama Pemko Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasangan Kata “Bukan” dan “Tidak” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024