Senin, 01/6/26 | 11:03 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Harusnya Begitu, Jangan Begini

Minggu, 16/4/23 | 13:05 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

Sering saya dibuat bingung dengan permintaan yang rumit dan aneh. Tentu kejadian serupa itu selalu mengundang stres. Tidak jarang pula momen-momen begitu sering memicu asam lambung naik.

Ini sebenarnya terjadi dalam berbagai hal, mulai dari kerjaan hingga rutinitas harian. Selalu ada saja permintaan rumit. Permintaan yang bila tidak dituruti bakal berujung umpatan atau penyesalan.

Sabar? Jangan ditanya lagi. Kesal? Sudah pasti! Kira-kira begitu jawaban spontan terucap dari kekesalan yang terjadi.

Lain lagi bila permintaan itu datang dari yang terkasih, bisa saja keluarga atau karib kerabat. Mungkin juga boleh disebut permintaan “rumit”. Ingat, saya menulisnya menggunakan tanda petik.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

Tentu permintaan rumit itu menyebalkan dan bikin kesal. Berbeda dengan “rumit” yang berpotensi tidak menyenangkan. Bikin kesal dengan berpotensi tidak menyenangkan bagi saya dua hal berbeda.

Bagi saya, rumit dan “rumit” itu serupa tapi tak sama. Seperti sebuah argumen yang menyatakan bahwa suatu benda itu berwarna hitam. Kemudian, muncul pendapat lain yang mengatakan kalau benda itu bukan berwarna putih.

Poin kesamaanya adalah sama-sama dibutuhkan kewarasan dan kesabaran. Kewarasan berpikir diperlukan untuk memahami maksud permintaan. Sedangkan kesabaran dibutuhkan dalam mengeksekusinya.

“Ringan-ringan berat” begitu guyonan untuk memenuhinya. Humor sangat diperlukan, setidaknya itu berguna bagi saya sebagai “peredam” asam lambung. Bahaya bila tidak diredam, bisa-bisa permintaan tidak terpenuhi.

Seperti apa permintaan rumit dan “rumit” itu? Ini yang menjadi pertanyaan mendasar dari awal pembahasan ini ditulis. Pertanyaan yang saya kira berpotensi menjadi poin pembahasan tersediri pula.

Untuk menuliskan seperti apa kalimat permintaan rumit dan “rumit” itu saya masih ‘trauma”. Saking begitu rumitnya permintaan itu untuk diingat, sampai “trauma” untuk menuliskannya. Itu selalu muncul dimulai saat mencoba mengingatnya.

Namun, ada hal yang mudah untuk diingat sebagai penanda bagi keduanya. Hal itu menjadi langkah aman pula agar kedua permintaan itu tetap terkenang dan asam lambung tetap aman. Hal itu adalah “muara” dari hasil permintaan itu.

Kenapa begitu? Sejauh yang saya alami, sebagian besar permintaan itu jarang terpenuhi dengan sempurna. Selalu ada yang kurang, walau sekecil apa pun bentuknya.

Kalau tidak sempurna tentu sudah barang pasti tidak sesuai permintaan. Jika sudah begitu, ada indikator hal yang dilakukan menjadi percuma, sia-sia saja. Tentu ini sungguh menyedihkan.

Seolah semua yang sudah dilakukan itu terkesan main-main, tidak serius. Padahal harus “jungkir-balik” pula otak ini untuk memahami setiap detail permintaan itu. Terkadang “Berasap” pula kepala ini dibuatnya.

Apa gerangan yang membuat itu atau paling tidak terkesan terjadi? Sebuah kalimat yang mampu membuat rutinitas yang sedang dilakukan berhenti seketika. Harusnya begitu, bukan begini!

Memang sulit untuk dapat menyenang semua orang. Tapi paling tidak semua orang tentu punya potensi untuk saling berbagi hal menyenangkan kepada siapa pun.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Diriku dan Keterlambatan

Berita Sesudah

E-Sport Bijak dalam Kurikulum Merdeka

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Belakangan ini, saya menyadari bahwa kehidupan modern sering melekat pada benda-benda kecil yang selalu...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada banyak benda kecil yang sering diremehkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengisi daya, atau...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Perkembangan teknologi informasi membuat banyak aktivitas akademik menjadi lebih praktis. Laptop, tablet, dan berbagai...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Dari Niat ke Langkah Pagi

Minggu, 03/5/26 | 18:17 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Pagi bagi saya bukan ajakan yang mudah untuk segera bergerak, tetapi selalu memberi kesempatan...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Berita Sesudah
E-Sport Bijak dalam Kurikulum Merdeka

E-Sport Bijak dalam Kurikulum Merdeka

Discussion about this post

POPULER

  • Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

    Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kue Asida: Makanan Para Raja Riau yang Hampir Punah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kebebasan Perempuan dalam Film “Gowok” Analisis Semiotika Christian Metz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manusia yang Selalu Kekurangan Tiga Puluh Peso

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026