Jumat, 17/4/26 | 03:14 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Harusnya Begitu, Jangan Begini

Minggu, 16/4/23 | 13:05 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

Sering saya dibuat bingung dengan permintaan yang rumit dan aneh. Tentu kejadian serupa itu selalu mengundang stres. Tidak jarang pula momen-momen begitu sering memicu asam lambung naik.

Ini sebenarnya terjadi dalam berbagai hal, mulai dari kerjaan hingga rutinitas harian. Selalu ada saja permintaan rumit. Permintaan yang bila tidak dituruti bakal berujung umpatan atau penyesalan.

Sabar? Jangan ditanya lagi. Kesal? Sudah pasti! Kira-kira begitu jawaban spontan terucap dari kekesalan yang terjadi.

Lain lagi bila permintaan itu datang dari yang terkasih, bisa saja keluarga atau karib kerabat. Mungkin juga boleh disebut permintaan “rumit”. Ingat, saya menulisnya menggunakan tanda petik.

BACAJUGA

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

Tentu permintaan rumit itu menyebalkan dan bikin kesal. Berbeda dengan “rumit” yang berpotensi tidak menyenangkan. Bikin kesal dengan berpotensi tidak menyenangkan bagi saya dua hal berbeda.

Bagi saya, rumit dan “rumit” itu serupa tapi tak sama. Seperti sebuah argumen yang menyatakan bahwa suatu benda itu berwarna hitam. Kemudian, muncul pendapat lain yang mengatakan kalau benda itu bukan berwarna putih.

Poin kesamaanya adalah sama-sama dibutuhkan kewarasan dan kesabaran. Kewarasan berpikir diperlukan untuk memahami maksud permintaan. Sedangkan kesabaran dibutuhkan dalam mengeksekusinya.

“Ringan-ringan berat” begitu guyonan untuk memenuhinya. Humor sangat diperlukan, setidaknya itu berguna bagi saya sebagai “peredam” asam lambung. Bahaya bila tidak diredam, bisa-bisa permintaan tidak terpenuhi.

Seperti apa permintaan rumit dan “rumit” itu? Ini yang menjadi pertanyaan mendasar dari awal pembahasan ini ditulis. Pertanyaan yang saya kira berpotensi menjadi poin pembahasan tersediri pula.

Untuk menuliskan seperti apa kalimat permintaan rumit dan “rumit” itu saya masih ‘trauma”. Saking begitu rumitnya permintaan itu untuk diingat, sampai “trauma” untuk menuliskannya. Itu selalu muncul dimulai saat mencoba mengingatnya.

Namun, ada hal yang mudah untuk diingat sebagai penanda bagi keduanya. Hal itu menjadi langkah aman pula agar kedua permintaan itu tetap terkenang dan asam lambung tetap aman. Hal itu adalah “muara” dari hasil permintaan itu.

Kenapa begitu? Sejauh yang saya alami, sebagian besar permintaan itu jarang terpenuhi dengan sempurna. Selalu ada yang kurang, walau sekecil apa pun bentuknya.

Kalau tidak sempurna tentu sudah barang pasti tidak sesuai permintaan. Jika sudah begitu, ada indikator hal yang dilakukan menjadi percuma, sia-sia saja. Tentu ini sungguh menyedihkan.

Seolah semua yang sudah dilakukan itu terkesan main-main, tidak serius. Padahal harus “jungkir-balik” pula otak ini untuk memahami setiap detail permintaan itu. Terkadang “Berasap” pula kepala ini dibuatnya.

Apa gerangan yang membuat itu atau paling tidak terkesan terjadi? Sebuah kalimat yang mampu membuat rutinitas yang sedang dilakukan berhenti seketika. Harusnya begitu, bukan begini!

Memang sulit untuk dapat menyenang semua orang. Tapi paling tidak semua orang tentu punya potensi untuk saling berbagi hal menyenangkan kepada siapa pun.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Diriku dan Keterlambatan

Berita Sesudah

E-Sport Bijak dalam Kurikulum Merdeka

Berita Terkait

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Berita Sesudah
E-Sport Bijak dalam Kurikulum Merdeka

E-Sport Bijak dalam Kurikulum Merdeka

Discussion about this post

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tim Lupak Polres Dharmasraya Sikat 5 Pelaku Narkoba di Sungai Kambut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriah! Dharmasraya Gelar CFD dan Bazaar UMKM 18–19 April

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 65 Kandidat Ketua DPC PKB se-Sumbar Bakal Ikuti UKK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026