Senin, 02/11/26 | 23:40 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Hujan Lebat Mengintai Sumbar hingga 10 November, Lima Daerah Masuk Kategori Siaga

Senin, 02/11/26 | 22:11 WIB

Padang, Scientia — Ancaman hujan dengan intensitas sedang hingga lebat membayangi sejumlah wilayah di Sumatera Barat pada awal November 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahkan menetapkan lima kabupaten dan kota dalam kategori siaga karena berpotensi mengalami curah hujan mencapai 200–300 milimeter dalam satu dasarian.

Menghadapi potensi tersebut, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang tinggal di kawasan rawan banjir, tanah longsor, dan sepanjang daerah aliran sungai (DAS).

Imbauan itu disampaikan menyusul peringatan dini cuaca dan iklim BMKG untuk Dasarian I November 2026, yang mencakup periode 1–10 November. Mahyeldi mengatakan, potensi hujan lebat perlu diantisipasi sejak dini untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir, tanah longsor, dan daerah aliran sungai. Kondisi cuaca ini perlu menjadi perhatian bersama agar kita dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan sejak dini,” ujar Mahyeldi di Padang, Senin, (2/10).

Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi hujan sedang hingga lebat terjadi dalam tiga periode. Pada 1–3 November, hujan berpotensi mengguyur Kabupaten Pesisir Selatan, Sijunjung, Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, Kepulauan Mentawai, Dharmasraya, Solok Selatan, Pasaman Barat, Kota Padang, dan Kota Pariaman.

BACAJUGA

Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

Minggu, 01/11/26 | 01:48 WIB
Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

Minggu, 01/11/26 | 01:32 WIB

Potensi tersebut berlanjut pada 4–6 November di sejumlah wilayah yang sama, termasuk Kabupaten Solok. Sementara pada 7–10 November, cakupan wilayah berpotensi hujan meluas ke sejumlah daerah lain di Sumbar.

Peringatan BMKG juga menunjukkan sebagian besar kabupaten dan kota di Sumbar masuk kategori waspada dengan potensi curah hujan 150–200 milimeter per dasarian.

Adapun lima daerah yang masuk kategori siaga adalah Kabupaten Agam, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kota Padang Panjang, dan Kota Padang. Kelima daerah tersebut diperkirakan mengalami curah hujan 200–300 milimeter dalam periode sepuluh hari.

Mahyeldi menyebutkan, hingga saat ini belum ada daerah yang diperkirakan mengalami curah hujan di atas 300 milimeter atau masuk kategori awas. Namun, kondisi tersebut bukan alasan untuk mengendurkan kesiapsiagaan.

“Sementara belum ada daerah yang diperkirakan mengalami potensi curah hujan di atas 300 milimeter atau kategori awas. Kendati demikian, kesiapsiagaan tentu perlu terus dilakukan,” katanya.

Ia meminta masyarakat tidak mengabaikan perubahan kondisi cuaca, terutama ketika hujan berintensitas tinggi berlangsung dalam waktu cukup lama. Warga yang tinggal di kawasan perbukitan dan dekat aliran sungai diminta mewaspadai kemungkinan longsor, banjir, hingga banjir bandang.

Mahyeldi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil risiko saat menghadapi kondisi cuaca buruk. Warga diminta menghindari jalan yang tergenang, tidak melintasi kawasan rawan longsor ketika hujan lebat, serta segera mencari tempat aman jika menemukan tanda-tanda awal bencana.

“Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri melintasi jalan yang tergenang, menghindari kawasan rawan longsor ketika hujan lebat, serta segera mencari tempat aman apabila melihat tanda-tanda potensi bencana,” ujarnya.

Selain mengimbau masyarakat, Mahyeldi meminta pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem. Perangkat daerah terkait diminta memperkuat koordinasi dengan BMKG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sekaligus memastikan kesiapan personel dan peralatan penanggulangan bencana.

Menurut dia, langkah antisipasi tidak cukup dilakukan setelah bencana terjadi. Pemerintah daerah perlu memastikan mekanisme kesiapsiagaan berjalan, sehingga potensi dampak cuaca ekstrem dapat ditekan dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas.

Mahyeldi berharap pemerintah dan masyarakat terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG serta mengikuti arahan petugas di lapangan.(yrp)

Tags: AdpsbBMKGHujanMahyeldi
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Setelah Gelas Kosong

Berita Terkait

Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

Minggu, 01/11/26 | 01:48 WIB

Padang Pariaman, Scientia — Keberhasilan pendidikan tidak semestinya diukur dari kemampuan seluruh peserta didik mencapai standar yang sama. Setiap anak...

Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

Minggu, 01/11/26 | 01:32 WIB

Padang, Scientia — Rumah sakit tidak cukup hanya mengandalkan kelengkapan fasilitas dan kecanggihan teknologi untuk meningkatkan pendapatan. Kualitas pelayanan, keselamatan...

Lampu Jalan Padam di Dharmasraya, Reviu BPKP Ada Potensi Ketidakwajaran Proyek

Perkuat Sinergi Hukum, Pemkab Dharmasraya Perpanjang Kerja Sama dengan Kejari

Jumat, 30/10/26 | 20:09 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memperbarui dan memperpanjang kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Dharmasraya, khususnya dalam penanganan dan penyelesaian...

Perempuan Bangsa Sumbar Soroti PPN Pembalut, Cempaka Tanjung: Kebutuhan Menstruasi Bukan Barang Mewah

Perempuan Bangsa Sumbar Soroti PPN Pembalut, Cempaka Tanjung: Kebutuhan Menstruasi Bukan Barang Mewah

Jumat, 30/10/26 | 20:04 WIB

Padang, Scientia.id - Kebijakan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap produk pembalut wanita kembali menjadi perhatian publik setelah ramai diperbincangkan...

Bupati Annisa Percepat Pembangunan Asam Jujuhan, Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas

Bupati Annisa Percepat Pembangunan Asam Jujuhan, Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas

Kamis, 29/10/26 | 20:11 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani mendorong pembangunan infrastruktur di Kecamatan Asam Jujuhan senilai Rp14 Miliar lebih melalui...

Hadapi Ancaman Banjir, Pemkab Dharmasraya Cek Kesiapan Armada dan Logistik BPBD

Hadapi Ancaman Banjir, Pemkab Dharmasraya Cek Kesiapan Armada dan Logistik BPBD

Kamis, 29/10/26 | 20:07 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Menanggapi peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Sumatera Barat yang diperkirakan...

POPULER

  • Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

    Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komisi V DPRD Sumbar Matangkan Pembahasan Ranperda Keolahragaan 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perempuan dan Kisah Tak Sampai pada “Gadis Kretek”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hujan Lebat Mengintai Sumbar hingga 10 November, Lima Daerah Masuk Kategori Siaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026