Minggu, 01/11/26 | 03:03 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

Minggu, 01/11/26 | 01:48 WIB

Padang Pariaman, Scientia — Keberhasilan pendidikan tidak semestinya diukur dari kemampuan seluruh peserta didik mencapai standar yang sama. Setiap anak memiliki bakat, karakter, dan kecepatan belajar berbeda. Karena itu, guru dituntut mampu mengenali potensi masing-masing siswa, bukan justru menempatkan kegagalan belajar sebagai kelemahan peserta didik.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah menegaskan, bahwa pendidikan harus memberi ruang bagi setiap anak untuk tumbuh sesuai kemampuan dan keunggulan dirinya. Guru memiliki tanggung jawab penting untuk mengarahkan proses tersebut melalui pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

“Pendidikan harus mampu menggali dan mengembangkan potensi setiap peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, dan memiliki keunggulan sesuai bakat serta kemampuannya masing-masing,” kata Mahyeldi saat menjadi narasumber Seminar Nasional dalam rangka peringatan 100 tahun Institut Nasional Sjafei (INS) Kayutanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu, (31/10).

Menurut Mahyeldi, pola pendidikan yang menyeragamkan kemampuan siswa tidak sejalan dengan hakikat pendidikan. Perbedaan karakteristik dan potensi semestinya menjadi pertimbangan guru dalam menentukan pendekatan pembelajaran.

BACAJUGA

Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

Minggu, 01/11/26 | 01:32 WIB
Lampu Jalan Padam di Dharmasraya, Reviu BPKP Ada Potensi Ketidakwajaran Proyek

Perkuat Sinergi Hukum, Pemkab Dharmasraya Perpanjang Kerja Sama dengan Kejari

Jumat, 30/10/26 | 20:09 WIB

Dalam proses belajar mengajar, guru tidak cukup hanya menyampaikan materi dan mengukur kemampuan siswa melalui hasil evaluasi. Guru juga harus jeli mengamati kecenderungan, bakat, serta kebutuhan setiap anak. Dengan begitu, kesulitan belajar tidak serta-merta dianggap sebagai ketidakmampuan peserta didik.

Mahyeldi menilai, pendidikan pada dasarnya merupakan proses menumbuhkan, mengembangkan, memfasilitasi, sekaligus melindungi potensi yang dimiliki setiap individu. Guru berperan sebagai pengarah yang merangsang motivasi dan membuka kesempatan agar kemampuan anak berkembang secara optimal.

Karena itu, ia mengajak insan pendidikan untuk kembali menggali pemikiran tokoh pendidikan Sumatera Barat, terutama Engku Mohammad Sjafei. Pendiri INS Kayutanam tersebut meletakkan dasar pendidikan yang menekankan kemandirian, kreativitas, dan pembentukan karakter.

Mahyeldi mengatakan, Sumatera Barat memiliki sejarah panjang dalam perkembangan pendidikan nasional. Banyak tokoh bangsa lahir dari daerah ini dan memberikan kontribusi dalam berbagai bidang.

“Sumbar memiliki sejarah panjang dalam perkembangan pendidikan nasional. Itu ditandai dengan banyak lahirnya tokoh bangsa dari Sumbar,” ujarnya.

Ia berharap, warisan sejarah dan intelektual tersebut tidak berhenti sebagai kebanggaan masa lalu. Penguatan pendidikan, menurut dia, perlu dilakukan dengan membangun kembali hubungan ranah dan rantau serta memperkenalkan kiprah tokoh-tokoh Minangkabau yang telah berkontribusi hingga tingkat internasional.

“Momentum satu abad INS Kayutanam ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk memperkuat sektor pendidikan di Sumbar,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan INS Kayutanam, Fasli Jalal mengatakan, Engku Mohammad Sjafei dan Ki Hajar Dewantara memiliki semangat serupa dalam memerdekakan bangsa melalui pendidikan. Keduanya memandang pendidikan sebagai jalan membangun manusia yang mandiri dan berkarakter.

Menurut Fasli, pemikiran Engku Mohammad Sjafei menempatkan pengembangan potensi individu, kemandirian, dan kebudayaan sendiri sebagai fondasi pendidikan. Nilai-nilai tersebut dinilai tetap relevan untuk menjawab tantangan pendidikan saat ini.

Ia berharap, pemikiran Sjafei terus diterapkan dan dikembangkan, sehingga INS Kayutanam tidak hanya menjadi bagian dari sejarah pendidikan nasional, tetapi juga mampu memberikan kontribusi lebih luas bagi kemajuan bangsa dan dunia.(yrp)

Tags: AdpsbIns KayutanamMahyeldi
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

Berita Terkait

Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

Minggu, 01/11/26 | 01:32 WIB

Padang, Scientia — Rumah sakit tidak cukup hanya mengandalkan kelengkapan fasilitas dan kecanggihan teknologi untuk meningkatkan pendapatan. Kualitas pelayanan, keselamatan...

Lampu Jalan Padam di Dharmasraya, Reviu BPKP Ada Potensi Ketidakwajaran Proyek

Perkuat Sinergi Hukum, Pemkab Dharmasraya Perpanjang Kerja Sama dengan Kejari

Jumat, 30/10/26 | 20:09 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Pemerintah Kabupaten Dharmasraya memperbarui dan memperpanjang kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Dharmasraya, khususnya dalam penanganan dan penyelesaian...

Perempuan Bangsa Sumbar Soroti PPN Pembalut, Cempaka Tanjung: Kebutuhan Menstruasi Bukan Barang Mewah

Perempuan Bangsa Sumbar Soroti PPN Pembalut, Cempaka Tanjung: Kebutuhan Menstruasi Bukan Barang Mewah

Jumat, 30/10/26 | 20:04 WIB

Padang, Scientia.id - Kebijakan pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap produk pembalut wanita kembali menjadi perhatian publik setelah ramai diperbincangkan...

Bupati Annisa Percepat Pembangunan Asam Jujuhan, Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas

Bupati Annisa Percepat Pembangunan Asam Jujuhan, Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas

Kamis, 29/10/26 | 20:11 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani mendorong pembangunan infrastruktur di Kecamatan Asam Jujuhan senilai Rp14 Miliar lebih melalui...

Hadapi Ancaman Banjir, Pemkab Dharmasraya Cek Kesiapan Armada dan Logistik BPBD

Hadapi Ancaman Banjir, Pemkab Dharmasraya Cek Kesiapan Armada dan Logistik BPBD

Kamis, 29/10/26 | 20:07 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Menanggapi peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Sumatera Barat yang diperkirakan...

Mahyeldi Ingatkan Pemuda Sumbar: Narkoba dan Adu Domba Ancam Persatuan Bangsa

Mahyeldi Ingatkan Pemuda Sumbar: Narkoba dan Adu Domba Ancam Persatuan Bangsa

Kamis, 29/10/26 | 19:16 WIB

Padang, Scientia — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengingatkan generasi muda agar mewaspadai narkoba dan provokasi yang dapat memecah belah...

POPULER

  • Pemprov Sumbar Terapkan Syarat Inovasi untuk Kenaikan Jabatan ASN

    Pemprov Sumbar Terapkan Syarat Inovasi untuk Kenaikan Jabatan ASN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perempuan Bangsa Sumbar Soroti PPN Pembalut, Cempaka Tanjung: Kebutuhan Menstruasi Bukan Barang Mewah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satlantas Polres Pariaman Siap Laksanakan Operasi Patuh Singgalang 2026, Kerahkan 26 Personel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Annisa Percepat Pembangunan Asam Jujuhan, Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkuat Sinergi Hukum, Pemkab Dharmasraya Perpanjang Kerja Sama dengan Kejari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hadapi Ancaman Banjir, Pemkab Dharmasraya Cek Kesiapan Armada dan Logistik BPBD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahyeldi Ingatkan Pemuda Sumbar: Narkoba dan Adu Domba Ancam Persatuan Bangsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026