
PADANG, SCIENTIA.ID — Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, menegaskan komitmennya untuk mengawal peningkatan mutu pendidikan di Ranah Minang. Ia mengajak para guru terus berinovasi dalam pembelajaran sekaligus memperkuat karakter siswa sebagai bekal menuju Indonesia Emas.
Hal itu disampaikan Muhidi saat menjadi narasumber dalam Seminar dan Berbagi Praktik Baik Guru Fisika SMA dan SMK se-Sumbar di Aula Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Padang (UNP), baru-baru ini.
Dalam pemaparannya yang bertajuk “Bagaimana Menjadi Pendidik Unggul Menuju Indonesia Emas”, Muhidi menguraikan sejumlah tantangan dunia pendidikan. Berbekal pengalamannya sebagai pendidik, ia menekankan bahwa tanggung jawab guru lebih luas daripada sekadar menuntaskan kurikulum di kelas.
“Karena latar belakang saya adalah seorang pendidik, fokus dan program kerja yang saya kawal di parlemen akan selalu melekat erat dengan pembenahan sektor pendidikan. Kita harus sepakat dan melihat bahwa dari rahim dunia pendidikan inilah generasi masa depan yang tangguh dilahirkan,” ujarnya di hadapan peserta.

Muhidi menilai, di tengah perkembangan teknologi, penguasaan materi pelajaran harus diimbangi dengan penanaman nilai moral. Guru dituntut menjadi penyampai ilmu pengetahuan (agent of knowledge) sekaligus pembentuk karakter siswa (agent of character).
Menurutnya, perpaduan kecerdasan intelektual dan kekuatan mental spiritual merupakan modal penting untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas.
Ia juga mendorong para guru fisika mengembangkan metode pembelajaran yang menyenangkan dan adaptif. Fisika perlu diperkenalkan sebagai ilmu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga siswa lebih mudah memahami penerapannya dan tidak sekadar menganggapnya sebagai kumpulan rumus yang rumit.
“Kita harus mampu mengubah pola pikir peserta didik, membangun karakter dan adab mereka, serta mengolah ilmu menjadi kompetensi nyata yang memberikan manfaat. Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan dan mampu membangun kepercayaan diri siswa untuk berani mencoba hal baru,” tegasnya.

Muhidi menambahkan, peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kerja sama dan kontribusi nyata seluruh pihak. Dukungan melalui kebijakan anggaran dan legislasi daerah juga diperlukan untuk meningkatkan mutu sekolah serta kesejahteraan guru.
“Pengalaman hidup mengajarkan saya bahwa jika kita ingin benar-benar membawa perubahan yang lebih besar bagi masyarakat luas, kita harus berani masuk ke ruang pengambilan keputusan. Lewat kursi parlemen inilah, komitmen pendidikan ini kami perjuangkan secara regulasi,” kata alumnus IKIP Padang tersebut.
Seminar ini terselenggara melalui kolaborasi Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (PGTK) Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dengan Departemen Fisika FMIPA UNP. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi para guru untuk berbagi praktik mengajar yang efektif sekaligus memperkuat kompetensi pedagogik.

Sebanyak 200 guru fisika SMA dan SMK dari berbagai kabupaten dan kota di Sumbar berpartisipasi dalam kegiatan ini. Pelaksanaannya dilakukan secara hibrida, dengan sebagian peserta hadir langsung di aula dan sebagian lainnya mengikuti secara daring.
Melalui kegiatan ini, DPRD Sumbar bersama Dinas Pendidikan dan akademisi UNP berharap penguatan kompetensi guru dapat mendorong peningkatan mutu lulusan sekolah menengah. Pertukaran praktik baik antarguru juga diharapkan melahirkan inovasi pembelajaran sains yang lebih bermakna bagi siswa di seluruh Sumbar. (*)








![[foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/10/009694afa352e3e3d321eab32cd50861_1-75x75.jpeg)
