Rabu, 26/8/26 | 09:57 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Dari Kebun ke Pasar Dunia, Kabupaten Solok Siapkan 2.000 Hektare Lahan Kopi

Selasa, 25/8/26 | 21:26 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id – Kabupaten Solok menyiapkan 2.000 hektare kawasan kopi arabika untuk dikembangkan menjadi sentra produksi sekaligus penggerak ekonomi baru daerah.

Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperluas areal tanam. Pemerintah Kabupaten Solok juga menyiapkan pengembangan kopi dari sektor hulu hingga hilir.

Di bawah kepemimpinan Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H. bersama Wakil Bupati H. Candra, S.H.I., pengembangan kopi mulai diarahkan pada penguatan ekosistem usaha.

BACAJUGA

Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi. [foto:ist]

Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

Senin, 24/8/26 | 22:46 WIB
Diduga ASN Pemprov Sumbar Lakukan Perbuatan Asusila di Kantor

Diduga ASN Pemprov Sumbar Lakukan Perbuatan Asusila di Kantor

Senin, 24/8/26 | 21:25 WIB

Dinas Pertanian diminta berkolaborasi dengan perangkat daerah yang menangani koperasi dan UMKM. Kolaborasi itu untuk menyusun peta jalan pengembangan kopi Kabupaten Solok.

Peta jalan tersebut diperlukan agar pengembangan kopi memiliki arah yang jelas. Mulai dari produksi, pengolahan, kelembagaan hingga pemasaran harus dipersiapkan sejak awal.

Dengan begitu, peningkatan produksi nantinya tidak menimbulkan persoalan baru. Petani sudah memiliki kelembagaan, sistem pengolahan dan akses pasar yang memadai.

Potensi kopi Kabupaten Solok sebenarnya bukan hal baru. Sejumlah produk kopi daerah telah membuktikan kemampuannya menembus pasar yang lebih luas.

Salah satunya Solok Radjo dari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti. Produk tersebut telah dikenal hingga pasar internasional.

Pengalaman itu menjadi modal penting bagi pengembangan kawasan kopi selanjutnya.

Pemerintah daerah berharap keberhasilan tersebut tidak berhenti pada satu kelompok atau merek. Pengalaman itu diharapkan dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya.

Petani juga didorong meningkatkan kualitas produksi. Penanganan pascapanen, konsistensi mutu dan pemahaman pasar menjadi bagian penting.

Dengan demikian, petani tidak hanya menjual hasil kebun. Mereka diharapkan menjadi bagian dari rantai usaha kopi yang memiliki nilai tambah lebih besar.

Hulu dan Hilir Berjalan Bersamaan

Wakil Bupati Solok H. Candra menilai pembangunan sektor hilir tidak boleh menunggu tanaman memasuki masa panen.

Menurutnya, pengembangan produksi dan pemasaran harus berjalan beriringan. Saat lahan dikembangkan, pengolahan dan pasar juga harus mulai disiapkan.

Hal itu penting agar peningkatan produksi memberikan manfaat ekonomi yang maksimal bagi petani.

Penguatan koperasi dan kelompok usaha menjadi salah satu bagian yang perlu dilakukan. Begitu pula dengan pengembangan unit pengolahan, roasting dan pengemasan.

Branding produk dan perluasan pasar juga menjadi perhatian. Produk turunan serta kemitraan dengan dunia usaha dapat terus dikembangkan.

Jika mata rantai tersebut terbentuk, nilai ekonomi kopi tidak berhenti di tingkat kebun. Nilai tambah juga dapat tumbuh melalui pengolahan dan perdagangan.

Petani Tetap Menjadi Kunci

Di tengah rencana pengembangan 2.000 hektare, petani tetap menjadi bagian utama.

Kelompok tani penerima program diharapkan tidak sekadar menjadi penerima bantuan. Mereka harus berkembang menjadi kelompok produsen yang mandiri dan berorientasi pasar.

Pendampingan menjadi kebutuhan penting dalam proses tersebut. Petani membutuhkan pengetahuan sejak budidaya hingga penanganan hasil panen.

Karena itu, keberhasilan program tidak cukup diukur dari luas lahan. Jumlah bibit yang ditanam juga bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.

Yang lebih penting adalah produktivitas tanaman dan kualitas kopi yang dihasilkan. Peningkatan pendapatan petani juga harus menjadi indikator utama.

Begitu pula dengan kekuatan kelompok tani dan koperasi. Semakin kuat kelembagaan, semakin besar peluang petani memperoleh posisi tawar.

Berpeluang Menjadi Penggerak Ekonomi

Pengembangan kopi juga membuka peluang ekonomi di luar sektor perkebunan.

Meningkatnya produksi akan membutuhkan tenaga kerja, transportasi dan kegiatan pascapanen. Pengemasan, perdagangan hingga usaha kedai kopi juga berpotensi ikut berkembang.

Perkebunan kopi bahkan dapat dikembangkan menjadi bagian dari wisata berbasis agro.

Kabupaten Solok memiliki lanskap alam yang mendukung pengembangan tersebut. Perkebunan dapat menjadi ruang edukasi sekaligus destinasi wisata.

Pengunjung dapat melihat proses budidaya dan pengolahan kopi. Mereka juga dapat mengenal lebih dekat produk kopi yang dihasilkan masyarakat setempat.

Dengan konsep tersebut, kopi dapat menghubungkan petani, koperasi, UMKM, pariwisata dan dunia usaha.

Dari Kebun Menuju Pasar

Tantangan terbesar pengembangan 2.000 hektare kopi bukan sekadar memastikan tanaman tumbuh.

Tantangan berikutnya adalah memastikan hasilnya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Karena itu, produktivitas, kualitas dan pengolahan harus menjadi perhatian. Begitu pula dengan kelembagaan dan akses pasar.

Dua ribu hektare menjadi awal dari perjalanan panjang kopi Kabupaten Solok.

Jika seluruh mata rantai dapat dipersiapkan dengan baik, kopi Solok berpeluang menjadi lebih dari sekadar komoditas perkebunan.

Kopi dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi baru daerah. Pada saat yang sama, komoditas ini dapat memperkuat posisi petani dalam rantai perdagangan.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan hanya seberapa luas kebun kopi yang dimiliki Solok.

Ukuran terpenting adalah seberapa besar kopi tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat.

Dari tanah Solok, kopi diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai tanaman. Kopi juga diharapkan tumbuh menjadi kekuatan ekonomi daerah.

Tags: Kabupaten SolokKopi SolokPemkab Solok
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

Berita Sesudah

Eksistensi Bahasa Melayu Riau di Tengah Dominasi Bahasa Indonesia di Era Digital

Berita Terkait

Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi. [foto:ist]

Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

Senin, 24/8/26 | 22:46 WIB

Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi. Padang, Scientia — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bergerak cepat menyikapi beredarnya rekaman video yang diduga melibatkan...

Diduga ASN Pemprov Sumbar Lakukan Perbuatan Asusila di Kantor

Diduga ASN Pemprov Sumbar Lakukan Perbuatan Asusila di Kantor

Senin, 24/8/26 | 21:25 WIB

Padang, Scientia — Sebuah video yang memperlihatkan dua orang tengah bermesraan dan berciuman di sebuah ruangan yang terpajang foto Wakil...

Masheri Yanda Dilantik Jadi Sekda Kabupaten Solok

Masheri Yanda Dilantik Jadi Sekda Kabupaten Solok

Senin, 24/8/26 | 20:42 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Pemerintah Kabupaten Solok melaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Solok dari Jefrizal, S.Pt.,...

Reses di Aie Dingin, Warga Minta ASD Kawal Pemekaran dan Pembangunan Nagari Sungai Gando

Reses di Aie Dingin, Warga Minta ASD Kawal Pemekaran dan Pembangunan Nagari Sungai Gando

Minggu, 23/8/26 | 11:20 WIB

Aie Dingin, Scientia.id — Aspirasi masyarakat Nagari Aie Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, mengemuka dalam kegiatan reses anggota DPRD...

Pawai Alegoris HUT Ke-81 RI di Kabupaten Solok, Ribuan Warga Tumpah Ruah

Pawai Alegoris HUT Ke-81 RI di Kabupaten Solok, Ribuan Warga Tumpah Ruah

Sabtu, 22/8/26 | 22:36 WIB

  Arosuka, Scientia.id — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa kuat di Kabupaten Solok, Sumatera...

Pemkab Solok Raih Nominasi Tiga TPAKD Terbaik Sumbar 2026

Pemkab Solok Raih Nominasi Tiga TPAKD Terbaik Sumbar 2026

Jumat, 21/8/26 | 09:36 WIB

Arosuka, Scientia.id — Pemerintah Kabupaten Solok kembali menorehkan prestasi di tingkat Provinsi Sumatera Barat. Kabupaten Solok berhasil masuk sebagai nominasi...

Berita Sesudah
Puisi-puisi M. Subarkah

Eksistensi Bahasa Melayu Riau di Tengah Dominasi Bahasa Indonesia di Era Digital

POPULER

  • Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi. [foto:ist]

    Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga ASN Pemprov Sumbar Lakukan Perbuatan Asusila di Kantor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masheri Yanda Dilantik Jadi Sekda Kabupaten Solok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kecelakaan Kerja Maut di Pabrik CPO Dharmasraya, Karyawan Tewas Digulung Konveyor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026