Rabu, 14/10/26 | 13:51 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Dari Kebun ke Pasar Dunia, Kabupaten Solok Siapkan 2.000 Hektare Lahan Kopi

Selasa, 25/8/26 | 21:26 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id – Kabupaten Solok menyiapkan 2.000 hektare kawasan kopi arabika untuk dikembangkan menjadi sentra produksi sekaligus penggerak ekonomi baru daerah.

Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperluas areal tanam. Pemerintah Kabupaten Solok juga menyiapkan pengembangan kopi dari sektor hulu hingga hilir.

Di bawah kepemimpinan Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, S.H. bersama Wakil Bupati H. Candra, S.H.I., pengembangan kopi mulai diarahkan pada penguatan ekosistem usaha.

BACAJUGA

Anggota DPRD Sumbar, Donizar.[foto:ist]

Fenomena Kabut Asap di Sumbar, Donizar: Jangan Tunggu Ada Korban

Rabu, 14/10/26 | 13:36 WIB
Atlet Tinju Bukittinggi Sabet Enam Medali pada Porprov XVI Sumbar 2026

Atlet Tinju Bukittinggi Sabet Enam Medali pada Porprov XVI Sumbar 2026

Rabu, 14/10/26 | 05:46 WIB

Dinas Pertanian diminta berkolaborasi dengan perangkat daerah yang menangani koperasi dan UMKM. Kolaborasi itu untuk menyusun peta jalan pengembangan kopi Kabupaten Solok.

Peta jalan tersebut diperlukan agar pengembangan kopi memiliki arah yang jelas. Mulai dari produksi, pengolahan, kelembagaan hingga pemasaran harus dipersiapkan sejak awal.

Dengan begitu, peningkatan produksi nantinya tidak menimbulkan persoalan baru. Petani sudah memiliki kelembagaan, sistem pengolahan dan akses pasar yang memadai.

Potensi kopi Kabupaten Solok sebenarnya bukan hal baru. Sejumlah produk kopi daerah telah membuktikan kemampuannya menembus pasar yang lebih luas.

Salah satunya Solok Radjo dari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti. Produk tersebut telah dikenal hingga pasar internasional.

Pengalaman itu menjadi modal penting bagi pengembangan kawasan kopi selanjutnya.

Pemerintah daerah berharap keberhasilan tersebut tidak berhenti pada satu kelompok atau merek. Pengalaman itu diharapkan dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya.

Petani juga didorong meningkatkan kualitas produksi. Penanganan pascapanen, konsistensi mutu dan pemahaman pasar menjadi bagian penting.

Dengan demikian, petani tidak hanya menjual hasil kebun. Mereka diharapkan menjadi bagian dari rantai usaha kopi yang memiliki nilai tambah lebih besar.

Hulu dan Hilir Berjalan Bersamaan

Wakil Bupati Solok H. Candra menilai pembangunan sektor hilir tidak boleh menunggu tanaman memasuki masa panen.

Menurutnya, pengembangan produksi dan pemasaran harus berjalan beriringan. Saat lahan dikembangkan, pengolahan dan pasar juga harus mulai disiapkan.

Hal itu penting agar peningkatan produksi memberikan manfaat ekonomi yang maksimal bagi petani.

Penguatan koperasi dan kelompok usaha menjadi salah satu bagian yang perlu dilakukan. Begitu pula dengan pengembangan unit pengolahan, roasting dan pengemasan.

Branding produk dan perluasan pasar juga menjadi perhatian. Produk turunan serta kemitraan dengan dunia usaha dapat terus dikembangkan.

Jika mata rantai tersebut terbentuk, nilai ekonomi kopi tidak berhenti di tingkat kebun. Nilai tambah juga dapat tumbuh melalui pengolahan dan perdagangan.

Petani Tetap Menjadi Kunci

Di tengah rencana pengembangan 2.000 hektare, petani tetap menjadi bagian utama.

Kelompok tani penerima program diharapkan tidak sekadar menjadi penerima bantuan. Mereka harus berkembang menjadi kelompok produsen yang mandiri dan berorientasi pasar.

Pendampingan menjadi kebutuhan penting dalam proses tersebut. Petani membutuhkan pengetahuan sejak budidaya hingga penanganan hasil panen.

Karena itu, keberhasilan program tidak cukup diukur dari luas lahan. Jumlah bibit yang ditanam juga bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.

Yang lebih penting adalah produktivitas tanaman dan kualitas kopi yang dihasilkan. Peningkatan pendapatan petani juga harus menjadi indikator utama.

Begitu pula dengan kekuatan kelompok tani dan koperasi. Semakin kuat kelembagaan, semakin besar peluang petani memperoleh posisi tawar.

Berpeluang Menjadi Penggerak Ekonomi

Pengembangan kopi juga membuka peluang ekonomi di luar sektor perkebunan.

Meningkatnya produksi akan membutuhkan tenaga kerja, transportasi dan kegiatan pascapanen. Pengemasan, perdagangan hingga usaha kedai kopi juga berpotensi ikut berkembang.

Perkebunan kopi bahkan dapat dikembangkan menjadi bagian dari wisata berbasis agro.

Kabupaten Solok memiliki lanskap alam yang mendukung pengembangan tersebut. Perkebunan dapat menjadi ruang edukasi sekaligus destinasi wisata.

Pengunjung dapat melihat proses budidaya dan pengolahan kopi. Mereka juga dapat mengenal lebih dekat produk kopi yang dihasilkan masyarakat setempat.

Dengan konsep tersebut, kopi dapat menghubungkan petani, koperasi, UMKM, pariwisata dan dunia usaha.

Dari Kebun Menuju Pasar

Tantangan terbesar pengembangan 2.000 hektare kopi bukan sekadar memastikan tanaman tumbuh.

Tantangan berikutnya adalah memastikan hasilnya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Karena itu, produktivitas, kualitas dan pengolahan harus menjadi perhatian. Begitu pula dengan kelembagaan dan akses pasar.

Dua ribu hektare menjadi awal dari perjalanan panjang kopi Kabupaten Solok.

Jika seluruh mata rantai dapat dipersiapkan dengan baik, kopi Solok berpeluang menjadi lebih dari sekadar komoditas perkebunan.

Kopi dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi baru daerah. Pada saat yang sama, komoditas ini dapat memperkuat posisi petani dalam rantai perdagangan.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan hanya seberapa luas kebun kopi yang dimiliki Solok.

Ukuran terpenting adalah seberapa besar kopi tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat.

Dari tanah Solok, kopi diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai tanaman. Kopi juga diharapkan tumbuh menjadi kekuatan ekonomi daerah.

Tags: Kabupaten SolokKopi SolokPemkab Solok
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

Berita Sesudah

Eksistensi Bahasa Melayu Riau di Tengah Dominasi Bahasa Indonesia di Era Digital

Berita Terkait

Anggota DPRD Sumbar, Donizar.[foto:ist]

Fenomena Kabut Asap di Sumbar, Donizar: Jangan Tunggu Ada Korban

Rabu, 14/10/26 | 13:36 WIB

Anggota DPRD Sumbar, Donizar.Padang, Scientia — Kabut asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi tetangga mulai menyelimuti...

Atlet Tinju Bukittinggi Sabet Enam Medali pada Porprov XVI Sumbar 2026

Atlet Tinju Bukittinggi Sabet Enam Medali pada Porprov XVI Sumbar 2026

Rabu, 14/10/26 | 05:46 WIB

Bukittinggi, Scientia.id - Tim tinju Kota Bukittinggi menutup perjuangannya pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026 dengan raihan...

Rico Alviano: PKB Sumbar Tak Boleh Lagi Jadi Partai Pelengkap

Rico Alviano: PKB Sumbar Tak Boleh Lagi Jadi Partai Pelengkap

Rabu, 14/10/26 | 02:06 WIB

Padang, Scientia — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rico Alviano, meminta pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC)...

Pengurus Perempuan Bangsa Sumbar Dikukuhkan, Jadi Kekuatan Baru Politik

Pengurus Perempuan Bangsa Sumbar Dikukuhkan, Jadi Kekuatan Baru Politik

Rabu, 14/10/26 | 00:41 WIB

Padang, Scientia — Pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa Sumatera Barat resmi dikukuhkan di ZHM Premiere Hotel, Padang, Selasa...

Pengurus DPC PKB se-Sumbar Dikukuhkan

Pengurus DPC PKB se-Sumbar Dikukuhkan

Selasa, 13/10/26 | 17:36 WIB

Padang, Scientia — Sebanyak 476 pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari berbagai kabupaten dan kota di...

Nurfirmanwansyah Apresiasi Gerakan Literasi Digital bagi Pelajar di Sumbar

Nurfirmanwansyah Apresiasi Gerakan Literasi Digital bagi Pelajar di Sumbar

Selasa, 13/10/26 | 17:35 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Percepatan literasi digital di Sumatera Barat bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak di tengah pesatnya...

Berita Sesudah
Puisi-puisi M. Subarkah

Eksistensi Bahasa Melayu Riau di Tengah Dominasi Bahasa Indonesia di Era Digital

POPULER

  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nurfirmanwansyah Apresiasi Gerakan Literasi Digital bagi Pelajar di Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026