Senin, 31/8/26 | 03:40 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Antara Deadline dan Bedcover

Minggu, 14/9/25 | 18:56 WIB

Lastry Monika
(Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand)

 

Seorang bos Yakuza pensiun, lalu ia memutuskan untuk menjadi bapak rumah tangga, sepenuhnya. Begitulah pilihan Tatsu dalam menjalani hidup lewat The Ingenuity of the Househusband. Salah satu episode serial yang ditayangkan di Netflix itu terasa menarik bagi saya. Intinya, di episode tersebut Tatsu tidak ingin melakukan apa-apa. Ia hanya ingin bersantai sambil menikmati sepotong roti, secangkir minuman, dan tidur-tiduran. Akan tetapi, ia gagal. Ya, ia gagal untuk tidak melakukan apa-apa dalam seharian.

Ketika hendak menyantap roti panggang, ia melihat daun tanaman yang menurutnya berdebu. Ia pun mengelap setiap helai daun dengan pelan dan teliti, seperti sedang menyisir rambut seorang bayi. Pekerjaannya berlanjut ke hal lain, seperti mengisi botol-botol deterjen yang mulai kosong.

BACAJUGA

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB
Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

Melihat Tatsu, saya gemas dan menggerutu sendiri. Sebab tidak melakukan apa-apa selain bersantai dan tidur-tiduran adalah aktivitas favorit saya. Tatsu memiliki peluang yang besar untuk bermalas-malasan. Rumahnya tampak rapi, keadaan begitu nyaman dan tenang, tidak ada anak yang harus ia momong, dan juga tidak ada tuntutan dari istrinya untuk melakukan ini dan itu. Tetapi, ia memilih sibuk melakukan banyak hal di hari yang semula sudah ia rencanakan untuk tidak melakukan apa-apa.

Di titik inilah saya sadar bahwa ada dua tipe manusia di dunia ini. Pertama, tipe “kutu kerja”—orang-orang yang tidak bisa diam, selalu mencari kesibukan, bahkan ketika sebenarnya tidak perlu. Kedua, tipe tukang mager—orang-orang yang rela menunda apa pun demi rebahan, berselimut, dan mengkhianati daftar to-do list mereka sendiri.

Apakah Tatsu adalah contoh dari seorang “kutu kerja”? Bisa jadi. Karakter seseorang yang sulit dijangkau apalagi diimbangi oleh seorang tukang mager, tentu saja. Atau, apakah gambaran Tatsu merepresentasikan keseharian ibu rumah tangga dari sisi lain, yaitu bapak rumah tangga yang “doyan sibuk”? Entahlah. Yang jelas, Tatsu terlihat jauh lebih menikmati kesibukan ketimbang kemalasan.

Sebaliknya, ada pula orang yang suka bermalas-malasan. Salah satu tokoh yang seperti ini ialah Maruko dalam kartun legendaris Chibi Maruko-chan. Maruko seakan punya prinsip hidup: “Kalau bisa dikerjakan besok, kenapa harus hari ini?” Bayangkan kalau Tatsu dan Maruko bertemu. Rasanya keduanya tak akan cocok. Tatsu bisa pusing tujuh keliling melihat Maruko bermalas-malasan, sementara Maruko mungkin bingung melihat Tatsu repot sendiri mengelap daun padahal tidak ada yang menyuruh.

Belakangan ini saya cukup banyak bertemu dengan orang-orang yang suka sibuk. Bagi mereka, kesibukan barangkali adalah definisi lain dari produktivitas. Bahkan ada yang menjadikan kesibukan sebagai tanda kesuksesan. “Kalau sibuk, berarti dicari orang. Kalau dicari orang, berarti berguna.” Begitulah logika para “kutu kerja”. Mereka merasa aneh kalau punya waktu kosong, karena waktu kosong dianggap dosa besar yang tak terampuni.

Tentu saja berbeda dengan tukang mager. Kami, kaum rebahan, memiliki filosofi yang sederhana: hidup sudah penuh dengan kesulitan, jadi jangan ditambah-tambah dengan kesibukan yang tidak perlu. Tukang mager adalah penganut paham slow living level dewa. Duduk di teras sambil minum es teh, menggulir layar ponsel tanpa tujuan, atau tidur siang tiga babak adalah pencapaian yang patut dirayakan.

Tapi, bukankah hidup ini memang butuh keseimbangan? Tanpa ”kutu kerja”, dunia mungkin akan berhenti berputar. Tidak ada yang akan mengurus detail kecil seperti botol deterjen yang kosong. Namun tanpa tukang mager, dunia juga bisa kelelahan. Kita butuh orang-orang yang mengingatkan bahwa hidup tidak harus selalu tergesa-gesa, bahwa rebahan pun punya nilai: menyelamatkan jiwa dari stres.

Pada akhirnya, baik “kutu kerja” maupun tukang mager punya perannya masing-masing. “Kutu kerja” membuat hidup terasa produktif, sementara tukang mager membuat hidup terasa nikmat. Masalahnya hanya satu: apakah kita bisa menemukan titik tengah di antara keduanya? Jangan-jangan, dalam diri kita, ada sedikit “kutu kerja” yang selalu ingin sibuk, sekaligus ada tukang mager yang ingin rebahan seharian.

Kalau begitu, tidak ada salahnya sesekali jadi Tatsu yang rajin, dan di lain waktu jadi Maruko yang santai. Hidup toh bukan kompetisi antara sibuk dan malas, melainkan seni menyeimbangkan keduanya. Karena, percaya atau tidak, dunia tetap membutuhkan orang yang membersihkan daun, sekaligus orang yang tidur siang dengan damai.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

“Sajak Tafsir”, Jeritan Anak di Bawah Bayangan Orang tua

Berita Sesudah

DPC PKB Payakumbuh Gelar Pendidikan Kader, Cetak Politisi Militan dan Berintegritas

Berita Terkait

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Setelah beberapa kali memperhatikan slogan-slogan di rumah makan, saya mulai menyadari bahwa tulisan-tulisan itu...

Tentang Kipas Angin dan Perbedaan yang Sederhana

Minggu, 28/6/26 | 20:08 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Tinggal bersama orang lain dalam satu ruang yang sama sering kali memperlihatkan hal-hal...

Berita Sesudah
DPC PKB Payakumbuh Gelar Pendidikan Kader, Cetak Politisi Militan dan Berintegritas

DPC PKB Payakumbuh Gelar Pendidikan Kader, Cetak Politisi Militan dan Berintegritas

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ibu Kota Nusantara (IKN)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bianglala: Menelusuri Makna, Sejarah, dan Jejak Kebudayaan dalam Sebuah Kata

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026