Kamis, 22/10/26 | 13:47 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Rumah dan Kenangan yang Abadi

Minggu, 24/8/25 | 21:15 WIB

Lastry Monika
(Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand)

 

Minggu lalu, tepat pada 17 Agustus 2025, saya menulis sebuah catatan berjudul “Tuah Rumah” tentang kenangan akan rumah di kampung halaman di kolom “Renyah” ini. Namun setelah tulisan itu rampung, saya merasa masih ada yang tertinggal, seperti suara yang belum selesai bercerita. Rupanya, kenangan tentang rumah tidak pernah tuntas dalam sekali gores. Ia selalu memanggil untuk dituliskan lagi, karena di balik setiap sudut rumah ada jejak masa lalu yang tak kalah penting untuk dikenang.

Sering kali kenangan itu datang begitu saja, seperti pintu yang tiba-tiba terbuka di benak. Saya masih bisa merasakan bagaimana suasana rumah di kampung kala pagi hari. Ibu selalu menjadi yang paling dulu terjaga, bahkan sejak subuh ia sudah sibuk di dapur atau menyiapkan sarapan.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB
Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Suaranya yang lembut, kadang bercampur nada tegas, membangunkan kami agar segera bersiap ke sekolah. Namun, kami sering pura-pura masih terlelap, enggan beranjak dari hangatnya selimut. Hingga akhirnya, langkah ibu yang mondar-mandir dan ketegasan ucapannya membuat kami tak punya alasan lagi untuk bermalas-malasan.

Setiap sore, halaman rumah menjadi saksi riuh kami bermain. Ada yang main kelereng, ada pula yang berkejaran sampai debu beterbangan. Kadang, suara ibu memanggil dari dapur memotong kegembiraan kami, menyuruh masuk.

Malam hari, rumah semakin syahdu. Di musim penghujan, suara hujan yang menimpa atap seng menghasilkan irama khas yang sampai kini masih saya rindukan. Di ruang tengah, ibu kerap duduk menemani kami belajar. Beliau jarang beranjak, seakan menjadi penjaga yang memastikan setiap pekerjaan rumah benar-benar selesai.

Kadang mata kami sudah mulai mengantuk, pensil terlepas dari tangan, tapi ibu tetap sabar membangunkan, memberi semangat, bahkan sesekali membantu mengoreksi hitungan yang salah. Kehadirannya membuat suasana belajar terasa hangat, seolah dinding rumah ikut menyerap kesabaran dan kasih sayangnya, menambah “tuah” yang membuat rumah itu kokoh hingga kini.

Kini, ketika rumah lebih sering sepi, kenangan itu hadir seperti cahaya yang menghangatkan kembali ruang-ruang kosongnya. Saya percaya, meski rumah lapuk dimakan waktu, selama kenangan masih hidup di hati, rumah itu tidak pernah benar-benar mati. Ia tetap berdiri sebagai penanda, tempat di mana kasih sayang pernah tumbuh.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Acara Molor, Peserta Pawai Budaya Nagari Sungai Duo Kecewa dengan Bupati Annisa

Berita Sesudah

Anggota DPRD Sumbar Neldaswenti Sosialisasikan Perda Pengembangan Ekraf

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau/Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir-akhir ini, lagu anak-anak semakin akrab di telinga saya. Lagu-lagu yang...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Berita Sesudah

Anggota DPRD Sumbar Neldaswenti Sosialisasikan Perda Pengembangan Ekraf

POPULER

  • Dampak Asap Karhutla, Nakes di Dharmasraya Diminta Jemput Bola Tangani Pasien ISPA

    Dampak Asap Karhutla, Nakes di Dharmasraya Diminta Jemput Bola Tangani Pasien ISPA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelantikan DPD KNPI, Bupati Dharmasraya Ajak Pemuda Bersinergi dengan Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Sumbar Bagikan Masker di Lubuk Alung, Firdaus: Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Lewatkan! DPP Iluni UNP Bakal Gelar Temu Akbar Lintas Angkatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Evaluasi Kinerja Perumda Tirta Solok Nan Indah, Bupati Solok Bidik 30.000 Pelanggan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026