Jumat, 17/4/26 | 06:28 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Tuah Rumah

Minggu, 17/8/25 | 19:03 WIB

Lastry Monika
(Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand)

 

Dalam dua tahun terakhir, rumah saya di kampung lebih sering sepi. Saya hanya pulang saat libur panjang, entah lebaran atau ketika kalender memberi jeda empat hingga lima hari. Kini orang tua pun ikut tinggal bersama saya di rantau. Rumah pun sering kosong. Akibatnya, mulai tampak kerusakan, kayu lapuk, besi berkarat, dinding lembab, dan lumut yang tumbuh di sudut-sudutnya.

Melihat kondisi itu, saya jadi merenung. Ternyata rumah tidak hanya membutuhkan atap yang kuat atau tiang yang kokoh, tapi juga kehadiran manusia di dalamnya. Tanpa penghuni, rumah cepat berubah. Ia lembab, rapuh, dan kehilangan kehangatan. Saya mulai paham, bahwa rumah memiliki jiwa selama ada penghuninya.

BACAJUGA

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

Saya teringat kata Atuak, bahwa rumah bukan sekadar tempat berteduh. Ia menyimpan makna lebih dalam, karena dipercaya memiliki tuah—kekuatan yang membuatnya kokoh. Namun, tuah itu hanya terjaga ketika rumah tetap dihuni, dirawat, dan dihidupkan oleh aktivitas manusia.

Kita mungkin saja heran melihat rumah kayu tua dengan ornamen yang hampir rusak masih mampu bertahan puluhan tahun. Menariknya, rumah itu tetap kokoh selama ada yang menghuni. Sementara itu, rumah yang kelihatannya megah dan kuat justru cepat rusak ketika dibiarkan kosong.

Rumah yang dihuni senantiasa “hidup”. Di dalamnya ada suka dan duka dari penghuni. Semua itu menciptakan energi kehidupan yang menjaga rumah tetap tegak, meski fisiknya mulai renta. Rumah yang tidak dihuni kehilangan denyut itu. Ia menjadi sepi, lembab, dan pelan-pelan lapuk dimakan rayap, ditumbuhi lumut, hingga akhirnya roboh tanpa ada yang menolong.

Dari sini saya belajar bahwa rumah bukan hanya soal bahan bangunan yang kuat atau arsitektur yang indah. Ia hidup karena penghuninya. Selama ada manusia yang merawat, berdoa, dan memberi makna, rumah akan tetap bertuah. Tetapi jika ditinggalkan, sehebat apapun bangunannya, ia akan cepat rapuh.

Setiap kali pulang, saya selalu berdiri lama di halaman. Ingatan pun hadir, riuh keluarga di ruang tengah, harum masakan ibu, hingga dentuman hujan di atap seng yang dulu menemani tidur masa kecil. Kini, keheningan lebih sering menyelimuti rumah, seakan menagih kembali kehidupan yang pernah mengisinya. Saat itulah saya sadar, rumah bukan sekadar bangunan, melainkan wadah kenangan dan kasih sayang. Selama kita terus pulang, walau sebentar, rumah akan tetap bertuah dan tak pernah benar-benar sepi, seperti apa yang disampaikan Atuak.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi M. Subarkah

Berita Sesudah

Bank Nagari Punya Ruang PPID, Mahyeldi Tekankan Pentingnya Transparansi Publik

Berita Terkait

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Berita Sesudah
Gubernur Sumbar, Mahyeldi saat meresmikan ruang PPID Bank Nagari.[foto : ist]

Bank Nagari Punya Ruang PPID, Mahyeldi Tekankan Pentingnya Transparansi Publik

POPULER

  • Tim Lupak Polres Dharmasraya Sikat 5 Pelaku Narkoba di Sungai Kambut

    Tim Lupak Polres Dharmasraya Sikat 5 Pelaku Narkoba di Sungai Kambut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriah! Dharmasraya Gelar CFD dan Bazaar UMKM 18–19 April

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 65 Kandidat Ketua DPC PKB se-Sumbar Bakal Ikuti UKK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Jenis-jenis Pola Pikir Manusia, Begini Penjelasan Para Ahli Psikologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026