Senin, 28/9/26 | 03:41 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Introspeksi Diri: Dari Nasi Ke Hati

Minggu, 04/8/24 | 13:58 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

“Bayangkan jika sisa makanan dan minuman itu bisa bicara dan menuntutmu di pengadilan! Sebutir nasi yang ditinggalkan akan menangis sambil berkata, ‘Kenapa aku tidak dimakan?’ dan seteguk minuman yang tidak dihabiskan akan marah, ‘Aku juga bagian yang harus diselesaikan!” Itulah yang nenek katakan, dan meskipun terdengar dramatis, siapa yang tidak suka “bumbu” dalam cerita? Kalau bukan karena cerita dramatis itu, mungkin sebagai bocah, saya tidak akan mendengarkan nasihat nenek.

Cerita itu masih berlanjut. “Tahukah kamu? Di balik sebutir nasi itu ada perjuangan hebat”. Sambung nenek dengan suara lembut penuh makna. “Bayangkan para petani yang bangun sebelum matahari terbit, bekerja keras di bawah terik matahari dengan penuh kasih sayang dan ikhlas. Mereka menanam padi dengan harapan setiap butirnya sampai ke meja makan. ‘Untuk sampai ke sini, nasi itu melalui proses panjang dan penuh pengorbanan”.

BACAJUGA

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Saya tidak ingat kenapa nenek bercerita, atau waktu itu saya sedang tidak menghabiskan makanan. Sebagai bocah tentu hal itu lazim terjadi. Tapi satu hal yang pasti, saya serius mendegar cerita beliau, seakan merasakan setiap kata seperti aliran hangat yang menyentuh. Mata saya saat itu hampir berkaca-kaca, menyadari betapa berharganya setiap butir nasi yang ada di piring. Kenangan ini sulit untuk dilupakan, dan saya kira sangat relevan dengan gaya kehidupan sekarang.

Namun, seiring waktu, saya menyadari bahwa nasihat nenek sering kali terlupakan di tengah kesibukan dan kemudahan hidup saat ini. Kebiasaan untuk tidak menghabiskan makanan atau membelinya saat belum lapar menjadi hal yang “terbiasakan”. Nenek menyebutnya ‘lapar mata’, keinginan yang melampaui kebutuhan. Saat makan di luar, saya sering memesan lebih banyak dari porsi biasa hanya karna tampilan menggoda atau promo harga.

Saat menyisakan makanan, kenangan tentang cerita nenek menyentuh hati dengan lembut. Melihat sisa makanan, rasa bersalah mulai merayapi jiwa. Seperti aliran air yang tenang, nasihat nenek kembali mengalir dalam ingatan, mengingatkan betapa berharganya setiap suapan yang dimiliki. Dalam setiap sisa, terbayanglah cinta dan kebijaksanaan yang mengajarkan tentang rasa syukur.

Tidak ada kata terlambat, begitu kata orang bijak. Memulai membiasakan untuk menghargai setiap suapan, memastikan porsi sesuai dengan kebutuhan, harus diterapkan. Bila diberikan kelebihan rezeki, maka tidak ada salahnya untuk berbagi. Karena, pada akhirnya, kebahagiaan itu tidak hanya terletak pada makanan di piring, tetapi saat dapat menikmatinya dengan bersama.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Dara Layl dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Berita Sesudah

Mengenal Tanda Petik Tunggal

Berita Terkait

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di...

Berita Sesudah
Kata “dalem“ dan Pronomina Serapan dalam Bahasa Indonesia

Mengenal Tanda Petik Tunggal

Discussion about this post

POPULER

  • Peluang Bisnis Fashion Halal bagi Anak Muda dalam Ekonomi Islam

    Peluang Bisnis Fashion Halal bagi Anak Muda dalam Ekonomi Islam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Semburat: Kajian Makna dalam Perspektif Semantik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paket Data Masih Aktif, Telkomsel Blokir Internet karena Tagihan Pulsa Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Uang Pemasukan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Set Masa Lampau Indonesia di Studio Alam Gamplong

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wacana Digital dan Dinamika Istilah dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026