Selasa, 28/4/26 | 23:42 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Introspeksi Diri: Dari Nasi Ke Hati

Minggu, 04/8/24 | 13:58 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

“Bayangkan jika sisa makanan dan minuman itu bisa bicara dan menuntutmu di pengadilan! Sebutir nasi yang ditinggalkan akan menangis sambil berkata, ‘Kenapa aku tidak dimakan?’ dan seteguk minuman yang tidak dihabiskan akan marah, ‘Aku juga bagian yang harus diselesaikan!” Itulah yang nenek katakan, dan meskipun terdengar dramatis, siapa yang tidak suka “bumbu” dalam cerita? Kalau bukan karena cerita dramatis itu, mungkin sebagai bocah, saya tidak akan mendengarkan nasihat nenek.

Cerita itu masih berlanjut. “Tahukah kamu? Di balik sebutir nasi itu ada perjuangan hebat”. Sambung nenek dengan suara lembut penuh makna. “Bayangkan para petani yang bangun sebelum matahari terbit, bekerja keras di bawah terik matahari dengan penuh kasih sayang dan ikhlas. Mereka menanam padi dengan harapan setiap butirnya sampai ke meja makan. ‘Untuk sampai ke sini, nasi itu melalui proses panjang dan penuh pengorbanan”.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Saya tidak ingat kenapa nenek bercerita, atau waktu itu saya sedang tidak menghabiskan makanan. Sebagai bocah tentu hal itu lazim terjadi. Tapi satu hal yang pasti, saya serius mendegar cerita beliau, seakan merasakan setiap kata seperti aliran hangat yang menyentuh. Mata saya saat itu hampir berkaca-kaca, menyadari betapa berharganya setiap butir nasi yang ada di piring. Kenangan ini sulit untuk dilupakan, dan saya kira sangat relevan dengan gaya kehidupan sekarang.

Namun, seiring waktu, saya menyadari bahwa nasihat nenek sering kali terlupakan di tengah kesibukan dan kemudahan hidup saat ini. Kebiasaan untuk tidak menghabiskan makanan atau membelinya saat belum lapar menjadi hal yang “terbiasakan”. Nenek menyebutnya ‘lapar mata’, keinginan yang melampaui kebutuhan. Saat makan di luar, saya sering memesan lebih banyak dari porsi biasa hanya karna tampilan menggoda atau promo harga.

Saat menyisakan makanan, kenangan tentang cerita nenek menyentuh hati dengan lembut. Melihat sisa makanan, rasa bersalah mulai merayapi jiwa. Seperti aliran air yang tenang, nasihat nenek kembali mengalir dalam ingatan, mengingatkan betapa berharganya setiap suapan yang dimiliki. Dalam setiap sisa, terbayanglah cinta dan kebijaksanaan yang mengajarkan tentang rasa syukur.

Tidak ada kata terlambat, begitu kata orang bijak. Memulai membiasakan untuk menghargai setiap suapan, memastikan porsi sesuai dengan kebutuhan, harus diterapkan. Bila diberikan kelebihan rezeki, maka tidak ada salahnya untuk berbagi. Karena, pada akhirnya, kebahagiaan itu tidak hanya terletak pada makanan di piring, tetapi saat dapat menikmatinya dengan bersama.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Dara Layl dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Berita Sesudah

Mengenal Tanda Petik Tunggal

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Berita Sesudah
Kata “dalem“ dan Pronomina Serapan dalam Bahasa Indonesia

Mengenal Tanda Petik Tunggal

Discussion about this post

POPULER

  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Duka Cita atau Dukacita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Konflik Sosial dengan Warga di Dharmasraya, SAD Minta Ganti rugi Rp30 Juta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Elly Delfia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hilang Kendali, Mobil Travel Tabrak Minibus Parkir di Dharmasraya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026