Hal ini terlihat dalam larik sajak;
/Pasir pantai yang terhempas ke tepian/
/Namun, para pejaan itu asik dengan hibura masing-masing/
/Melupakan panggilan Tuhan/
/Panggilan itu dating tatkala senja/
/Teat di matahari tenggelam/
/Selamat tinggal Mesjid tua di tepi pantai/
/Engkau indah/
/Namun ayang engkau hilang takala senja/
Potongan puisi kedua ini bermakna sangat dalam dan memberikan kita banyak tamparan, terutama bagi anak muda. Puisi kedua ini seperti merepresentasikan keadaan saat ini, seperti sebuah kritik social yang bertujuan untuk mengkritik atau menyindir situasi social yang terjadi dalam masyarakat. Salah-satu puisi kritik sosial masyarakat juga pernah ditulis leh penyair W.S Rendra dengan judul “Aku Bertanya”
/Aku bertanya…/
/tetapi pertanyaan-pertanyaanku/
/berbentur jidat penyair-penyair salon,/
/yang bersajak tentag anggur dan rembulan,/
/sementara ketidakadilan terjadi/
/di sampingnya,/
/dan delapan juta kanak-kanak tanpa Pendidikan,/
/termangu-mangu dalam kaki dewi kesenian/
Puisi ketiga, “Ingatan di Masa Itu,”. Puisi ketiga ini bercerita tentang kenangan akan seorang kawan lama, namun kawan lama itu telah dulu berpuang. Puisi ini juga mengandung kata-kata permohonan terima kasih yang arat akan kehilangan, hal ini bisa dilihat dalam sajak;
/Di keheningan malam/
/Menyisakan cerita cerita kecil di antara kita/
/Detak suara jantungnya tah hilang/
/Antara do`a dan harapan menjadi haru dalam kisah pertemanan ini/
Puisi adalah sebuah karya sastra yang indah dan kaya akan diksi-diksi, untuk itu perlu lagi bagi penyair untuk memperhatikan diksi yag akan dipakai dalam membuat puisi. Secara keseluruhan puisi ini sangat bagus untuk dibaca, karena dari ketiga puisi ini kita bisa belajar bahwa kejadian sehari-hari yang mungkin kita rasa akan berlalu, ternayata jadi lebih berkesan jika dituliskan menjadi sebuah puisi. Terima kasih untuk puisinya Febrian, teruslah menulis dan berproses, ditunggu puisi lainnya! (*)
Tentang Kreatika
Kolom ini diasuh oleh FLP Sumatera Barat bekerja sama dengan Scientia.id. Kolom ini diperuntukkan untuk pemula agar semakin mencintai dunia sastra (cerpen dan puisi). Adapun kritik dalam kolom ini tidak mutlak merepresentasikan semua pembaca. Kirimkan cerpen atau puisimu ke karyaflpsumbar@gmail.com.










Discussion about this post