Jumat, 23/10/26 | 02:21 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

“Ke Hadirat” dan “Kehadiran”

Minggu, 07/7/24 | 18:15 WIB
Oleh: Ria Febrina (Dosen Program Studi Sastra Indonesia Universitas Andalas dan Mahasiswa Program Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora Universitas Gadjah Mada)

Suatu hari ketika membaca “Kata Pengantar” dalam sebuah skripsi, saya menemukan kata kehadiran. Kata ini ditujukan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berikut kalimat yang terdapat dalam bab tersebut.

Puji syukur kami ucapkan atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa ….

Dalam KBBI Edisi VI (2024), kata kehadiran bermakna ‘perihal hadir; adanya (seseorang, sekumpulan orang) pada suatu tempat’. Apakah memungkinkan menghadirkan Tuhan pada suatu tempat? Jawabannya, tentu saja tidak. Jika ditelusuri lebih lanjut, hal tersebut terjadi karena menurut Kridalaksana (1991) dalam buku Masa Lampau Bahasa Indonesia: Sebuah Bunga Rampai dan juga menurut Ager (2001) dalam buku Motivation in Language Planning and Language Policy, ada sejumlah masalah kebahasaan yang tidak dirasakan oleh masyarakat.

Secara turun-temurun, kita diwariskan dengan kata ke hadirat yang diambil dari kata hadirat. Dalam KBBI Edisi VI (2024), kata hadirat bermakna ‘hadapan’, misalnya dapat dilihat pada kalimat, “dengan tenang ia menghadap ke hadirat Tuhan’. Karena masyarakat tidak mampu membedakan cara penulisan kata depan—apakah dipisah dan digabung—lama-kelamaan muncullah bentuk yang salah. Masyarakat berpikir bahwa penulisan yang benar adalah kehadirat.

BACAJUGA

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Istilah Uang Pengeluaran di dalam Bahasa Indonesia (Bagian 1)

Minggu, 18/10/26 | 11:14 WIB
Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Satir Frasa “Lari dari Kenyataan”

Senin, 12/10/26 | 08:45 WIB

Karena masyarakat Indonesia sangat abai dengan penggunaan kaidah yang benar dalam bahasa Indonesia, mereka menganggap kata kehadiran merupakan bentuk yang sama dengan kehadirat. Oleh sebab itu, kata kehadiran pun dianggap sebagai bentuk yang benar dan kemudian digunakan pada bab “Kata Pengantar” dalam sebuah karya ilmiah. Mereka menggunakan kata tersebut karena (1) tidak mengetahui kaidah penulisan kata ke hadirat, serta (2) tidak mampu membedakan penggunaan kata tersebut dengan kata kehadiran.

Sebagai guru atau dosen bahasa, hal ini tentu meresahkan hati saya dan kawan-kawan sesama pengajar bahasa Indonesia. Mahasiswa strata satu yang sudah mendapatkan pengetahuan bahasa Indonesia selama 16 tahun sejak SD dan mendapatkan bekal menulis karya ilmiah dalam mata kuliah “Bahasa Indonesia” di perguruan tinggi, tidak semestinya salah dalam menggunakan bahasa Indonesia. Namun, apa daya, kesalahan ini terus berulang dari masa ke masa karena terjadinya sistem template, copy paste, atau meniru sama persis dengan skripsi yang sudah ada (sudah salah).

Halaman 1 dari 2
12Next
Tags: #Ria Febrina
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Febrian Hidayat dan Ulasannya oleh Dara Layl

Berita Sesudah

Cerita Pertama Kali Menyicip Kawa Daun

Berita Terkait

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Istilah Uang Pengeluaran di dalam Bahasa Indonesia (Bagian 1)

Minggu, 18/10/26 | 11:14 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Pada kolom Klinik...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Satir Frasa “Lari dari Kenyataan”

Senin, 12/10/26 | 08:45 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Kemarin pagi, saat matahari masih memproduksi vitamin...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dunia Online dan Kosakata Baru

Minggu, 04/10/26 | 22:11 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Manajer Akademik dan Dosen Linguistik FIB UNAND) Kehadiran ojek online merupakan sebuah fase baru...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Istilah Uang Pemasukan

Minggu, 27/9/26 | 10:16 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Forein Studies, Korea Selatan) Di dalam kehidupan...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

“Nominalisasi” dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

Minggu, 20/9/26 | 18:23 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Nominalisasi adalah proses mengubah kata kerja menjadi kata...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Humor Profesor Linguistik

Minggu, 13/9/26 | 21:55 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Linguistik dan Manajer Akademik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) “Mengapa orang yang pensiun...

Berita Sesudah
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Cerita Pertama Kali Menyicip Kawa Daun

Discussion about this post

POPULER

  • Pelantikan DPD KNPI, Bupati Dharmasraya Ajak Pemuda Bersinergi dengan Pemerintah

    Pelantikan DPD KNPI, Bupati Dharmasraya Ajak Pemuda Bersinergi dengan Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Lewatkan! DPP Iluni UNP Bakal Gelar Temu Akbar Lintas Angkatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Sumbar Bagikan Masker di Lubuk Alung, Firdaus: Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dampak Asap Karhutla, Nakes di Dharmasraya Diminta Jemput Bola Tangani Pasien ISPA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus Sosialisasikan Perda Koperasi dan Usaha Kecil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026