Kelima, tahu diri. Follower efektif mesti tahu posisi dan perannya dalam kelompok. Kelompok terdiri dari kumpulan peran-peran yang tergabung menjadi satu kesatuan untuk mewujudkan tujuan bersama. Tidak mungkin semua individu dalam kelompok menjadi pemimpin atau sebaliknya. Dengan memahami posisi, follower dapat menempatkan diri sesuai dengan peran yang diamanahkan pada dirinya. Sehingga fenomena offside atau ada yang terlangkahi yang selama ini ada dalam aktivitas kelompok dapat terhindari.
Keenam, terus kembangkan keterampilan. Follower yang terus belajar dan mengembangkan diri akan memberi kontribusi yang semakin besar kepada kelompok. Mereka akan membantu kelompok untuk berkembang. Hal ini dimaklumi karena dunia yang terus berkembang, sehingga semua yang ada dituntut untuk menyesuaikan diri. Kelompok yang diam akan tertinggal dengan sendirinya.
Pemimpin memang berdiri di depan, mengarahkan dan mendorong dalam mencapai tujuan kelompok. Namun tidak ada depan, jika tidak ada belakang. Sehingga keberadaan pemimpin dan follower adalah dua elemen yang menjadi satu, bahu membahu dalam mencapai tujuan bersama. Yang berbeda antara pemimpin dan follower hanyalah peran yang dimainkan, namun tujuan tetap sama yaitu untuk kesuksesan kelompok.










Discussion about this post