Jumat, 21/8/26 | 08:32 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Follower: Kekuatan Tersembunyi Dibalik Kesuksesan Kelompok

Minggu, 07/7/24 | 11:46 WIB

BACAJUGA

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Minggu, 16/8/26 | 23:09 WIB
Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Batagak Gala Mudo dalam Adat Minangkabau

Minggu, 16/8/26 | 22:50 WIB

Kelima, tahu diri. Follower efektif mesti tahu posisi dan perannya dalam kelompok. Kelompok terdiri dari kumpulan peran-peran yang tergabung menjadi satu kesatuan untuk mewujudkan tujuan bersama. Tidak mungkin semua individu dalam kelompok menjadi pemimpin atau sebaliknya. Dengan memahami posisi, follower dapat menempatkan diri sesuai dengan peran yang diamanahkan pada dirinya. Sehingga fenomena offside atau ada yang terlangkahi yang selama ini ada dalam aktivitas kelompok dapat terhindari.

Keenam, terus kembangkan keterampilan. Follower yang terus belajar dan mengembangkan diri akan memberi kontribusi yang semakin besar kepada kelompok. Mereka akan membantu kelompok untuk berkembang. Hal ini dimaklumi karena dunia yang terus berkembang, sehingga semua yang ada dituntut untuk menyesuaikan diri. Kelompok yang diam akan tertinggal dengan sendirinya.

Pemimpin memang berdiri di depan, mengarahkan dan mendorong dalam mencapai tujuan kelompok. Namun tidak ada depan, jika tidak ada belakang. Sehingga keberadaan pemimpin dan follower adalah dua elemen yang menjadi satu, bahu membahu dalam mencapai tujuan bersama. Yang berbeda antara pemimpin dan follower hanyalah peran yang dimainkan, namun tujuan tetap sama yaitu untuk kesuksesan kelompok.

Halaman 3 dari 3
Prev123
Tags: #follower#kelompok#Riza Andesca Putra
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Yang Bertahan dan Hilang di Yogyakarta

Berita Sesudah

Dari Tangan ke Pikiran: Revolusi Belajar Bahasa Inggris melalui Ponsel Pintar

Berita Terkait

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Minggu, 16/8/26 | 23:09 WIB

Oleh: Bunga Amelia (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Bagi sebagian orang, mendengar kata sintaksis mungkin terasa menakutkan. Mata...

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Batagak Gala Mudo dalam Adat Minangkabau

Minggu, 16/8/26 | 22:50 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra, S.Hum., Gr. (Guru SMAN 1 Ranah Pesisir)   Batagak gala mudo menjadi salah satu tradisi penting...

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Senin, 10/8/26 | 16:12 WIB

Oleh: Devi Analia (Dosen Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Andalas)   Akses pembiayaan kerap menjadi hambatan utama bagi petani kecil...

Sintaksis Gen Z di X & Threads: Keren atau Malah Berantakan?

Sintaksis Gen Z di X & Threads: Keren atau Malah Berantakan?

Senin, 10/8/26 | 10:24 WIB

Oleh: Kevin Amnur Jonata (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Buka X sekarang dan hampir dapat dipastikan ada...

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Hakikat Merantau dalam Tradisi Minangkabau

Senin, 10/8/26 | 08:36 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra, S.Hum., Gr. (Guru SMAN 1 Ranah Pesisir)   Minangkabau merupakan sebuah suku bangsa di Sumatera Barat...

Stilistika pada Cerpen “Hasrat George” dalam Majalah Bobo

Stilistika pada Cerpen “Hasrat George” dalam Majalah Bobo

Senin, 03/8/26 | 05:23 WIB

Oleh: Indri Rahmadani (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Sastra anak tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga...

Berita Sesudah
Dari Tangan ke Pikiran: Revolusi Belajar Bahasa Inggris melalui Ponsel Pintar

Dari Tangan ke Pikiran: Revolusi Belajar Bahasa Inggris melalui Ponsel Pintar

Discussion about this post

POPULER

  • Paket Data Masih Aktif, Telkomsel Blokir Internet karena Tagihan Pulsa Darurat

    Paket Data Masih Aktif, Telkomsel Blokir Internet karena Tagihan Pulsa Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jadi Pemateri Bimtek UMKM Berbasis Digital SeSolok Raya, Firmanto: Manfaatkan AI Semaksimal Mungkin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Semarak HUT ke-81 RI di Kabupaten Solok, Dari Malam Resepsi hingga Pesta Rakyat dan Pawai Alegoris

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batagak Gala Mudo dalam Adat Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026