Senin, 24/8/26 | 10:03 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Mengenal Mandeh Sako dalam Adat Minangkabau

Minggu, 10/5/26 | 12:15 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra
(Guru SMAN 1 Ranah Pesisir)

 

Salah satu prinsip kekerabatan matrilineal adalah sumber keturunan berasal dari ibu. Berdasarkan prinsip matrilineal ini dikenal istilah mandeh sako. Mandeh sako merupakan perempuan tertua atau perempuan yang dituakan dalam suatu kaum di Minangkabau. Ratmil (2024: 107) mendefinisikan mandeh sako adalah ibu yang menjadi sumber atau puncak ranji. Ia adalah perempuan memegang peranan yang sangat penting dalam struktur adat, berdampingan dengan penghulu sebagai pemimpin kaum laki-laki.

BACAJUGA

Makna Pulih dalam Lagu “Seperti Tulang” Karya Nadin Amizah

Makna Pulih dalam Lagu “Seperti Tulang” Karya Nadin Amizah

Minggu, 23/8/26 | 22:08 WIB
Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Minggu, 16/8/26 | 23:09 WIB

Ernatip dan Silvia Devi (2014: 71) dalam bukunya yang berjudul Kedudukan dan Peran Bundo kanduang dalam Sistem Kekerabatan di Minangkabau menyebutkan perempuan yang menjadi mandeh sako ialah perempuan yang memiliki pengetahuan, wawasan yang luas, dan berkemampuan dalam segala hal, terutama yang berkaitan dengan kaum yang bersangkutan. Tidak hanya itu, mandeh sako juga menjadi suri teladan bagi anggota kaumnya, serta harkat dan martabat kaum yang juga berada di tangannya. Dalam kehidupan adat, mandeh sako—dalam perkembangan zaman—lebih akrab atau lebih dikenal sebagai bundo kanduang, yaitu simbol perempuan Minangkabau yang bijaksana, arif, dan sosok ibu sejati yang menjadi panutan bagi anak kemenakan, baik dalam keluarga, kaum, suku, maupun masyarakat.

Bundo kanduang sebagai mandeh sako memiliki peran yang sangat strategis dalam setiap pengambilan keputusan di dalam kaum. Kedudukannya tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga nyata dalam mengatur kehidupan sosial, adat, serta kesejahteraan kaum. Peran-peran tersebut dapat dilihat dari beberapa fungsi penting berikut.

1. Bundo kanduang sebagai limpapeh rumah nan gadang

Dalam posisi ini, bundo kanduang menjadi tiang utama dalam rumah gadang, yaitu pusat kehidupan kaum. Ia berperan dalam mengatur, membimbing, serta mengarahkan seluruh anak kemenakan yang berada di dalam rumah gadang. Ia memiliki sifat yang tegas namun tetap lembut dan penuh kasih sayang. Hal ini sesuai dengan pepatah Minangkabau “samuik tapijak indak mati, alu tataruang patah tigo”, yang menggambarkan kebijaksanaan dalam bersikap adil dan penuh pertimbangan.

2. Bundo kanduang sebagai amban puruak

Amban puruak berarti tempat menyimpan harta pusaka kaum. Dalam hal ini, bundo kanduang dipercaya sebagai penjaga dan pengelola harta serta pusaka yang dimiliki oleh kaum. Ia harus bersikap arif dan bijaksana dalam mengelola kekayaan tersebut, serta mengetahui dengan jelas penggunaannya untuk kepentingan kaum.

3. Bundo kanduang sebagai alu bunian.

Alu bunian dimaknai sebagai tempat menyimpan seluruh keputusan adat yang telah disepakati dalam kaum, kampung, maupun nagari. Segala bentuk keputusan penting biasanya dikembalikan kepada bundo kanduang sebagai rujukan. Hal ini sejalan dengan ungkapan adat “ka pai tampek batanyo, ka pulang tampek babarito”, yang berarti bundo kanduang adalah tempat bertanya ketika pergi dan tempat memberi kabar ketika pulang.

4. Bundo kanduang sebagai penjaga kunci lumbuang padi

Lumbuang padi atau lumbung padi merupakan sumber kehidupan kaum yang menyimpan kebutuhan pangan. Bundo Kanduang bertanggung jawab memastikan ketersediaan dan pemanfaatan hasil lumbung tersebut agar kehidupan anak kemenakan tetap terjamin. Selain itu, terdapat pula lumbuang-lumbuang lain seperti lumbuang Sitinjau Lauik dan lumbuang Sibayau-bayau yang juga menjadi bagian dari tanggung jawab pengelolaan sumber kehidupan kaum.

5. Bundo kanduang sebagai penentu sako dan pusako.

Dalam struktur adat, Bundo Kanduang memiliki peran penting dalam penentuan sako (gelar adat) dan pusako (harta warisan). Ia ikut serta dalam menjaga keberlanjutan adat serta memastikan bahwa pewarisan nilai, gelar, dan harta berjalan sesuai dengan ketentuan adat Minangkabau. Jadi, bundo kanduang sebagai mandeh sako tidak hanya sebagai simbol perempuan dalam adat Minangkabau, tetapi juga sebagai pilar utama dalam menjaga keharmonisan, keberlanjutan adat, serta kesejahteraan kaum. Perannya mencerminkan kedudukan perempuan yang sangat dimuliakan dalam sistem adat Minangkabau.

Referensi:

Ernatip & Silvia Dewi. 2014. Kedudukan dan Peran Bundo Kanduang dalam Sistem Kekekrabatan Matrilineal di Minangkabau. Padang: Balai Pelestarian Nilai Budaya Padang

Ratmil, Muhammad. 2024. Buku Mata Pelajaran Muatan Lokal Keminangkabauan SMA/SMK/SMALB Sumatera Barat. Padang: Visigraf

Tags: #Yori Leo Saputra
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pemko Padang Pastikan Tidak Ada Anak Putus Sekolah Menekan Angka Tidak Sekolah (ATS) Hingga Titik Nol

Berita Sesudah

Ciri Khas Gaya Komunikasi Donald Trump di Depan Publik

Berita Terkait

Makna Pulih dalam Lagu “Seperti Tulang” Karya Nadin Amizah

Makna Pulih dalam Lagu “Seperti Tulang” Karya Nadin Amizah

Minggu, 23/8/26 | 22:08 WIB

Oleh: Indri Rahmadani (Mahasiswi Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Di tengah padatnya aktivitas dan tekanan yang dihadapi anak...

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Minggu, 16/8/26 | 23:09 WIB

Oleh: Bunga Amelia (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Bagi sebagian orang, mendengar kata sintaksis mungkin terasa menakutkan. Mata...

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Batagak Gala Mudo dalam Adat Minangkabau

Minggu, 16/8/26 | 22:50 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra, S.Hum., Gr. (Guru SMAN 1 Ranah Pesisir)   Batagak gala mudo menjadi salah satu tradisi penting...

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Senin, 10/8/26 | 16:12 WIB

Oleh: Devi Analia (Dosen Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Andalas)   Akses pembiayaan kerap menjadi hambatan utama bagi petani kecil...

Sintaksis Gen Z di X & Threads: Keren atau Malah Berantakan?

Sintaksis Gen Z di X & Threads: Keren atau Malah Berantakan?

Senin, 10/8/26 | 10:24 WIB

Oleh: Kevin Amnur Jonata (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Buka X sekarang dan hampir dapat dipastikan ada...

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Hakikat Merantau dalam Tradisi Minangkabau

Senin, 10/8/26 | 08:36 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra, S.Hum., Gr. (Guru SMAN 1 Ranah Pesisir)   Minangkabau merupakan sebuah suku bangsa di Sumatera Barat...

Berita Sesudah
Puisi-puisi M. Subarkah

Ciri Khas Gaya Komunikasi Donald Trump di Depan Publik

POPULER

  • Reses di Aie Dingin, Warga Minta ASD Kawal Pemekaran dan Pembangunan Nagari Sungai Gando

    Reses di Aie Dingin, Warga Minta ASD Kawal Pemekaran dan Pembangunan Nagari Sungai Gando

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Makna Pulih dalam Lagu “Seperti Tulang” Karya Nadin Amizah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Disana atau Di sana?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Pintar, Cerdas, Pandai, Cakap, Cerdik, dan Mahir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Ke Hadirat” dan “Kehadiran”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026