Kamis, 04/6/26 | 14:45 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Penulisan Huruf Kapital pada Peristiwa Bersejarah

Minggu, 31/3/24 | 07:00 WIB
Oleh: Elly Delfia (Dosen Program Studi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)

Dalam kehidupan ini, kita menghadapi berbagai kejadian atau peristiwa. Ada yang menyenangkan dan ada yang menyedihkan. Setiap peristiwa ada yang membuat kita terkesan dan ada yang mudah kita lupakan.  Lalu, apa sebenarnya definisi peristiwa tersebut? Peristiwa dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia didefinisikan sebagai kejadian (hal, perkara, dan sebagainya) yang luar biasa dan benar-benar terjadi.

Ada banyak peristiwa yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari. Ada peristiwa yang terjadi secara berulang-ulang dan kita anggap sebagai peristiwa biasa. Peristiwa seperti itu tidak terlalu berkesan dan mudah kita lupakan. Lalu, ada peristiwa yang melekat kuat dalam ingatan atau memori kita. Peristiwa tersebut bahkan tersimpan dalam memori kolektif masyarakat. Untuk mengingat peristiwa tersebut, dibuat peringatan-peringatan dan dituliskan dalam buku sejarah. Peristiwa yang demikian disebut dengan peristiwa bersejarah. Peristiwa bersejarah adalah peristiwa yang mengandung nilai-nilai sejarah yang terjadi pada masa lampau. John Tosh mendefinisikan sejarah sebagai memori kolektif, pengalaman melalui pengembang rasa identitas sosial manusia, dan prospek manusia di masa yang akan datang (repository.syekhnurjati.ac.id). Sebuah peristiwa dapat disebut memiliki nilai sejarah (library.fis.uny.ac.id) apabila memiliki tiga ciri-ciri berikut : 1. Abadi atau tidak berubah dan dikenang sepanjang masa, 2. Unik atau hanya terjadi sekali dan jika terulang pasti tidak akan sama persis dengan peristiwa sebelumnya, dan 3. Penting atau mempunyai pengaruh yang besar bagi kehidupan orang banyak.

Kedua peristiwa tersebut memiliki aturan penulisan tersendiri dalam Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).  Peristiwa biasa tidak ditulis dengan huruf kapital pada huruf awalnya, sedangkan peristiwa bersejarah harus ditulis dengan menggunakan huruf kapital pada huruf-huruf awal kata yang menunjukkan peristiwa bersejarah tersebut. Contoh penulisan kedua peristiwa ini dalam bahasa Indonesia diatur khusus dalam EYD V (2022), khususnya pada poin 14 dan 15 tata cara penulisan huruf kapital.  Pada poin 14 dijelaskan bahwa huruf kapital digunakan pada huruf pertama unsur nama peristiwa bersejarah. Contoh peristiwa bersejarah yang huruf-huruf pertama menggunakan huruf kapital:

  1. Konferensi Asia Afrika pernah diadakan di Bandung.
  2. Perang Dunia II menimbulkan kerugian yang besar pada beberapa negara.
  3. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia diperingati setiap tanggal 17 Agustus.
  4. Gempa Sumbar 30 September 2009 telah menelan ribuan korban jiwa.
  5. Peristiwa G30S/PKI sulit dilupakan oleh masyarakat Indonesia.
  6. Peristiwa Mei 1998 merupakan keran terbukanya era reformasi.
  7. Perjanjian Linggarjati tidak sepenuhnya dipatuhi oleh Belanda.
  8. Perang Belasting merupakan peristiwa yang menelan banyak korban jiwa.
  9. Sumpah Pemuda 1928 mengobarkan semangat pemuda Indonesia untuk meraih kemerdekaan.
  10. Konferensi Tingkat Tinggi G20 Tahun 2022 dilaksanakan di Bali.

Dari contoh nomor 1 hingga nomor 10 di atas, terlihat penulisan huruf kapital yang digunakan pada huruf pertama masing-masing peristiwa, yaitu pada huruf pertama Konferensi Asia Afrika, Perang Dunia II, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Gempa Sumbar 30 September 2009, Peristiwa G30S/PKI, Peristiwa Mei 1998, Perjanjian Linggarjati, Perang Belasting, Sumpah Pemuda 1928, dan Konferensi Tingkat Tinggi G20. Penggunaan huruf kapital pada huruf pertama masing-masing peristiwa bersejarah tersebut berfungsi untuk menekankan dan untuk mengingatkan orang-orang tentang peristiwa itu karena ada hal-hal menyakitkan, menyedihkan, mengecewakan, kegagalan, luka, atau sebaliknya ada harapan, kebahagiaan, kebangkitan, dan kehidupan yang baru dimulai saat peristiwa itu terjadi.

BACAJUGA

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Memahami Makna Peribahasa “Muluik Manih Kucindan Murah”

Senin, 01/6/26 | 08:57 WIB
Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Bahasa Estetik dalam Luka “Gaza Tak Pernah Sunyi” Karya Hardi

Senin, 25/5/26 | 00:01 WIB

Kemudian, poin 15 dalam EYD V berisi tata cara penulisan huruf untuk peristiwa biasa yang tidak bersejarah. Huruf yang digunakan untuk peristiwa tidak bersejarah adalah huruf kecil atau huruf nonkapital. Contoh penggunaan huruf nonkapital pada peristiwa tidak bersejarah dapat dilihat pada contoh-contoh kalimat di bawah ini.

  1. Kota Padang dilanda banjir besar tiga minggu lalu.
  2. Negara yang pernah dijajah memperingati hari proklamasi kemerdekaan setiap tahun.
  3. Gempa tektonik terjadi di daerah yang berada di dekat pantai.
  4. Kami melihat kecelakaan terjadi di depan rumah.
  5. Beberapa daerah di Indonesia dilanda cuaca ekstrem.
  6. Telah terjadi ledakan di gedung amunisi Kota Bogor.
  7. Gunung Marapi kembali erupsi dan menewaskan puluhan orang pendaki.
  8. Konflik Israel-Palestina telah memicu terjadinya perang dunia.
  9. Sebuah kapal kargo tenggelam di Laut Cina Selatan.
  10. Korea Utara kembali meluncurkan rudal balistik.

Beberapa kata yang bercetak miring pada kalimat nomor 1 sampai 10 di atas merupakan peristiwa tidak bersejarah karena lumrah terjadi dan tidak unik. Oleh sebab itu, huruf awal atau huruf pertama kata-kata tersebut tidak ditulis dengan huruf kapital. Demikian penjelasan tentang penggunaan huruf kapital pada peristiwa bersejarah.  Semoga dapat dijadikan panduan dalam menulis.

Tags: #Elly Delfia
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Warga Keluhkan Jalan Rusak di Taratak Tinggi Dharmasraya

Berita Sesudah

Penulisan Huruf Kapital pada Peristiwa Bersejarah

Berita Terkait

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Memahami Makna Peribahasa “Muluik Manih Kucindan Murah”

Senin, 01/6/26 | 08:57 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra (Guru SMA 1 Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan)   Minangkabau memiliki banyak peribahasa. Peribahasa merupakan kelompok...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Bahasa Estetik dalam Luka “Gaza Tak Pernah Sunyi” Karya Hardi

Senin, 25/5/26 | 00:01 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Di tanah ini, sejarah bukan hanya di...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Konteks Kata “Kali” dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 17/5/26 | 13:37 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Kata kali dikenal...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Cerita Mahasiswa Arab tentang Bahasa Indonesia

Senin, 27/4/26 | 06:18 WIB

Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Saat mengawas UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer)...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

Minggu, 19/4/26 | 21:49 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Kata ini dan...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Idiom “Keras Kepala” dari Presiden Prabowo untuk Iran

Minggu, 12/4/26 | 23:00 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Idiom “keras kepala” menjadi viral karena diucapkan...

Berita Sesudah
Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Ribut-Ribut Soal Pembalut

Discussion about this post

POPULER

  • Para orang tua sedang mendaftarkan anaknya masuk sekolah jalur prestasi ke Dinas pendidikan Kota Padang.

    Disdik Kota Padang Resmi Umumkan Pelaksanaan SPMB SD/SMP Tahun 2026/2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kota Padang Menjadi Terpilih Tuan Rumah Kunker PDPI ke XVIII

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Ganti Orang Ketiga “Beliau”, “Dia”, dan “Ia” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026