Minggu, 19/4/26 | 10:58 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Ribut-Ribut Soal Pembalut

Minggu, 31/3/24 | 13:55 WIB

Lastry Monika
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Tulisan ini didasarkan pada topik yang cukup ramai menjadi perdebatan di jagat aplikasi X beberapa hari belakangan. Topik yang diperdebatkan tersebut membuat pemilik akun antara laki-laki dan perempuan beradu argumen dengan cukup sengit. Beberapa argumen yang terlontar bahkan terkesan merendahkan dan menyepelekan salah satu gender dan persoalan yang sedang dibahas.

Beberapa hari sebelumnya seorang perempuan membuat sebuah utas berisi kritiknya terhadap jumlah maksimal personal hygiene item yang dibatasi beacukai. Item yang dimaksud ialah berupa pembalut, popok, dll. dengan jumlah maksimal lima buah untuk digunakan selama penerbangan. Menurutnya, aturan tersebut tidak masuk akal, terlebih bila penerbangan berlangsung hingga belasan jam dan memerlukan transit.

BACAJUGA

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

Ia mengemukakan pengalaman pribadi ketika naik pesawat saat menstruasi. Ia pernah mengganti pembalut sebanyak empat kali untuk kondisi menstruasinya dengan aliran yang tergolong normal. Lalu ia juga mengungkap kekhawatiran terhadap perempuan lain yang mengalami menstruasi dengan aliran yang deras. Lima pembalut tentu saja tidak cukup bagi mereka.

Akun lain menyela utas tersebut sekaligus merincikan berbagai kemungkinan maksimal berapa kali perempuan harus ganti pembalut selama penerbangan. Selaan itu berasal dari laki-laki yang besar kemungkinan tidak pernah berhubungan dengan soal ganti-mengganti pembalut seumur hidup. Akan tetapi, laki-laki itu berkomentar seolah ia pernah mengalami menstruasi.

Pengalaman menstruasi setiap perempuan tidak bisa digeneralisasi begitu saja. Bahkan, seorang perempuan bisa saja mengalami proses menstruasi yang berbeda setiap bulannya. Mulai dari gejala terhadap fisik dan psikis yang tidak selalu sama, hingga aliran yang kadang normal kadang deras berlebihan.

Sebagian perempuan cukup dengan pembalut biasa yang tidak lebih dari 25 cm dan cukup pula hanya menggantinya setiap 4 jam atau setiap buang air kecil. Namun, Sebagian perempuan lain harus menggunakan pembalut khusus malam atau 2 hingga 3 pembalut sekaligus untuk mengatasi aliran yang deras. Bahkan ada pula yang harus berganti pembalut setiap 15 dan 10 menit di hari-hari awal masa menstruasinya. Sebagian perempuan ada pula yang harus kekurangan kadar hemoglobin di angka 5 gram/dL di kala menstruasi saking derasnya aliran yang keluar. Rumitnya lagi, dari semua kondisi itu tidak selalu bisa diprediksi, kapan alirannya akan deras atau biasa saja.

Akun lain mencoba memberi solusi untuk mengatasi aturan beacukai dengan mengganti pembalut dengan menstrual cups. Sebagian perempuan mungkin saja bisa dengan mudah melakukan hal itu. Akan tetapi, apapun bentuk item yang digunakan ketika menstruasi, hal itu tergantung pada pilihan yang didasarkan pada kenyamanan dan kesehatan si pemakai. Satu merek pembalut saja belum tentu cocok untuk semua perempuan. Ada perempuan yang hanya cocok dengan merek tertentu sebab merek lain dapat menimbulkan iritasi. Begitu juga dengan pemakaian menstrual cups, ada yang cocok ada yang tidak.

Kerumitan bahasan ini baru terbatas pada pembalut, belum termasuk popok yang tentu saja tidak kalah rumitnya bagi orang tua yang harus melakukan penerbangan dengan membawa bayi. Bila beacukai merumuskan aturan ini untuk mencegah jastip yang sering mengakali birokrasi dan pajak, mengapa semua orang harus kena dampaknya? Semoga pihak berwenang dapat membuat aturan yang lebih mempertimbangkan kenyamanan dan keamanan bersama.

Tags: Lastry Monika
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Penulisan Huruf Kapital pada Peristiwa Bersejarah

Berita Sesudah

Ribut-Ribut Soal Pembalut

Berita Terkait

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Berita Sesudah

Perampokan Bersenjata Api Beraksi di Dharmasraya, Aksinya Terekam CCTV

Discussion about this post

POPULER

  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “sudah” dan “telah”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Bahasa Indonesia Formal dan Informal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemikiran Halliday tentang Semiotika Sosial dalam Ilmu Bahasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026