Senin, 02/11/26 | 00:45 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS

Marapi Naik Status ke Siaga, Gubernur Mahyeldi Minta BPBD Intensifkan Koordinas

Kamis, 11/1/24 | 08:08 WIB

AGAM, SCIENTIA – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah instruksikan jajarannya untuk intensifkan koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk matangkan mitigasi penanganan dampak letusan Gunung Marapi yang telah naik ke level III (siaga) sejak 9 Januari 2024.

“Kita langsung perintahkan, agar segera berkoordinasi untuk mematangkan langkah antisipasi terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan,” kata Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat mengikuti rapat koordinasi antisipasi letusan Gunung Marapi, di Kantor Wali Nagari Batu Palano, Rabu, (10/1/2024).

Menurut Mahyeldi, saat ini pemerintah daerah yang wilayahnya berada di sekitar Gunung Marapi sudah memberikan imbauan kepada masyarakat terutama yang berada pada radius 4,5 kilometer dari puncak gunung untuk waspada.

Ia menilai, langkah yang diambil para kepala daerah tersebut sudah sangat tepat untuk meminimalisasi potensi jatuhnya korban jika sewaktu-waktu letusan besar terjadi.

BACAJUGA

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Setelah Gelas Kosong

Minggu, 01/11/26 | 15:51 WIB
Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

Minggu, 01/11/26 | 12:50 WIB

“Kita tidak bisa memprediksi apakah letusan akan terjadi atau tidak. Namun karena levelnya sudah siaga, maka langkah-langkah antisipasi harus segera diambil. Apa yang dilakukan oleh kepala daerah seperti Kabupaten Agam dan Tanah Datar patut diapresiasi,” ujar Gubernur Mahyeldi.

Selain itu, Mahyeldi juga mengaku sudah memerintahkan Kepala BPBD Sumbar untuk langsung meninjau kesiapan beberapa posko yang didirikan di daerah sekitar kaki dan pinggang Gunung Marapi.

“Kita dorong BPBD terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengetahui apa yang bisa dibantu oleh provinsi,” ungkap Mahyeldi.

Matangkan Persiapan

Sementara itu Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumbar, Rudy Rinaldy menyebut pihaknya bersama Danrem 032/WB saat ini sudah berada di posko tanggap bencana letusan Gunung Marapi di Batu Palano, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam.

Tujuannya untuk mematangkan persiapan dan langkah antisipatif jika sewaktu-waktu letusan besar terjadi.

Sebelumnya Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan status Gunung Marapi naik dari level II (waspada) menjadi level III (siaga) terhitung 9 Januari 2024 pukul 18.00 WIB.

Dalam kesempatan yang sama, Danrem 032 Wirabraja, Brigjen TNI Rayen Obersyl mengatakan ada 3 titik evakuasi yang telah disiapkan.

Yakni di Padang Laweh, Sungai Pua dan Ampek Angkek.

Selain itu juga telah disediakan lokasi penampungan dengan memanfaatkan sekolah-sekolah yang terdapat di dua nagari, yakni Nagari Sungai Puar dan Nagari Koto Tinggi.

Kemudian tim juga telah mendirikan posko lapangan, yakni di Sungai Pua dan Batang Lasi.

Di posko tersebut nantinya akan ditempatkan personil gabungan dengan melibatkan semua unsur.

Sementara itu Ketua Tim Tanggap Darurat Erupsi Marapi, Kristianto mengatakan sebagai tindakan antisipasi masyarakat diharapkan tidak berada pada radius 4,5 kilometer dari kawah karena diperkirakan material vulkanik berukuran batu (bom) dan kerikil bisa mencapai radius tersebut.

Selain itu, jika terjadi erupsi mengakibatkan hujan abu, masyarakat harus melindungi pernafasan dengan masker agar tidak terpapar ISPA serta melindungi mata dan kulit.

“Penting juga untuk melindungi sumbar air bersih,” katanya (Adpsb/Busan)

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Calon Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) Kecamatan Pulau Punjung

Berita Sesudah

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Calon Pengawas Tempat Pemungutan Suara (Pengawas TPS) Kecamatan Koto Besar

Berita Terkait

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Setelah Gelas Kosong

Minggu, 01/11/26 | 15:51 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya kira wawancara selesai ketika kopi susu di gelas...

Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

Minggu, 01/11/26 | 12:50 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif)...

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Minggu, 01/11/26 | 12:42 WIB

Oleh: Tri Sutrisman (Mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Bagaimana jika sebuah laboratorium yang seharusnya digunakan untuk menyelamatkan...

Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

Minggu, 01/11/26 | 12:26 WIB

Oleh: Rizky Amelya Furqan (Dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Matilah kau mati, kau akan lahir...

Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

Minggu, 01/11/26 | 01:48 WIB

Padang Pariaman, Scientia — Keberhasilan pendidikan tidak semestinya diukur dari kemampuan seluruh peserta didik mencapai standar yang sama. Setiap anak...

Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

Minggu, 01/11/26 | 01:32 WIB

Padang, Scientia — Rumah sakit tidak cukup hanya mengandalkan kelengkapan fasilitas dan kecanggihan teknologi untuk meningkatkan pendapatan. Kualitas pelayanan, keselamatan...

Berita Sesudah

Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Calon Pengawas Tempat Pemungutan Suara (Pengawas TPS) Kecamatan Koto Besar

Discussion about this post

POPULER

  • Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

    Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Sumbar Terapkan Syarat Inovasi untuk Kenaikan Jabatan ASN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satlantas Polres Pariaman Siap Laksanakan Operasi Patuh Singgalang 2026, Kerahkan 26 Personel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perempuan Bangsa Sumbar Soroti PPN Pembalut, Cempaka Tanjung: Kebutuhan Menstruasi Bukan Barang Mewah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026