Rabu, 05/8/26 | 00:04 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Aspek Lingkungan dalam Wacana Ibu Kota Negara

Minggu, 08/1/23 | 07:00 WIB

Oleh: Arina Isti’anah, S.Pd., M.Hum.
(Dosen Sastra Inggris, Universitas Sanata Dharma dan Mahasiswa Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora, Universitas Gadjah Mada)

 

Isu lingkungan selalu menarik untuk dibahas. Setiap pemilihan pemimpin atau kepala negara, bagian yang disoroti adalah selalu aspek dan respek mereka terhadap lingkungan. Seberapa besar rasa peduli mereka terhadap isu lingkungan.

BACAJUGA

Stilistika pada Cerpen “Hasrat George” dalam Majalah Bobo

Stilistika pada Cerpen “Hasrat George” dalam Majalah Bobo

Senin, 03/8/26 | 05:23 WIB
Merantau untuk Ilmu: Belajar dari Ibnu Waddah al-Qurthubi

Merantau untuk Ilmu: Belajar dari Ibnu Waddah al-Qurthubi

Senin, 03/8/26 | 05:10 WIB

Aspek-aspek lingkungan, seperti kualitas air dan udara, limbah, kerusakan material seperti abrasi dan korosi, kerusakan tumbuh-tumbuhan, dan kesehatan manusia. Aspek tersebut perlu dipertimbangkan dalam pembangunan bisnis dan properti. Hal yang sama juga harus diperhatikan oleh para pemimpin atau pemerintah dalam pembangunan berbagai infrastruktur, seperti jalan tol, rumah sakit, sekolah, dan perkantoran.

Saat ini, pemerintah telah memulai pembangunan proyek besar yang akan dicatat dalam sejarah negara ini, yakni pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Ibu Kota Negara (IKN) yang direncanakan akan dibangun di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur tidak lepas dari kontroversi terkait isu lingkungan. Status Kalimantan sebagai paru-paru dunia mulai didiskusikan pada wacana pembangunan IKN. Sebagian pihak menganggap IKN tidak memihak pada keberlanjutan alam Kalimantan. Namun demikian, pemerintah telah mengesahkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (UU IKN) pada 15 Februari 2022.  Pemerintah juga secara komprehensif menyediakan berbagai informasi mengenai pembangunan IKN melalui situs web resmi di https://www.ikn.go.id/.

Sebagai respons atas kekhawatiran masyarakat terhadap keberlanjutan lingkungan di Kalimantan, pemerintah meluncurkan delapan prinsip pembangunan IKN, yaitu 1) mendesain sesuai dengan kondisi alam, 2) Bhinneka Tunggal Ika, 3) Terhubung, aktif, dan mudah diakses, 4) Rendah emisi karbon, 5) Sirkuler dan tangguh, 6) Aman dan terjangkau, 7) Kenyamanan dan efisiensi melalui teknologi, dan 8) Peluang ekonomi untuk semua. Dari kedelapan prinsip di atas, pemerintah juga menjabarkan tiap-tiap prinsip ke dalam beberapa sub-poin yang secara linguistik memuat berbagai strategi untuk menilai aspek lingkungan dalam pembangunan IKN.

Pada prinsip pertama, ‘mendesain sesuai kondisi alam’, pemerintah menjabar poin-poin berikut: a) Lebih dari 75% kawasan hijau di kawasan pemerintahan IKN, b) 100% penduduk dapat mengakses ruang terbuka hijau rekreasi dalam 10 menit, dan c) 100% konstruksi ramah lingkungan untuk bangunan bertingkat institusional, komersial, dan hunian.

Jika kita tilik lebih cermat pada ketiga poin sebelumnya, terdapat pola kebahasaan yang memuat angka dalam bentuk prosentase yang digunakan dalam prinsip‘Mendesain sesuai kondisi alam’. Pola kebahasaan ini dapat dijelaskan dengan sistem penilaian bahasa appraisal system yang dikemukakan oleh Martin dan Rose (2003). Appraisal system didefinisikan sebagai piranti evaluasi bahasa untuk menilai sikap, sumber, dan penarafan atas penilaian.

Strategi prosentase pada paragraf di atas digunakan untuk menilai objek yang terwujud dalam frasa kawasan hijau,‘ruang terbuka hijau rekreasi, dan ‘konstruksi ramah lingkungan’. Ketiga frasa tersebut merupakan aspek lingkungan yang ditekankan oleh pemerintah sebagai poin penyokong desain IKN yang sesuai kondisi alam. Dalam sistem penilaian bahasa, prosentase tersebut bertujuan untuk memaksimalkan penilaian, dalam bentuk kuantifikasi, atas keputusan pemerintah dalam membangun IKN dan ketekadan pemerintah dalam mempertahankan aspek keberlanjutan lingkungan di wilayah Kalimantan. Penggunaan angka 75% dan 100% juga menunjukkan sikap optimisme pemerintah bahwa keputusan pembangunan IKN yang diambil tidak merugikan aspek lingkungan Kalimantan Timur.

Pembangunan IKN juga memuat janji pemerintah, seperti yang termuat pada prinsip keempat, yakni ‘Rendah emisi karbon’. Poin pertama prinsip itu berbunyi“Instalasi kapasitas energi terbarukan akan memenuhi 100 persen kebutuhan energi IKN”. Strategi penilaian bahasa yang ditemukan dalam poin tersebut terwujud dalam modalitas “akan” yang digunakan untuk menilai “kebutuhan energi IKN”. Aspek lingkungan yang termuat dalam tuturan tersebut merujuk pada strategi pemerintah untuk memilih energi yang tidak mengeluarkan banyak karbondioksida. Kebijakan tersebut terkait dengan fenomena efek rumah kaca ke biosfer yang membahayakan keseimbangan alam, naiknya ketinggian air laut, dan perubahan iklim.

Selain energi rendah emisi karbon, pemerintah juga menjanjikan pengelolaan air limbah, seperti yang ditulis pada prinsip kelima pembangunan IKN “Sirkuler dan tangguh”. Prinsip tersebut memuat poin “100 persen air limbah akan diolah melalui sistem pengolahan pada 2035”. Seperti halnya dibahas pada paragraf sebelumnya, poin tersebut juga memuat janji dalam bentuk modalitas “akan”. Pemerintah mengkomunikasikan maksud dan tujuan pembangunan IKN melalui janji pengelolaan lingkungan, termasuk limbah, dengan sikap yang optimis. Penggunaan kuantifikasi “100%” pada tuturan tersebut juga menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengelola lingkungan di kawasan IKN. Secara keseluruhan, prinsip pembangunan IKN memuat strategi “repetisi” untuk menilai aspek lingkungan. Strategi tersebut terwujud dalam kuantifikasi prosentase dan modalitas. Strategi yang termuat dalam delapan prinsip pembangunan IKN memuat komitmen, janji, dan optimisme pemerintah.

Dari segi kajian wacana, situs web IKN yang diluncurkan oleh pemerintah secara jelas membingkai pemerintah sebagai agen yang mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan Kalimantan Timur dengan melibatkan frasa-frasa tentang lingkungan alam. Hal tersebut patut dipahami sebagai strategi pemerintah untuk membangun kepercayaan masyarakat atas keputusan pemerintah dalam membangun IKN. Dalam pemikiran wacana kritis, penggunaan situs web IKN merupakan strategi interpersonal untuk membangun relasi dan kepercayaan dari masyarakat. Pemerintah juga bermaksud menunjukkan sikap tanggung jawabnya dalam mengkomunikasikan maksud dan tujuan pembangunan IKN dalam moda komunikasi yang dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.

Tulisan ini mengajak kita untuk menilik lebih dalam bahwa strategi kebahasaan yang diulang-ulang atau“repetisi”merupakan bukti bahwa penutur, dalam hal ini pemerintah, memproduksi wacana pembangunan IKN dalam sebuah janji yang optimis akan dipenuhi oleh pemerintah.

Tags: Arina Isti'anah
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi R.S. Mila dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Berita Sesudah

Puisi-puisi Danang Susena

Berita Terkait

Stilistika pada Cerpen “Hasrat George” dalam Majalah Bobo

Stilistika pada Cerpen “Hasrat George” dalam Majalah Bobo

Senin, 03/8/26 | 05:23 WIB

Oleh: Indri Rahmadani (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Sastra anak tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga...

Merantau untuk Ilmu: Belajar dari Ibnu Waddah al-Qurthubi

Merantau untuk Ilmu: Belajar dari Ibnu Waddah al-Qurthubi

Senin, 03/8/26 | 05:10 WIB

Oleh: Aruusalkhofiqoni Bahri Chaniago, Lc. (Alumni Dirasat Islamiyah, Ibn Tofail University, Kenitra, Maroko dan Aktif Mengkaji Hadis, Tradisi Keilmuan Islam,...

Jorong Mapun: Ruang Bertemunya Bahasa Mandailing Budaya dan Adat Minangkabau

Jorong Mapun: Ruang Bertemunya Bahasa Mandailing Budaya dan Adat Minangkabau

Minggu, 26/7/26 | 22:02 WIB

Oleh: Tomi Pratama (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Pada saat ini, zaman semakin maju. Orang tua yang...

Kapitalisme dan Kontradiksi Kemajuan dalam Sastra Indonesia

Kapitalisme dan Kontradiksi Kemajuan dalam Sastra Indonesia

Minggu, 26/7/26 | 18:47 WIB

Oleh: Maharani Syifa Ramadhan (Alumni Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Praktik-praktik kapitalis seperti penguasaan lahan, pembangunan infrastruktur, dan ekspansi...

Kritik Feminis dan Gender dalam Cerpen “Maria” Karya A.A Navis

Menguji Sila Kemanusiaan: Representasi Pancasila dalam Polemik Pride Month SUMA UI

Minggu, 19/7/26 | 22:26 WIB

Oleh: Nikicha Myomi Chairanti  (Mahasiswa Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Pada awal Juni 2026, jagat media sosial Indonesia bergolak akibat...

Batu dan Zaman

Mencari Kehangatan di Era AI Melalui Boyfriend on Demand dan Esok Tanpa Ibu

Minggu, 19/7/26 | 21:31 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Beberapa tahun ke belakang, kemunculan kecerdasan buatan (Artificial...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Danang Susena

Puisi-puisi Danang Susena

Discussion about this post

POPULER

  • Stilistika pada Cerpen “Hasrat George” dalam Majalah Bobo

    Stilistika pada Cerpen “Hasrat George” dalam Majalah Bobo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Genangan Setinggi Paha Lumpuhkan Jalan Arai Pinang, Warga Dorong Motor dan Toko Terpaksa Tutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fungsi Tanda Asteris atau Tanda Bintang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dampak Kecerdasan Buatan (AI) bagi Dunia Pendidikan di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Terima Laporan Bencana Banjir di Wilayah Kecamatan Bungus Teluk Kabung.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026