Minggu, 19/4/26 | 23:13 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI PUISI

Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Minggu, 09/5/21 | 07:00 WIB

Malang

Aku terpaut di sini
Dijebak gelisah keramaian
Aku berlari menyongsong angin
Harapkan hembusan segar di tepi sunyi

Entah apa yang kupuja
Tetap bertahan nikmati tarian badai salju
Hingga kerlip bintang pun tak sedikit tampak cahaya
Menerka-nerka indahnya senja

Aku bertanya pada gelombang surut pulang
Tentang hempasan kuat tak bisa menerjang
Arusnya berlari membentuk tepian
Mengisi pori-pori kegersangan

Hatiku yang malang
Tak pernah kenyang
Ditipu bayang-bayang

BACAJUGA

Puisi-Puisi Elly Delfia

Puisi-Puisi Elly Delfia

Minggu, 29/3/26 | 16:59 WIB
Puisi-puisi Delivia Nazwa Syafiariza

Puisi-puisi Delivia Nazwa Syafiariza

Minggu, 15/3/26 | 16:09 WIB

Padang, Maret 2021

 

Waktu Abadi

Kau begitu dekat
Hingga tak terbatas oleh hambatan
Engkau iyakan, tak ada halangan
Tuhan, takdir-Mu, Engkau wujudkan

Teman itu telah pergi
Ia susunkan jemari memeluk ulu hati
Menjemput tawa di pangkuan Ilahi
Mengejar bahagia dalam waktu abadi

Di sini kami menanti
Ketetapan waktu yang telah berdiri
Melihat arah untuk berhenti
Menunggu pasti untuk kembali

Pariaman, Maret 2021

 

Genap

Kau berlari di sudut malam
Hilir mudik mencari kepastian
Kau lihat asa untuk dapatkan impian
Agar malam dapat terpejam

Kau nyalangkan mata sembunyi kesedihan
Mencoba tegar dari desakan jeritan
Kau telan hingga hilang tak berbekas
Hilang lenyap dalam hirupan napas

Tiba lagi genap menghantui
Tak cukup sekali, kembali datang menghampiri
Saat itu kau hancurkan kehormatan
menjajakan diri di setiap pemberhentian

Padang, Maret 2021

 

Semu

Apa itu rasa
Sampai aku tidak bisa menerka
Iya atau tidak, semuanya
Begitu fatamorgana

Tarian itu nyata di mata
Tak lekang oleh panas, tak lapuk oleh hujan.
Tangannya melambai memanggil harapan
Datanglah padaku, ujarnya

Cepat kaki ini melangkah
Tanpa basa-basi mengejar harapan
Hingga hilang kesadaran dan terhenti
Tidak seperti kenyataan

Hanya sorak dedaunan menggema
Dia bukan untukmu
Tidak juga menginginkanmu

Tenanglah rasa yang semu

Padang, Januari 2021

 

Biodata Penulis:

Yogi Resya Pratama lahir di Kota Pariaman. Jurnalis dan alumni SMA Negeri 3 Pariaman ini tengah merampungkan studi di Jurusan Bimbingan dan Konseling, IAIN Batusangkar.

Tags: #Yogi Resya Pratama
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Surya Hafizh dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

Berita Sesudah

PLTU Teluk Sepang: Cendera Mata Kezaliman Penguasa

Berita Terkait

Puisi-Puisi Elly Delfia

Puisi-Puisi Elly Delfia

Minggu, 29/3/26 | 16:59 WIB

Gambar: GeminiAI Sebuah Petang di 5 Maret Pada sebuah petang di 5 Maret Aku membaca hatimu dalam kisah Yang kau...

Puisi-puisi Delivia Nazwa Syafiariza

Puisi-puisi Delivia Nazwa Syafiariza

Minggu, 15/3/26 | 16:09 WIB

Gambar: Meta AI Ketenangan Apa yang Kau Cari Oleh: Delivia Nazwa Syafiariza Ketenangan apa yang kau cari Ketenangan dunia yang...

Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

Minggu, 25/1/26 | 13:00 WIB

Gambar:GeminiAI Sore di Bulan Juni Aku tidak tahu mengapa semuanya begitu pelan dan bahkan begitu cepat, bulan yang di mana...

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Minggu, 18/1/26 | 19:35 WIB

Sumber gambar: GeminiAI Tanpa Ingin Menjadi Utama Oleh: Arza Kailla Chaerani Kau hadir tanpa gegap gempita Seperti lagu yang tak...

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Minggu, 11/1/26 | 09:26 WIB

  Sumber: Google GeminiAI Di Kota yang Berbeda Oleh: Aliftia Nabila Putri Di sini aku masih sibuk dengan hariku, Sama...

Puisi-puisi Furkon Patani

Puisi-puisi Furkon Patani

Minggu, 28/12/25 | 14:15 WIB

Gambar: Meta AI Jadikanlah Aku Perindu Oleh: Furkon Patani Aku adalah pemabuk cinta Dan aku juga perindu setia Banyak yang...

Berita Sesudah
PLTU Teluk Sepang: Cendera Mata Kezaliman Penguasa

PLTU Teluk Sepang: Cendera Mata Kezaliman Penguasa

Discussion about this post

POPULER

  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Bahasa Indonesia Formal dan Informal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengangguran Sarjana Tembus 1 Juta, Puan: Sistem Pendidikan dan Pasar Kerja Kita Gagal Terkoneksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemikiran Halliday tentang Semiotika Sosial dalam Ilmu Bahasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026