Jumat, 16/1/26 | 19:30 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Penggunaan Kata Depan “dari” dan “daripada” yang Tidak Tepat

Minggu, 04/10/20 | 06:00 WIB

Oleh:
Leni Syafyahya, S. S., M.Hum.
(Dosen Linguistik, Jurusan Sastra Indonesia,
Fakultas Ilmu Budaya,
Universitas Andalas)

Sebagian orang menganggap bahasa Indonesia itu mudah. Dalam ragam santai, bahasa tutur yang digunakan sehari-hari memang dianggap mudah. Akan tetapi,  bila kita dihadapkan pada satu situasi harus menggunakan bahasa Indonesia ragam resmi yang terjaga, kita akan merasakan pekerjaan itu tidaklah mudah. Kita akan berpikir bagaimana menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan teratur dengan penggunaan kata-kata yang tepat dan sesuai. Itu tidaklah semudah yang disangkakan orang.

Selain ketepatan dalam memilih kata, pengguna bahasa harus pula memperhatikan kesesuaian kata agar tidak merusak makna,  suasana,  dan situasi yang hendak ditimbulkan atau suasana yang sedang berlangsung. Ada suasana yang menuntut kita bertindak lebih formal, ada pula suasana yang tidak menghendaki tindakan-tindakan yang formal. Dengan demikian, tindak berbahasa manusia juga akan disesuaikan dengan suasana yang formal dan nonformal.

BACAJUGA

No Content Available

Namun, dalam kenyataan berbahasa dewasa ini, tidak sedikit ditemukan penggunaan bahasa yang tidak tepat. Ketidaktepatan penggunaan bahasa ini salah satunya dapat dilihat dalam penggunaan kata dari dan daripada. Penggunaan kata dari dan daripada sering digunakan secara tidak tepat, contoh:

  1. Anita lebih cantik dari Rahma.
  2. Kaki dari meja itu patah.
  3. Tujuan daripada pertemuan itu adalah untuk memperkenalkan pejabat baru di lingkungan unit kerja.
  4. Kita harus selalu dapat memerhatikan keinginan daripada anggota.

Kalau diamati, kalimat (1) sampai (4) ada beberapa kesalahan dalam penggunaan kata dari dan daripada di atas.

Pertama, kalimat (1 dan 2) penggunaan kata dari tidaklah tepat digunakan.  Pada kalimat (1), kalimat itu menyatakan perbandingan, sedangkan pada kalimat (2) menyatakan hubungan kepunyaan atau menyatakan kepunyaan. Semestinya, pada kalimat (1) digunakan kata daripada sebagai perbandingan, (1a) Anita lebih cantik daripada Rahma. Kalimat (2) kata dari tidak tepat digunakan karena dalam bahasa Indonesia hubungan kepunyaan diletakan secara berurutan (2a) Kaki meja itu patah. Ketidaktepatan penggunaan kata dari pada kalimat (2) dalam menyatakan hubungan kepunyaan dipengaruhi oleh struktur bahasa Inggris.

Badudu mengatakan dapat diduga bahwa struktrur seperti itu timbul ketika orang menerjemahkan bahasa asing ke bahasa Indonesia. Karena tidak ada penguasaan ilmu penerjemahan terhadap struktur frase atau kalimat dalam bahasa Indonesia, lahirlah ujaran dan tulisan yang berstruktur bahasa asing dengan kata-kata Indonesia. Hal ini kadangkala berkelanjutan. Dengan demikian, tersebarlah penggunaan bahasa yang salah.

Kata dari dalam bahasa Indonesia termasuk ke dalam jenis kata depan atau preposisi. Kata depan dari selalu terletak di depan kata benda dan ditulis selalu terpisah dari kata yang di belakangnya. Kata dari dalam kamus bahasa Indonesia  bermakna : (1) kata depan yang menyatakan tempat, Dia berangkat dari Bukittinggi menuju Padang, (2) kata yang menyatakan asal, Gelang ini terbuat dari emas. (3) menyatakan sejak, Dari Padang, perutku sudah sakit. (4) menyatakan sebab, Dari malasnya, dia tidak lulus ujian. (5) menyatakan tentang dengan catatan kata dari tersebut diikuti kata hal, Dari hal utang-piutang, diperlukan bukti tertulis. (6) menyatakan makna pemisah, Anda harus menjauhkan diri dari perbuatan yang tidak baik itu. 

Kedua, kalimat (3 dan 4) penggunaan kata daripada tidaklah tepat, karena pada kalimat tersebut tidak menyatakan perbandingan. Oleh karena itu, penggunaan kata daripada pada kedua kalimat itu haruslah dihilangkan, (3a) Tujuan pertemuan itu adalah untuk memperkenalkan pejabat  baru di lingkungan unit kerja. (4a) Kita harus selalu dapat memerhatikan keinginan anggota. Penggunaan kata daripada yang tepat ialah untuk meyatakan perbandingan, contoh:

  1. Annisa lebih rajin daripada kakak laki-lakinya.
  2. Sebaiknya, kita datang lebih awal daripada terlambat.

Kata daripada juga termasuk ke dalam jenis kata depan atau preposisi. Kata daripada dalam kamus besar Bahasa Indonesia bermakna untuk menandai perbandingan.

Berdasarkan contoh dan penjelasan makna kata dari dan daripada di atas, hendaknya kita pengguna bahasa Indonesia menghindari kesalahan penggunaan kata tersebut. Artinya, kita berusaha menggunakan kata yang tepat dalam berbahasa.  Selain ketepatan pilihan kata, pengguna bahasa harus pula memperhatikan kesesuaian kata agar tidak merusak makna, suasana, dan situasi yang hendak ditimbulkan atau suasana yang sedang berlangsung.

Di samping itu, Sumpah Pemuda telah memberikan kita bahasa persatuan dan UUD 45 juga telah menentukan bahasa negara, yaitu bahasa Indonesia. Kalau kita cinta akan bahasa Indonesia, sebagai putra-putri, kita akan berusaha menggunakan bahasa Indonesia dengan tepat. Ketepatan dalam menggunakan bahasa dapat dilihat dalam penggunaan pilihan kata salah satu tepat dalam menggunakan kata depan dari dan daripada. Semoga tulisan kecil ini bermanfaat bagi pembaca.

Tags: #Leni Syafyahya
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Penulisan Kata Depan di, ke, pada, dan kepada

Berita Sesudah

Tata Cara Penulisan Kata Majemuk dan Idiom Berimbuhan

Berita Terkait

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Minggu, 11/1/26 | 09:57 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Tiba-tiba warganet Indonesia heboh...

Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Onde-Onde dan Klepon: Perbedaan Budaya, Perbedaan Nama

Minggu, 11/1/26 | 09:39 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Tidak...

Dari Sawah ke Timeline: Kisah Kata “Ani-ani” yang Berubah Arti

Dari Sawah ke Timeline: Kisah Kata “Ani-ani” yang Berubah Arti

Minggu, 04/1/26 | 21:16 WIB

Oleh: Arum Rindu Sekar Kasih (Mahasiswa Program Doktor Ilmu-Ilmu Humaniora Universitas Gadjah Mada)    Beberapa waktu lalu, publik dihebohkan dengan...

Struktur Kalimat Peraturan Perundang-undangan

Problematika Penulisan Kata Majemuk

Minggu, 28/12/25 | 23:00 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Kata majemuk atau kompositum sering menjadi problem dalam...

Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Perbedaan Frasa “Sepatu Baru” dan “Sepatu yang Baru”

Minggu, 21/12/25 | 08:22 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing di Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Dari judul...

Serba-serbi Kritik Sosial Habis Lebaran

Penulisan Nama dalam Bahasa Asing

Minggu, 21/12/25 | 07:51 WIB

  Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan Prodi S2 Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) Suatu hari saya mendapat...

Berita Sesudah

Tata Cara Penulisan Kata Majemuk dan Idiom Berimbuhan

Discussion about this post

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran, mengusulkan sejumlah proyek pelestarian lingkungan bagi Kota Padang dalam skema kerja sama bilateral Indonesia-Jerman di tahun 2026.(Foto:Ist)

    Wali Kota Padang Usulkan Proyek Lingkungan Hidup Pada Negara Jerman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Denda PDAM Kota Padang Membingungkan, Tagihan Sampah Dipungut Meski Tak Diangkut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PDAM Kota Padang Putuskan Sambungan Air Tanpa Peringatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024