Sabtu, 24/1/26 | 02:44 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI PUISI

Puisi-puisi Mhd. Irfan

Minggu, 25/4/21 | 07:00 WIB

Urat-Urat Cina

pada sebuah pengaduan atas nama pengabdian
ia membawa pedang dari zaman nabi
yang dikaitkan di pinggang
serta atribut lengkap seperti telah siap untuk berperang

memerangi diri sendiri
dengan ketaksaan berkelindan pada sintal kepala
memintal urat-urat Cina dengan tubuh bungkam

ia berjalan menuju utopia

tempat rahmat cinta bersemi di dada
kecintaan kepala-kepala manusia
tak kenal mati
abadi dalam sebuah nama

BACAJUGA

Puisi-Puisi Mhd. Irfan

Puisi-Puisi Mhd. Irfan

Minggu, 05/6/22 | 07:00 WIB
Puisi-puisi Mhd. Irfan

Puisi-puisi Mhd. Irfan

Minggu, 10/10/21 | 07:00 WIB

“Aku punya pedang yang tak dimiliki orang lain

serta atribut lengkap yang kau cari
selama berabad lamanya persemedian itu berjalan
bukan seperti musafir dalam perjalanan pulang, kehilangan ikat kepala”

tapi mereka memilih orang lain untuk menunggangi kota
di mana para pejalan tak perlu memikirkan sebuah peta
simpang dengan papan petunjuk arah di mana-mana
senantiasa direbut oleh orang-orang bengkok ke dalam

seperti tak ada kata lain dari sebuah pengabdian
dipatahkan di tengah jalan
saat urat-urat Cina tak lagi membutuhkan tembok raksasa di negerinya
menjelma pagar pada gigi ibu pertiwi

Padang, 2020

 

Kota yang Tertinggal dalam Ingatan

di pesisiran ini, kita telusuri malam dengan sejuta rencana
bahkan rencana perpisahan
setiap kali gelombang demi gelombang itu terhempas
udara semakin pekat dan gelap semakin menyungkup

di asin air laut, kau bermandi di bawah wajah bulan
riak-riak genangan memantul ke pelupuk mata
seolah kita bergelimangan keromantisan
sebelum pantai dibungkus dalam kantong kosong sebuah kota

kau membuka buku gambar
dengan beberapa pensil warna
melukiskan resah dalam warna-warni pensil yang saling bertimpaan
membuka mata selebar-lebarnya

membelalak ke ujung lautan yang tak tahu di mana seberang tepian
kau lukis batu dengan penari di atasnya
menggenggam piring kaca
jua percikan ombak yang menghempas ke batu

bocah kecil menyusuri pantai membawa sekarung botol-botol bekas
dengan seorang adik yang digendong di punggung
dan bambu ditiup seorang ibu pada sebuah tungku
tempat pembakaran ikan, usai nelayan menepi

kita rencanakan perpisahan pada sebuah kota yang tertinggal
jauh dalam bayangan di kepala
tanpa lesapan zaman
kini telah berubah,

mengucapkan perpisahan

sebelum malam benar-benar ditelan deru kota

Padang, 2020

 

Penjual Kaba Ampera

Seorang penjual kaba ampera
belajar mengaji di sebuah rumah tanpa nama
setiap persinggahannya tersemat hati yang berdesir
memetik dawai-dawai ilmu

kaba beralih ke Mudik Padang
lengang hilalang dan rerumputan
bansi yang ditiupkan si pengembala
pecah dipijak kerbau gila

di tua desa, silat terkembang begitu saja
seperti telah dilimaukan segala tempat
silat kepala yang berpilin-pilin arah tujunya
kalah menang dengan mulut berbusa sejuta umpat

juga gendang tasa lapuk di pos ronda
tergantung bagai rumah-rumah lebah dan serangga
si penjual kaba ampera belajar mengaji di rumah tanpa nama
mengaji nama yang ketiadaan artinya hari ini

nama yang tinggal nama
dalam dengkur panjang masa
ada yang tersisa
hanya ornamen dalam sebuah upeti si penjual kaba
usai belajar mengaji di rumah tanpa nama

Padang, 2020

 

Biodata Penulis:

Mhd. Irfan lahir di Pariaman, 26 September dan sedang menyelesaikan studi di Jurusan Sastra Indonesia Universitas Andalas. Ia bergiat di Bengkel Seni Tradisional Minangkabau  (BSTM), Labor Penulisan Kreatif (LPK), dan Lab. Pauh 9 dan tidak menyukai umpat di belakang.

 

Tags: #Mhd. Irfan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Kecerdasan Metafora dalam Menulis Fiksi

Berita Sesudah

Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

Berita Terkait

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Minggu, 18/1/26 | 19:35 WIB

Sumber gambar: GeminiAI Tanpa Ingin Menjadi Utama Oleh: Arza Kailla Chaerani Kau hadir tanpa gegap gempita Seperti lagu yang tak...

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Minggu, 11/1/26 | 09:26 WIB

  Sumber: Google GeminiAI Di Kota yang Berbeda Oleh: Aliftia Nabila Putri Di sini aku masih sibuk dengan hariku, Sama...

Puisi-puisi Furkon Patani

Puisi-puisi Furkon Patani

Minggu, 28/12/25 | 14:15 WIB

Gambar: Meta AI Jadikanlah Aku Perindu Oleh: Furkon Patani Aku adalah pemabuk cinta Dan aku juga perindu setia Banyak yang...

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Minggu, 07/12/25 | 17:48 WIB

Sumber Gambar: Meta AI Rumah Tanpa Pintu Oleh Indri Rahmadani Di kota ini yang jauh dari ragamu Aku belajar berhitung...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Minggu, 30/11/25 | 15:51 WIB

Sumber: Meta AI Sehangat Kepulan Kopi Oleh Wulan Darma Putri Dalam getaran cinta Kau mengukir hati yang luka Memberiku segala...

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Minggu, 16/11/25 | 19:38 WIB

Menebak Pikiran Amir Oleh: Afny Dwi Sahira Sendu mata Amir rindu Buya Mengingat Buya semasa hidup Peninggalan Buya memenuhi memori...

Berita Sesudah
Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

Discussion about this post

POPULER

  • Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : ist]

    Firdaus Kembali Pimpin PKB Sumbar, Optimis Bawa PKB Capai Puncak pada Pemilu Mendatang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPP PKB Tetapkan Kepengurusan DPW PKB Sumbar Periode 2026–2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Personifikasi dalam Puisi “Lukisan Berwarna” Karya Joko Pinurbo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HI UNAND dan Muhammadiyah Sumbar Bahas ABS-SBK dan Global Values

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024