Oleh: Armini Arbain* Baru saja aku duduk melepas lelah setelah memberi penyegar pada wajah seorang ibu yang facial, Hp-ku...
Baca SelanjutnyaDetailsCerpen: Armini Arbain Pesawat Garuda Boeing 800 lepas landas. Tepat pukul lima sore, pesawat yang membawa calon jemaah haji...
Baca SelanjutnyaDetailsCerpen: Ibnu Naufal Aku tak mengerti terkadang dengan diriku sendiri. Diri yang begitu unik dan istimewa, menuntut untuk diperlakukan istimewa oleh...
Baca SelanjutnyaDetailsCerpen: Reno Wulan Sari “Satu Vanilla Latte hangat.” Barista itu menatap Kalis dengan kepala yang sedikit dimiringkan, seolah ingin meyakinkan,...
Baca SelanjutnyaDetailsCerpen: Reno Wulan Sari Setelah hari kematian Kenya, tepatnya setelah 10 hari sejak pemakamannya, semua berkumpul di rumah yang mungil itu,...
Baca SelanjutnyaDetailsCerpen: Nola Pritanova Sore ini, sambil menatap hujan, aku menyesap teh hangat yang telah tersisa setengahnya. Pikiranku berkecamuk. Teringat perkataan Natta...
Baca SelanjutnyaDetailsCerpen: Nayla Annakamiko Dear Myself … All failures and disappointments will make you stronger. Therefore, don’t be afraid. Pikiran...
Baca SelanjutnyaDetails“Pertemuan ini bukan sekedar kebetulan, Al. Aku tidak yakin kita akan bertemu lagi dalam waktu dekat. Karena itu, jika kamu...
Baca SelanjutnyaDetailsCerpen: Mansyur S. Terlalu jauh Dia larut dalam kenyataan yang sudah waktunya untuk beralih. Dia melakukan pengembaraan dengan selembar...
Baca SelanjutnyaDetailsAku membuka bungkusan itu. Tidak butuh waktu lama, aku segera mengetahuinya. Dua buah novel. Rupanya adikku ini benar-benar mengenalku. Tentu...
Baca SelanjutnyaDetails