Sabtu, 12/9/26 | 23:55 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Biaya Haji Khusus Lebih Mahal, Lisda Hendrajoni: Sejalan dengan Layanan dan Masa Tunggu yang Lebih Singkat

Rabu, 29/7/26 | 13:19 WIB
Foto: ist
Foto: ist

Padang, Scientia – Biaya haji khusus yang jauh lebih mahal dibandingkan haji reguler dinilai sebanding dengan layanan yang diterima jemaah. Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi NasDem, Lisda Hendrajoni, mengatakan perbedaan biaya tersebut mencerminkan standar pelayanan yang lebih tinggi, mulai dari akomodasi, hotel, hingga masa tunggu keberangkatan yang lebih singkat.

Menurut Lisda, haji khusus memang dirancang untuk memberikan pelayanan yang berbeda dari haji reguler. Karena itu, besaran biaya yang dibayarkan jemaah disesuaikan dengan fasilitas yang diterima selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Haji khusus memang memiliki standar layanan yang berbeda dibandingkan haji reguler. Mulai dari akomodasi, hotel, hingga berbagai fasilitas lainnya disesuaikan dengan layanan yang diberikan,” kata Lisda di Padang. Selasa, (28/7)

Ia menjelaskan, salah satu perbedaan paling mencolok terdapat pada kualitas akomodasi. Jika jemaah haji reguler menempati hotel dengan standar tertentu, maka jemaah haji khusus umumnya memperoleh penginapan dengan standar yang lebih tinggi, termasuk hotel bintang empat hingga bintang lima yang memberikan kenyamanan lebih selama berada di Arab Saudi.

BACAJUGA

Musancab dan UKK DPAC PKB Padang Selesai, Yusri Latif: PKB Solusi Untuk Bangsa

Musancab dan UKK DPAC PKB Padang Selesai, Yusri Latif: PKB Solusi Untuk Bangsa

Sabtu, 12/9/26 | 19:02 WIB
DPC PKB Padang Gelar Musancab Serentak

DPC PKB Padang Gelar Musancab Serentak

Sabtu, 12/9/26 | 16:48 WIB

Selain fasilitas, masa tunggu keberangkatan juga menjadi alasan banyak masyarakat memilih program haji khusus. Lisda menyebut antrean keberangkatan haji khusus relatif lebih singkat dibandingkan haji reguler.

“Ada yang sekitar tiga tahu, lima tahun dan tujuh tahun, paling lama. Berbeda dengan haji reguler yang masa tunggunya umumnya lebih panjang,” ujarnya.

Menurut Lisda, berbagai kemudahan tersebut merupakan konsekuensi dari pilihan layanan yang diambil oleh jemaah. Karena itu, biaya yang lebih tinggi merupakan hal yang wajar mengingat fasilitas dan pelayanan yang diberikan juga berbeda.

“Dari sisi pelayanan memang terdapat berbagai kemudahan yang diperoleh jemaah haji khusus. Hal itu merupakan sesuatu yang wajar karena layanan tersebut memang disesuaikan dengan biaya yang dibayarkan oleh jemaah yang memilih program haji khusus,” katanya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya kebijakan DPR bersama pemerintah untuk menurunkan biaya haji khusus, Lisda menilai hal tersebut tidak menjadi persoalan karena program tersebut memang diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki kemampuan finansial lebih.

“Itu kan haji khusus, memang untuk yang lebih mampu,” ujarnya singkat.

Lisda juga menegaskan bahwa penyelenggaraan haji khusus memiliki alokasi kuota tersendiri. Dari total kuota haji nasional, sebanyak 8 persen dialokasikan untuk jemaah haji khusus.

“Memang terdapat alokasi kuota sebesar 8 persen untuk jemaah haji khusus. Kuota tersebut didistribusikan kepada masing-masing penyelenggara ibadah haji khusus atau travel yang telah memiliki kuota sesuai ketentuan. Jadi, dari total kuota haji nasional, sekitar 8 persen dialokasikan untuk jemaah haji khusus,” ujarnya.

Ia menambahkan, baik haji reguler maupun haji khusus tetap berada dalam sistem penyelenggaraan yang diawasi pemerintah. Perbedaannya terletak pada jenis layanan yang dipilih oleh jemaah, bukan pada substansi pelaksanaan ibadah.(yrp)

Tags: Haji khususHaji regulerLisda Hendrajoni
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Lisda Hendrajoni Dukung Skema Baru Biaya Haji 2027, Jamaah Diusulkan Hanya Bayar 40 Persen

Berita Sesudah

Calon Jamaah Haji Sumbar Nomor Porsi di Bawah 94885 Berpeluang Berangkat pada 2027

Berita Terkait

Musancab dan UKK DPAC PKB Padang Selesai, Yusri Latif: PKB Solusi Untuk Bangsa

Musancab dan UKK DPAC PKB Padang Selesai, Yusri Latif: PKB Solusi Untuk Bangsa

Sabtu, 12/9/26 | 19:02 WIB

Padang, Scientia — Sebanyak 27 calon Ketua Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-Kota Padang telah menyelesaikan...

DPC PKB Padang Gelar Musancab Serentak

DPC PKB Padang Gelar Musancab Serentak

Sabtu, 12/9/26 | 16:48 WIB

Padang, Scientia — Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kota Padang menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak se-Kota Padang untuk memilih...

Yusri Latif Tantang Pemko Padang, Penataan Pasar Bandar Buat Harus Dikawal

Yusri Latif Tantang Pemko Padang, Penataan Pasar Bandar Buat Harus Dikawal

Jumat, 11/9/26 | 20:49 WIB

Padang, Scientia — Anggota DPRD Kota Padang Yusri Latif meminta Pemerintah Kota Padang tidak setengah hati menata Pasar Bandar Buat,...

KPU Padang Verifikasi Data Pemilih di Bungus

Bawaslu Padang Awasi Proses Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan di Bungus Teluk Kabung

Kamis, 10/9/26 | 14:50 WIB

Padang, Scientia — Akurasi data pemilih di Kota Padang masih menghadapi persoalan di tingkat kelurahan. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu)...

KPU Padang Verifikasi Data Pemilih di Bungus

KPU Padang Verifikasi Data Pemilih di Bungus

Kamis, 10/9/26 | 14:00 WIB

Padang, Scientia — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padang melakukan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III 2026 di enam...

Yusri Latif Salurkan Hibah Rp100 Juta untuk Pembangunan Masjid Quba

Yusri Latif Salurkan Hibah Rp100 Juta untuk Pembangunan Masjid Quba

Rabu, 09/9/26 | 22:26 WIB

Padang, Scientia — Pembangunan Masjid Quba di Kampuang Pinang, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, mendapat dukungan hibah sebesar...

Berita Sesudah
Calon Jamaah Haji Sumbar Nomor Porsi di Bawah 94885 Berpeluang Berangkat pada 2027

Calon Jamaah Haji Sumbar Nomor Porsi di Bawah 94885 Berpeluang Berangkat pada 2027

POPULER

  • DPC PKB Padang Gelar Musancab Serentak

    DPC PKB Padang Gelar Musancab Serentak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Musancab dan UKK DPAC PKB Padang Selesai, Yusri Latif: PKB Solusi Untuk Bangsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AI dan Kecerdasan Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026