Kamis, 29/10/26 | 20:34 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Biaya Haji Khusus Lebih Mahal, Lisda Hendrajoni: Sejalan dengan Layanan dan Masa Tunggu yang Lebih Singkat

Rabu, 29/7/26 | 13:19 WIB
Foto: ist
Foto: ist

Padang, Scientia – Biaya haji khusus yang jauh lebih mahal dibandingkan haji reguler dinilai sebanding dengan layanan yang diterima jemaah. Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi NasDem, Lisda Hendrajoni, mengatakan perbedaan biaya tersebut mencerminkan standar pelayanan yang lebih tinggi, mulai dari akomodasi, hotel, hingga masa tunggu keberangkatan yang lebih singkat.

Menurut Lisda, haji khusus memang dirancang untuk memberikan pelayanan yang berbeda dari haji reguler. Karena itu, besaran biaya yang dibayarkan jemaah disesuaikan dengan fasilitas yang diterima selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Haji khusus memang memiliki standar layanan yang berbeda dibandingkan haji reguler. Mulai dari akomodasi, hotel, hingga berbagai fasilitas lainnya disesuaikan dengan layanan yang diberikan,” kata Lisda di Padang. Selasa, (28/7)

Ia menjelaskan, salah satu perbedaan paling mencolok terdapat pada kualitas akomodasi. Jika jemaah haji reguler menempati hotel dengan standar tertentu, maka jemaah haji khusus umumnya memperoleh penginapan dengan standar yang lebih tinggi, termasuk hotel bintang empat hingga bintang lima yang memberikan kenyamanan lebih selama berada di Arab Saudi.

BACAJUGA

Mahyeldi Ingatkan Pemuda Sumbar: Narkoba dan Adu Domba Ancam Persatuan Bangsa

Mahyeldi Ingatkan Pemuda Sumbar: Narkoba dan Adu Domba Ancam Persatuan Bangsa

Kamis, 29/10/26 | 19:16 WIB
Sumbar Bentuk Forum Asisten Perekonomian dan Pembangunan

Sumbar Bentuk Forum Asisten Perekonomian dan Pembangunan

Kamis, 29/10/26 | 19:09 WIB

Selain fasilitas, masa tunggu keberangkatan juga menjadi alasan banyak masyarakat memilih program haji khusus. Lisda menyebut antrean keberangkatan haji khusus relatif lebih singkat dibandingkan haji reguler.

“Ada yang sekitar tiga tahu, lima tahun dan tujuh tahun, paling lama. Berbeda dengan haji reguler yang masa tunggunya umumnya lebih panjang,” ujarnya.

Menurut Lisda, berbagai kemudahan tersebut merupakan konsekuensi dari pilihan layanan yang diambil oleh jemaah. Karena itu, biaya yang lebih tinggi merupakan hal yang wajar mengingat fasilitas dan pelayanan yang diberikan juga berbeda.

“Dari sisi pelayanan memang terdapat berbagai kemudahan yang diperoleh jemaah haji khusus. Hal itu merupakan sesuatu yang wajar karena layanan tersebut memang disesuaikan dengan biaya yang dibayarkan oleh jemaah yang memilih program haji khusus,” katanya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya kebijakan DPR bersama pemerintah untuk menurunkan biaya haji khusus, Lisda menilai hal tersebut tidak menjadi persoalan karena program tersebut memang diperuntukkan bagi masyarakat yang memiliki kemampuan finansial lebih.

“Itu kan haji khusus, memang untuk yang lebih mampu,” ujarnya singkat.

Lisda juga menegaskan bahwa penyelenggaraan haji khusus memiliki alokasi kuota tersendiri. Dari total kuota haji nasional, sebanyak 8 persen dialokasikan untuk jemaah haji khusus.

“Memang terdapat alokasi kuota sebesar 8 persen untuk jemaah haji khusus. Kuota tersebut didistribusikan kepada masing-masing penyelenggara ibadah haji khusus atau travel yang telah memiliki kuota sesuai ketentuan. Jadi, dari total kuota haji nasional, sekitar 8 persen dialokasikan untuk jemaah haji khusus,” ujarnya.

Ia menambahkan, baik haji reguler maupun haji khusus tetap berada dalam sistem penyelenggaraan yang diawasi pemerintah. Perbedaannya terletak pada jenis layanan yang dipilih oleh jemaah, bukan pada substansi pelaksanaan ibadah.(yrp)

Tags: Haji khususHaji regulerLisda Hendrajoni
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Lisda Hendrajoni Dukung Skema Baru Biaya Haji 2027, Jamaah Diusulkan Hanya Bayar 40 Persen

Berita Sesudah

Calon Jamaah Haji Sumbar Nomor Porsi di Bawah 94885 Berpeluang Berangkat pada 2027

Berita Terkait

Mahyeldi Ingatkan Pemuda Sumbar: Narkoba dan Adu Domba Ancam Persatuan Bangsa

Mahyeldi Ingatkan Pemuda Sumbar: Narkoba dan Adu Domba Ancam Persatuan Bangsa

Kamis, 29/10/26 | 19:16 WIB

Padang, Scientia — Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengingatkan generasi muda agar mewaspadai narkoba dan provokasi yang dapat memecah belah...

Sumbar Bentuk Forum Asisten Perekonomian dan Pembangunan

Sumbar Bentuk Forum Asisten Perekonomian dan Pembangunan

Kamis, 29/10/26 | 19:09 WIB

Batusangkar, Scientia — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat membentuk Forum Asisten Perekonomian dan Pembangunan bersama pemerintah kabupaten dan kota untuk memperkuat...

Pemprov Sumbar Terapkan Syarat Inovasi untuk Kenaikan Jabatan ASN

Pemprov Sumbar Terapkan Syarat Inovasi untuk Kenaikan Jabatan ASN

Kamis, 29/10/26 | 19:04 WIB

Padang, Scientia — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mulai memperketat penilaian pengembangan karier aparatur sipil negara (ASN). Pejabat fungsional yang hendak...

Kasat Lantas Polres Pariaman, Iptu Afrizal Sahar saat memberikan edukasi kepada pengendara.[foto:ist]

Hari Kedua OPS, Polisi Pariaman Prioritaskan Edukasi

Selasa, 27/10/26 | 23:10 WIB

Kasat Lantas Polres Pariaman, Iptu Afrizal Sahar saat memberikan edukasi kepada pengendara.Pariaman, Scientia — Satuan Lalu Lintas Polres Pariaman memprioritaskan...

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disabilitas di Pessel Belum Tuntas, Keluarga Pertanyakan Penanganan Polisi

Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disabilitas di Pessel Belum Tuntas, Keluarga Pertanyakan Penanganan Polisi

Selasa, 27/10/26 | 17:59 WIB

Pesisir Selatan, Scientia.id - Keluarga korban dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak penyandang disabilitas di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera...

Kelompok SAD Diduga Resahkan Warga, Tokoh Adat dan Aktivis Minta Oknum Diserahkan ke Hukum

Tim Resmob Polda Sumbar Tangkap Judi Online di Padang

Selasa, 27/10/26 | 17:50 WIB

Padang, Scientia.id - Tim Resmob Polda Sumatera Barat mengungkap dugaan tindak pidana perjudian togel online di kawasan Jalan Bakti, Kelurahan...

Berita Sesudah
Calon Jamaah Haji Sumbar Nomor Porsi di Bawah 94885 Berpeluang Berangkat pada 2027

Calon Jamaah Haji Sumbar Nomor Porsi di Bawah 94885 Berpeluang Berangkat pada 2027

POPULER

  • Kasat Lantas Polres Pariaman, IPTU Afrizal Sahar.[foto:ist]

    Satlantas Polres Pariaman Siap Laksanakan Operasi Patuh Singgalang 2026, Kerahkan 26 Personel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Kedua OPS, Polisi Pariaman Prioritaskan Edukasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disabilitas di Pessel Belum Tuntas, Keluarga Pertanyakan Penanganan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tim Resmob Polda Sumbar Tangkap Judi Online di Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Padang Kawal Hak Pasien dan Nasib Driver Maxim, 10 Tuntutan Jadi Agenda Penting

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus: Patuhi Aturan Lalu Lintas, Keselamatan Bukan Sekadar Hindari Tilang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yusri Latif Dukung Pelestarian Silat Tradisi, Jaga Warisan Budaya Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026