Padang, Scientia — Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kota Padang menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak se-Kota Padang untuk memilih kepengurusan Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) periode 2026-2031.
Sebanyak 11 kecamatan di Kota Padang mengikuti Musancab. Namun, proses pemilihan ketua DPAC tidak dilakukan melalui pemungutan suara langsung. PKB memiliki mekanisme pemetaan dan pengusulan nama calon yang kemudian disaring melalui Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK).
Sekretaris DPC PKB Kota Padang, Zalmadi mengatakan, mekanisme tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi agar kepemimpinan di tingkat kecamatan tidak hanya lahir dari dukungan, tetapi juga memiliki kapasitas menjalankan roda organisasi.
“Ada 11 kecamatan di Kota Padang yang dilakukan pemilihan ketua,” ujar Zalmadi.
Disampaikan Zalmadi, proses dimulai dari pemetaan oleh pengurus cabang dan pengusulan nama calon ketua oleh pengurus anak cabang. Kandidat yang telah diusulkan selanjutnya mengikuti UKK sebagai instrumen untuk menilai kelayakan dan kesiapan mereka memimpin DPAC.
“Prosesnya dilakukan melalui pengusulan calon ketua oleh DPAC dna pemetaan DPC. Setelah itu, para kandidat calon ketua langsung mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan,” katanya.
Dikatakan Zalmadi, proses seleksi tetap mengacu pada mekanisme organisasi. Dukungan terhadap seorang kandidat di tingkat kecamatan bukan menjadi satu-satunya pertimbangan dalam menentukan calon yang akan memimpin DPAC.
“Posisi DPAC menjadi penting, karena struktur ini berada paling dekat dengan kader dan masyarakat. Ketua DPAC bukan hanya bertugas menjalankan administrasi organisasi, tetapi juga menjadi penggerak konsolidasi kader serta penghubung antara kebijakan DPC dengan kerja politik di lapangan,” terang Zalmadi.
Selain itu, menurut Zalmadi, mekanisme Musancab tidak berhenti pada agenda pergantian kepengurusan lima tahunan. Forum itu sekaligus menjadi instrumen PKB untuk mengukur kembali kekuatan struktur partai di tingkat kecamatan.
“Karena itu, kualitas kepemimpinan di tingkat kecamatan akan ikut menentukan seberapa efektif PKB menjalankan agenda organisasi hingga tingkat bawah,” kata Zalmadi.(yrp)







