Minggu, 24/5/26 | 22:37 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Belakangan ini, saya menyadari bahwa kehidupan modern sering melekat pada benda-benda kecil yang selalu dibawa ke mana-mana. Ada yang tidak bisa jauh dari earphone, ada yang panik saat ketinggalan gawai, mungkin ada yang panik ketika casan hilang, dan saya mulai bergantung pada sebuah tumbler. Kini, benda itu hampir selalu ada di dalam tas saya.

Awalnya, saya membawa tumbler bukan karena tren hidup sehat atau gaya hidup ramah lingkungan. Alasannya sederhana, harga air mineral di tempat saya kuliah cukup mahal. Karena itu, saya mulai memanfaatkan fasilitas isi ulang gratis di kampus. Dari kebiasaan kecil itulah tumbler perlahan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

BACAJUGA

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB
Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB

Untungnya, kampus menyediakan fasilitas pengisian air minum gratis di beberapa titik gedung perkuliahan dan juga di asrama. Tinggal datang, isi ulang, lalu lanjut beraktivitas seperti biasa. Kebiasaan itu perlahan membuat saya sadar bahwa tumbler bukan lagi sekadar wadah minum, melainkan bagian dari gaya hidup baru yang tanpa sadar membentuk kebiasaan sehari-hari.

Lucunya, saya justru mulai merasa “aneh” ketika keluar tanpa membawa tumbler. Rasanya seperti ada yang tertinggal. Padahal dulu, saya termasuk orang yang cukup sering membeli air mineral kemasan di minimarket atau kantin. Sekarang, sebelum berangkat, hal pertama yang saya periksa apakah tumbler sudah terisi penuh atau belum.

Ada hal lain yang juga menarik perhatian saya. Tidak semua kantin menyediakan air minum gratis. Beberapa kantin di sekitar kampus bahkan menjual air mineral secara terpisah. Bagi saya yang terbiasa dengan kantin yang menyediakan air minum gratis, tentu menjadi canggung.

Dari tumbler kecil itu, saya mulai sadar bahwa kehidupan saat ini mengubah cara pandang saya terhadap air minum. Sesuatu yang dulu terasa dekat dan biasa, kini menjadi bagian dari gaya hidup dan pengeluaran sehari-hari. Mungkin karena itulah membawa tumbler terasa lebih dari sekadar kebiasaan kecil. Ia seperti cara sederhana untuk tetap dekat dengan kehangatan yang perlahan mulai hilang.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Regulasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan di Perguruan Tinggi

Berita Terkait

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada banyak benda kecil yang sering diremehkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengisi daya, atau...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Perkembangan teknologi informasi membuat banyak aktivitas akademik menjadi lebih praktis. Laptop, tablet, dan berbagai...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Dari Niat ke Langkah Pagi

Minggu, 03/5/26 | 18:17 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Pagi bagi saya bukan ajakan yang mudah untuk segera bergerak, tetapi selalu memberi kesempatan...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

POPULER

  • Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

    Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumpah Pemuda: Tonggak Perkembangan Sastra Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Roni Aprianto Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PWI Dharmasraya Periode 2026-2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wujudkan Progul Padang Juara Pemko Padang Jalin Kerjasama dengan Universiti Kuala Lumpur (UniKL) Malaysia Wujudkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Razia Tambang Timah Ilegal Hutan Lindung Belitung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026