Minggu, 26/7/26 | 15:04 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Aksen Tailan Sebagai Ruang Bermain Identitas

Minggu, 25/1/26 | 15:00 WIB

Oleh: Nurvita Wijayanti
(Pemerhati bahasa dari Kepulauan Bangka Belitung)

Apakah Anda pernah menemukan postingan di Instagram tentang bahasa lokal yang dimainkan intonasi dan nadanya sehingga terdengar seperti aksen bahasa lain? Anda mungkin pernah mendengar lagu berbahasa Inggris namun dinyanyikan dengan cengkok dangdut atau lirik bahasa Indonesia namun dinyanyikan dengan nada dan melodi yang terdengar seperti prosodi bahasa Jepang. Dalam linguistik, fenomena ini disebut dengan stilisasi aksen, yang dibuat secara sadar atau sengaja. Coupland (2001 & 2007) sebagai orang yang mempopulerkan kajian stilisasi aksen, yang merupakan penggunaan gaya bahasa yang dipentaskan secara sadar untuk menampilkan identitas, persona, atau efek sosial tertentu. Dengan kata lain, aksen merupakan hal yang penutur tidak sadari ketika menggunakannya, namun pada stilisasi aksen, penutur secara sadar mengubah aksen suatu bahasa tertentu dengan tujuan tertentu pula.

Akun Instagram @awingaljamal memparodikan aksen bahasa Tailan menggunakan teks bahasa Jawa, seperti dalam postingannya yang berjudul Dee Sun Thang Ngean. Si pemilik akun, Abdul Mushhowir Al Jamal, sengaja menggunakan teks berbahasa Jawa yang terdengar seperti logat Tailan. Kemudian, teks dipraktikkan menggunakan aksen Tailan tersebut. Proses ini disebut sebagai stilisasi prosodi dan segmental yang bertujuan untuk menciptakan ilusi aksen Tailan.

BACAJUGA

Kritik Feminis dan Gender dalam Cerpen “Maria” Karya A.A Navis

Menguji Sila Kemanusiaan: Representasi Pancasila dalam Polemik Pride Month SUMA UI

Minggu, 19/7/26 | 22:26 WIB
Batu dan Zaman

Mencari Kehangatan di Era AI Melalui Boyfriend on Demand dan Esok Tanpa Ibu

Minggu, 19/7/26 | 21:31 WIB

“Nyamuk keok”, yang diucapkan dengan aksen Tailan, yaitu bunyi /ɲ/ dalam bahasa Jawa yang seharusnya terdengar seperti bunyi nasal palatal atau suara sengau yang posisi lidah ada di langit-langit keras, diubah menjadi bunyi yang lebih palatal atau tidak lagi sengau, Selain itu, bunyi /ke.ok/ yang diformat berjeda antara dua suku kata, serta konsonan akhir /k/ disengaja menjadi lemah, bahkan hampir tak terdengar untuk tampak seperti aksen Tailan. Pada bagian yang lain, “Kan lumayan” menggunakan ritme yang mengalir, intonasi datar, dan bunyi /n/ yang jelas, diubah menjadi pemisahan suku kata yang jelas, konsonan akhir melemah, dan intonasi naik di akhir frasa yang sangat khas tuturan Tailan.

Sementara itu, lirik “Tumben diceluk Yang” menggunakan penggalan [tum . ben I di . ce . lu(k) I jaղ] adalah bentuk frasa bahasa Jawa yang memiliki tempo yang lambat, tekanan tiap suku kata lebih merata, konsonan akhir melemah, dan intonasi naik di akhir frasa. Dalam konteks pemilik akun @awingaljamal, bentuk-bentuk yang disebutkan disesuaikan dengan aksen Tailan yaitu syllable-timed yaitu dipisah jelas per suku kata pada kata tumben, pelepasan bunyi /k/ pada kata diceluk, pitch naik ringan dengan durasi vokal sedikit diperpanjang pada suku kata [jaղ] sehingga menghasilkan manipulasi bahasa Jawa beraksen Tailan.

Dalam kajian sosiolinguistik, aksen bukan sekedar alat berbicara, namun justru menunjukkan identitas si penutur. Akun Instagram @awingaljamal menggunakan aksen dan stilisasi aksen dengan tujuan humor dan menaikkan jumlah pengikut. Selain itu, secara tidak langsung, akun ini menghubungkan stilisasi aksen dengan konsep percampuran budaya yang diwakili oleh bahasa, serta berkontribusi dalam pembentukan ekspresi identitas hibrid.

Artinya, konten yang diproduksi oleh akun @awingaljamal merupakan representasi bahasa yang dimanipulasi melalui gaya stilisasi aksen yang menjadikan konten ini sebagai hiburan bagi pengguna media sosial Instagram. Melalui konten ini, pengikut turut merayakan dan merasakan kekayaan aksen dari tiap-tiap daerah dengan dibungkus candaan yang pintar, apalagi dengan penyematan nama aksen yang distilisasi yaitu Jawaland yang bermakna Jawa-Thailand. Sekarang, nama Jawa Thailand sudah dikoreksi oleh KBBI menjadi Jawa-Tailan (Jawalan).

Tags: #Nurvita Wijayanti
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Ratusan Pelari Ramaikan Talao Beach Run 2026 di Pariaman

Berita Sesudah

MBG Dinilai Jadi Investasi Gizi dan Pengungkit Ekonomi Daerah, DPRD Sumbar Dorong Keberlanjutan Program

Berita Terkait

Kritik Feminis dan Gender dalam Cerpen “Maria” Karya A.A Navis

Menguji Sila Kemanusiaan: Representasi Pancasila dalam Polemik Pride Month SUMA UI

Minggu, 19/7/26 | 22:26 WIB

Oleh: Nikicha Myomi Chairanti  (Mahasiswa Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Pada awal Juni 2026, jagat media sosial Indonesia bergolak akibat...

Batu dan Zaman

Mencari Kehangatan di Era AI Melalui Boyfriend on Demand dan Esok Tanpa Ibu

Minggu, 19/7/26 | 21:31 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Beberapa tahun ke belakang, kemunculan kecerdasan buatan (Artificial...

Teknologi Digital Mengubah Cara Berbelanja

Teknologi Digital Mengubah Cara Berbelanja

Senin, 13/7/26 | 07:52 WIB

Oleh: Minas Salihin Iskandar (Mahasiswa Prodi Manajemen FEB Universitas Andalas) Bayangkan toko kelontong kecil di sudut jalan. Dulu, toko itu...

Dominasi Penggunaan Frasa Berdasarkan Tujuan Berbahasa

Dominasi Penggunaan Frasa Berdasarkan Tujuan Berbahasa

Senin, 13/7/26 | 07:38 WIB

Oleh : Hazizah Jafitra (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Penggunaan bahasa bukan hanya sebatas berfungsi...

Kritik Feminis dan Gender dalam Cerpen “Maria” Karya A.A Navis

Mantra Dunia Bocah, Analisis Stilistika Cerita “Ciku Si Penyihir Cilik”

Senin, 13/7/26 | 07:19 WIB

Oleh: Nikicha Myomi Chairanti (Mahasiswa Sastra Indonesia  FIB Universitas Andalas)   Apa jadinya kalau matematika yang rumit harus bertarung melawan...

Dari Like ke Loyalitas: Strategi UMKM Memanfaatkan Media Sosial

Dari Like ke Loyalitas: Strategi UMKM Memanfaatkan Media Sosial

Senin, 06/7/26 | 05:56 WIB

Oleh: Abdul Hamid Sajidurrahman (Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia dan Mahasiswa FEB Universitas Andalas)   Di era digital seperti sekarang, cara...

Berita Sesudah
MBG Dinilai Jadi Investasi Gizi dan Pengungkit Ekonomi Daerah, DPRD Sumbar Dorong Keberlanjutan Program

MBG Dinilai Jadi Investasi Gizi dan Pengungkit Ekonomi Daerah, DPRD Sumbar Dorong Keberlanjutan Program

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Vania Kharizma dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Cinta Kalah oleh Adat dan Zaman dalam Novel Siti Nurbaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Luncurkan Program Smart Surau untuk Makmurkan Masjid

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penulisan Singkatan Jalan dalam Alamat Surat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko-DPRD Bukittinggi Resmi Setujui Revisi Perda Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tradisi Makan Bajamba Jadi Cara Sekolah Tanamkan Budaya Minang Sejak Dini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026