Rabu, 17/6/26 | 21:14 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Satu Lagu Untuk Pulang

Minggu, 19/10/25 | 20:11 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Minggu lalu, saya menulis tentang kebiasaan aneh tapi menyenangkan, mendengarkan satu lagu saja, berulang-ulang sepanjang perjalanan. Rupanya, pembahasan soal kebiasaan itu tidak pernah habis untuk diceritakan. Selalu ada yang unik setiap kali saya mengalaminya, lain tempat, lain suasana, bahkan lain pula lagunya.

Kadang di jalan lintas Padang–Bukittinggi saya terpaku pada lagu bernuansa melankolis, sementara di rute menuju Solok justru lagu berirama ceria yang menempel di kepala. Seolah setiap perjalanan itu lagu punya “takdirnya” sendiri. Sehingga, setiap lagu seakan tahu persis kapan harus menemani kesunyian dan kapan harus menghidupkan kembali semangat di balik setir.

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB
Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Menariknya, fenomena satu lagu yang tak mau diganti itu tidak hanya terjadi di perjalanan. Ia juga sering muncul di momen-momen lain dalam hidup, seolah hati sedang ingin berhenti di satu frekuensi tertentu dan tak mau beranjak. Misalnya, ketika baru jatuh cinta, ada saja satu lagu yang tiba-tiba menjadi “soundtrack hubungan”. Lagu itu diputar berulang-ulang di kamar sambil rebahan, atau dijadikan status di media sosial. Tapi lucunya, ketika hubungan itu kandas, lagu yang dulu membuat senyum kini justru paling “dibenci”.

Ada juga lagu yang menjadi pengingat masa lalu, bukan karena melodinya indah, tapi karena ia pernah mengisi ruang di masa yang tak akan kembali. Lagu-lagu lama yang tiba-tiba terdengar di warung kopi, di angkot, atau di pinggir jalan bisa membuat kita tersenyum samar tanpa sadar. Misalnya, ketika mendengar lagu Sheila on 7 di tengah kemacetan, kita bisa langsung terlempar ke masa SMA.

Di situlah letak keajaiban musik. Lagu yang kita putar berulang bukan sekadar enak didengar, tapi menyimpan sesuatu yang ingin kita rasakan lebih lama, ketenangan, kenangan, atau harapan yang belum tuntas. Kadang lagu mampu menemani perjalanan panjang tanpa terasa sepi. Seperti sore itu, di antara gemuruh jalan dan langit yang mulai temaram, satu lagu terus berputar, membawa saya pulang dengan perasaan hangat, tenang, dan entah kenapa ingin saya dengar lagi.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pengurus Hanura Sumbar Dilantik, OSO Targetkan Konsolidasi Struktural Rampung Enam Bulan

Berita Sesudah

Yonnarlis Serap Aspirasi Warga di Empat Nagari: Komitmen Perjuangkan Pembangunan di Tanah Datar

Berita Terkait

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa waktu terakhir, saya sering memandangi tumpukan buku yang belum selesai dibaca. Sebagian sudah...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Belakangan ini, saya menyadari bahwa kehidupan modern sering melekat pada benda-benda kecil yang selalu...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada banyak benda kecil yang sering diremehkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengisi daya, atau...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Perkembangan teknologi informasi membuat banyak aktivitas akademik menjadi lebih praktis. Laptop, tablet, dan berbagai...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Dari Niat ke Langkah Pagi

Minggu, 03/5/26 | 18:17 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Pagi bagi saya bukan ajakan yang mudah untuk segera bergerak, tetapi selalu memberi kesempatan...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Berita Sesudah
Anggota DPRD Tanah Datar, Yonnarlis saat reses di Masjid Jami', Nagari Andaleh.[foto : ist]

Yonnarlis Serap Aspirasi Warga di Empat Nagari: Komitmen Perjuangkan Pembangunan di Tanah Datar

POPULER

  • PKB Umumkan Susunan KSB DPC se-Sumbar

    PKB Umumkan Susunan KSB DPC se-Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Ganti Engkau, Kau, Dia, dan Ia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Istilah-istilah Khusus dalam Mazhab Syafi’i

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gus Hery dan Transisi NU di Abad Kedua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026