Sabtu, 24/10/26 | 06:09 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Pesan yang Tak Pernah Usai

Minggu, 06/7/25 | 16:34 WIB

 

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Pekan lalu, tepatnya Minggu, 29 Juni 2025, saya menuliskan kembali kenangan tentang masa remaja yang dipenuhi ramalan. Tulisan itu membawa saya merenung, bahwa kepercayaan pada hal-hal tak kasatmata ternyata tak berhenti di sana. Di edisi “Renyah” kali ini, saya ingin melanjutkan kisah itu, masih tentang ramalan, tapi dalam bentuk yang lebih digital, lebih halus, dan lebih dekat dari yang kita kira.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB
Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Sekarang, caranya tak membaca garis tangan atau cara lainnya. Tapi entah kenapa, masih saja tertarik ketika melihat video tentang ramalan muncul di linimasa media sosial. Suaranya lembut, nadanya pelan, lalu muncul tulisan, “Kalau video ini sampai ke kamu, berarti pesan ini untukmu.” Saya tahu itu algoritma. Tapi tetap saja, saya menontonnya sampai habis.

Ramalan memang tak pernah benar-benar pergi. Ia hanya berubah wujud. Dari layanan SMS berbayar, kini pindah ke media sosial seperti TikTok, Instagram, bahkan YouTube Shorts. Dari yang dulu berbicara tentang zodiak, sekarang beralih ke istilah-istilah seperti “energi semesta”, “vibrasi positif”, atau “manifeskan keinginanmu”.

Semua itu dikemas menarik mengikuti perkembangan zaman, seperti dibuat khusus untuk kita. Padahal, kontennya ditonton ribuan bahkan jutaan orang. Yang berubah hanya tampilannya, yang dulu lewat pesan teks, sekarang lewat visual dan suara yang menenangkan.

Bedanya, kalau dulu pulsa yang terkuras, kini pulsa dan waktu yang banyak terserap. Diam-diam kita juga menyerahkan data, membuka kebiasaan, bahkan emosi kita pada sistem yang bekerja tanpa wajah. Kita suka merasa dipahami, apalagi ketika sedang bingung, cemas, atau mencari pegangan.

Tapi di balik semua itu, mungkin memang ada satu hal yang tetap sama, keinginan untuk tahu apa yang akan terjadi. Harapan bahwa besok akan lebih baik, dan kadang kita memang butuh diyakinkan. Tapi, kita juga belajar untuk tidak kehilangan nalar, sebab tidak semua yang muncul di layar adalah kebenaran.

Barangkali, kita memang akan selalu mencari cara untuk berdamai dengan ketidakpastian. Namun, pada akhirnya masa depan tetaplah “rahasia” dan harus kita isi sendiri dengan langkah-langkah kecil hari ini. Dan siapa tahu, justru di sanalah letak keajaibannya, bukan pada apa yang bisa diramal, tapi pada apa yang bisa kita perjuangkan.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Salwa Ratri Wahyuni

Berita Sesudah

Wakil Ketua DPRD Gowes Bareng Bupati John Kenedy Azis, Tinjau Jalan Rusak di Sandi Ulakan

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau/Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir-akhir ini, lagu anak-anak semakin akrab di telinga saya. Lagu-lagu yang...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Berita Sesudah
Wakil Ketua DPRD Padang Pariaman, Firman berdiskusi dengan Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis usai bersepeda bersama. Sabtu, (05/07/2025) [foto : ist]

Wakil Ketua DPRD Gowes Bareng Bupati John Kenedy Azis, Tinjau Jalan Rusak di Sandi Ulakan

POPULER

  • Diduga Timbun dan Jual Kembali Solar Subsidi, Dua Pria di Sijunjung Diamankan Polisi

    Diduga Timbun dan Jual Kembali Solar Subsidi, Dua Pria di Sijunjung Diamankan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa 5.000 Hektare Tanah Ulayat di Dharmasraya Digugat, Penggugat Tuntut Ganti Rugi Rp1,3 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perluasan Area Perkebunan, Kabupaten Solok Siap jadi Lumbung Kopi dan Kakao Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbaiki Akses Warga, Pemkab Dharmasraya Ganti Lantai Dua Jembatan Bailey dengan Baja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelantikan DPD KNPI, Bupati Dharmasraya Ajak Pemuda Bersinergi dengan Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026