Kamis, 05/3/26 | 03:16 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Berani Memutar Arah: Pelajaran dari Perjalanan

Minggu, 29/9/24 | 14:47 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

“Jika ragu lebih baik kembali” begitu pesan yang pernah saya lihat di sebuah ruangan. Tapi kali ini, pesan itu datang langsung dari seorang teman. Bukan tanpa alasan, ia mengatakannya saat kami mulai bingung dan ragu dengan arah perjalanan.

Suatu hari, saya dan beberapa teman melakukan perjalanan. Tujuannya sederhana, hanya ingin melepas penat (gabut). Awalnya, kami merasa yakin dengan rute yang dipilih. Namun, semakin jauh melaju, semakin bertemu jalan buntu. “Haruskah kita balik lagi?” seru seorang teman.

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Perjalanan adalah bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Baik itu perjalanan fisik dari satu tempat ke tempat lain, atau perjalanan hidup yang kita jalani setiap hari. Sepanjang perjalanan, kita sering berhadapan dengan berbagai pilihan, keputusan, dan tentunya persimpangan yang harus dilewati.

Saat berada di persimpangan, dua hal bisa terjadi: memilih jalan yang benar atau tersesat. Kadang, kita hanya mengikuti intuisi atau keinginan sesaat, tanpa memikirkan arah yang tepat. Hingga akhirnya, kita sadar telah berjalan terlalu jauh di jalan yang salah. Seperti perjalanan kami, rute yang awalnya terlihat mudah bisa berubah menjadi rumit dan membingungkan di tengah jalan.

Namun, apa yang bisa kita lakukan saat tersesat? Sederhana, berhenti atau kembali. Memutar arah. Ini mungkin terdengar mudah, tetapi dalam praktiknya sering kali memerlukan keberanian yang besar. Tidak semua orang berani mengakui kesalahan dan memilih untuk kembali ke titik awal. Rasa malu, ego, atau rasa lelah bisa menjadi penghalang utama.

Terkadang, memilih untuk kembali justru membawa kita pada jalan yang lebih baik. Kembali bukan tanda menyerah, tapi kesempatan untuk memperbaiki arah dan membuat keputusan yang lebih tepat. Dalam hidup, mengakui kesalahan dan memperbaikinya adalah bagian dari proses belajar. Setiap persimpangan memberi pelajaran, dan tersesat bisa membuka pandangan baru tentang apa yang sebenarnya kita cari.

Namun, dalam perjalanan, ada kalanya kita perlu berhenti, entah untuk menenangkan pikiran atau sekadar mengisi perut yang lapar. Saat tersesat, berhenti sejenak bisa menjadi langkah bijak, setidaknya untuk bertanya pada orang sekitar tentang arah yang benar. Berhenti bukan berarti menyerah, melainkan memberi waktu untuk berpikir jernih dan menemukan jalan yang lebih baik.

Pada akhirnya, perjalanan—baik di jalan raya maupun dalam hidup—bukan tentang seberapa cepat kita tiba di tujuan, tetapi bagaimana kita menikmati setiap langkahnya, termasuk saat tersesat. Tersesat kadang seperti bonus plot twist yang membuat cerita menjadi lebih seru. Dan siapa tahu, bisa saja di warung kecil tempat kita “tersesat” menemukan kopi enak dengan pisang goreng hangat.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Donor Darah PMI Bukittinggi, Terkumpul 118 Kantong Darah

Berita Sesudah

Badan Publik Diingatkan Tak Anggap Remeh Keterbukaan Informasi

Berita Terkait

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Berita Sesudah
Badan Publik Diingatkan Tak Anggap Remeh Keterbukaan Informasi

Badan Publik Diingatkan Tak Anggap Remeh Keterbukaan Informasi

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Puasa Bersama Golkar Sumbar, Khairunnas Tekankan Soliditas Kader

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bale by BTN, Transaksi Mudah Memanjakan Nasabah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Ganti Orang Ketiga “Beliau”, “Dia”, dan “Ia” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kopula Adalah, Merupakan dan Partikel Ialah, Yakni, Yaitu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024