Senin, 20/4/26 | 13:02 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Berani Memutar Arah: Pelajaran dari Perjalanan

Minggu, 29/9/24 | 14:47 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

“Jika ragu lebih baik kembali” begitu pesan yang pernah saya lihat di sebuah ruangan. Tapi kali ini, pesan itu datang langsung dari seorang teman. Bukan tanpa alasan, ia mengatakannya saat kami mulai bingung dan ragu dengan arah perjalanan.

Suatu hari, saya dan beberapa teman melakukan perjalanan. Tujuannya sederhana, hanya ingin melepas penat (gabut). Awalnya, kami merasa yakin dengan rute yang dipilih. Namun, semakin jauh melaju, semakin bertemu jalan buntu. “Haruskah kita balik lagi?” seru seorang teman.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Perjalanan adalah bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Baik itu perjalanan fisik dari satu tempat ke tempat lain, atau perjalanan hidup yang kita jalani setiap hari. Sepanjang perjalanan, kita sering berhadapan dengan berbagai pilihan, keputusan, dan tentunya persimpangan yang harus dilewati.

Saat berada di persimpangan, dua hal bisa terjadi: memilih jalan yang benar atau tersesat. Kadang, kita hanya mengikuti intuisi atau keinginan sesaat, tanpa memikirkan arah yang tepat. Hingga akhirnya, kita sadar telah berjalan terlalu jauh di jalan yang salah. Seperti perjalanan kami, rute yang awalnya terlihat mudah bisa berubah menjadi rumit dan membingungkan di tengah jalan.

Namun, apa yang bisa kita lakukan saat tersesat? Sederhana, berhenti atau kembali. Memutar arah. Ini mungkin terdengar mudah, tetapi dalam praktiknya sering kali memerlukan keberanian yang besar. Tidak semua orang berani mengakui kesalahan dan memilih untuk kembali ke titik awal. Rasa malu, ego, atau rasa lelah bisa menjadi penghalang utama.

Terkadang, memilih untuk kembali justru membawa kita pada jalan yang lebih baik. Kembali bukan tanda menyerah, tapi kesempatan untuk memperbaiki arah dan membuat keputusan yang lebih tepat. Dalam hidup, mengakui kesalahan dan memperbaikinya adalah bagian dari proses belajar. Setiap persimpangan memberi pelajaran, dan tersesat bisa membuka pandangan baru tentang apa yang sebenarnya kita cari.

Namun, dalam perjalanan, ada kalanya kita perlu berhenti, entah untuk menenangkan pikiran atau sekadar mengisi perut yang lapar. Saat tersesat, berhenti sejenak bisa menjadi langkah bijak, setidaknya untuk bertanya pada orang sekitar tentang arah yang benar. Berhenti bukan berarti menyerah, melainkan memberi waktu untuk berpikir jernih dan menemukan jalan yang lebih baik.

Pada akhirnya, perjalanan—baik di jalan raya maupun dalam hidup—bukan tentang seberapa cepat kita tiba di tujuan, tetapi bagaimana kita menikmati setiap langkahnya, termasuk saat tersesat. Tersesat kadang seperti bonus plot twist yang membuat cerita menjadi lebih seru. Dan siapa tahu, bisa saja di warung kecil tempat kita “tersesat” menemukan kopi enak dengan pisang goreng hangat.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Donor Darah PMI Bukittinggi, Terkumpul 118 Kantong Darah

Berita Sesudah

Badan Publik Diingatkan Tak Anggap Remeh Keterbukaan Informasi

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Berita Sesudah
Badan Publik Diingatkan Tak Anggap Remeh Keterbukaan Informasi

Badan Publik Diingatkan Tak Anggap Remeh Keterbukaan Informasi

POPULER

  • Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

    Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026