Selasa, 03/3/26 | 10:38 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI PUISI

Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Minggu, 29/9/24 | 12:30 WIB
Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Mimpi-mimpi yang Menolak untuk Beranjak

Oleh: Yogi Resya Pratama

Dulu, aku sering memanggil awan di kala hujan
Di mana ia membuktikan hadirnya
Saat orang-orang menyaksikan keindahannya
Saat itu, ia gerutuki dirinya yang perlahan hapus
Apa aku masih diidamkan di atas tanah-tanah kering?

Dulu, aku sering menanyai besarnya kepedulian awan
Di kala haus. Di mana kehadirannya menjadi impian
Belanga-belanga kecil di sudut persinggahan
Saat itu, ia hujat janji-janji yang selalu ingin disuguhi
Sampai kapan aku berdiam di sela isakan padang pasir?

Kini, ia hampiri tanah-tanah kering
untuk mengucapkan selamat tinggal
Kini, ia tunaikan janji untuk menjelaskan perpisahan
Kini dan dulu, hanyalah rentang waktu
Yang sempurna dibalik sepasang mata nan terpejam

BACAJUGA

Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Minggu, 01/6/25 | 10:01 WIB
Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Minggu, 18/5/25 | 08:43 WIB

Selamat tidur, mata-mata indah
Mimpi-mimpimu menolak untuk beranjak

Pekanbaru, November 2023

 

Kamu Adalah Titisan

Oleh: Yogi Resya Pratama

Kamu adalah titisan embun
Yang menyentakkanku dengan kesejukan
Kamu adalah titisan angin
Yang menyuguhkanku kelembutan
Kamu adalah harapan yang selalu ingin kujemput

Kamu adalah titisan alam semesta
Yang datang memberikan kehidupan
Dan kamu adalah puisiku
Yang selalu membuat jiwa ini bersenandung
Kamu adalah aku dalam setiap langkah bahagiaku

Kamu adalah titisan api
Yang selalu membakar semangatku
Kamu adalah titisan air
Yang menggerakkan turbin penerangan
Kamu adalah kunci pada pintu berkahku

Kamu akan tetap tumbuh dalam diriku
meskipun telah punah ragaku

Padang, Mei 2024

 

Pagi yang Tak Lagi Hadir

Oleh: Yogi Resya Pratama

Malam, pagi sudah mau datang
Tapi kenapa selalu abstrak
Apakah pagi tidak lagi indah
Atau telah nyaman dalam malam

Padahal, semua sudah terencana
Tak ada yang terlewatkan, selalu jelas
Tapi, ada apa dengan nadi-nadiku
Yang takut berkirim detak ke dalam jantung

Malam, apakah pagi tak lagi hadir bersamaku
Atau rasa itu sudah kaulelapkan
Hingga tak ada bayangan yang bisa kusentuh
Sampai-sampai aku telah lupa tentang pagi

Pariaman, April 2024


Bodata Penulis: 

Yogi Resya Pratama lahir di Kota Pariaman. Kegiatan sehari-hari sebagai jurnalis dan pengurus KNPI Kota Pariaman. Alumni SMA Negeri 3 Pariaman dan alumni Program Studi Jurusan Bimbingan dan Konseling, IAIN Batusangkar senang menulis puisi.

Tags: #Yogi Resya Pratama
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pemprov Sumbar Serahkan Bantuan bagi Korban Tambang Ilegal di Solok

Berita Sesudah

Donor Darah PMI Bukittinggi, Terkumpul 118 Kantong Darah

Berita Terkait

Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

Minggu, 25/1/26 | 13:00 WIB

Gambar:GeminiAI Sore di Bulan Juni Aku tidak tahu mengapa semuanya begitu pelan dan bahkan begitu cepat, bulan yang di mana...

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Minggu, 18/1/26 | 19:35 WIB

Sumber gambar: GeminiAI Tanpa Ingin Menjadi Utama Oleh: Arza Kailla Chaerani Kau hadir tanpa gegap gempita Seperti lagu yang tak...

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Minggu, 11/1/26 | 09:26 WIB

  Sumber: Google GeminiAI Di Kota yang Berbeda Oleh: Aliftia Nabila Putri Di sini aku masih sibuk dengan hariku, Sama...

Puisi-puisi Furkon Patani

Puisi-puisi Furkon Patani

Minggu, 28/12/25 | 14:15 WIB

Gambar: Meta AI Jadikanlah Aku Perindu Oleh: Furkon Patani Aku adalah pemabuk cinta Dan aku juga perindu setia Banyak yang...

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Minggu, 07/12/25 | 17:48 WIB

Sumber Gambar: Meta AI Rumah Tanpa Pintu Oleh Indri Rahmadani Di kota ini yang jauh dari ragamu Aku belajar berhitung...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Minggu, 30/11/25 | 15:51 WIB

Sumber: Meta AI Sehangat Kepulan Kopi Oleh Wulan Darma Putri Dalam getaran cinta Kau mengukir hati yang luka Memberiku segala...

Berita Sesudah
Donor darah dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) PMI ke-79 (Foto: Ist)

Donor Darah PMI Bukittinggi, Terkumpul 118 Kantong Darah

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Gerakan Sosial Baru pada Perang Kata-kata antara SEAblings dan Knetz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bale by BTN, Transaksi Cepat Tanpa Ribet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus: Pengurus PMII Bukan Pengisi Struktur, Tapi Penggerak Perubahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wawako Padang Pimpin Apel Gelar Pasukan Persiapan Ramadhan 1447 Hijriah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sambut Bulan Ramadan, Wako Padang dan PPG Zikir dan Doa Bersama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024