Kamis, 12/2/26 | 16:26 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Menyadari Keterbatasan Tidak Selalu Buruk

Minggu, 21/7/24 | 20:55 WIB

Lastry Monika
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Seorang teman bercerita bahwa kemampuan menulisnya begitu-begitu saja. Bahkan terkadang ia merasa tulisannya semakin buruk dan terasa tidak enak dibaca.

“Aku saja tidak tertarik membacanya, apa lagi orang lain?” tuturnya agak cemberut.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Saat Ide Mengalir di Detik Terakhir

Minggu, 05/10/25 | 20:02 WIB

Di waktu yang lain, seorang teman juga pernah mengeluhkan hal yang sama, namun di bidang yang berbeda. Ia tengah menjejaki karier sebagai illustrator pemula. Namun, menyadari kemampuannya yang terasa begitu-begitu saja membuatnya maju mundur untuk meneruskan kariernya.

Keterbatasan memang sering kali membuat kita merasa tidak percaya diri. Namun, menyadari keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, itu bisa menjadi titik awal untuk kita berkembang. Mengapa? Karena dengan menyadari kekurangan, kita tahu area mana yang perlu diperbaiki. Itu adalah langkah pertama menuju perbaikan.

Seorang penulis terkenal pernah berkata, “Penulis yang baik bukanlah mereka yang tidak pernah membuat kesalahan, tetapi mereka yang terus memperbaiki diri.” Sama halnya dengan bidang lainnya. Seorang illustrator mungkin merasa gambarnya tidak sehebat karya orang lain. Tapi itu bukan alasan untuk menyerah. Itu justru panggilan untuk belajar lebih banyak, mencoba teknik baru, dan berlatih lebih giat.

Kita hidup di era di mana informasi dan pembelajaran sangat mudah diakses. Jika kita merasa kemampuan kita begitu-begitu saja, ada banyak sumber daya yang bisa kita manfaatkan untuk memperbaikinya. Buku, kursus online, workshop, dan komunitas adalah beberapa contoh sumber daya yang bisa membantu kita berkembang. Jangan takut untuk mencari bantuan dan belajar dari orang lain. Setiap orang yang sukses pernah berada di posisi kita saat ini.

Selain itu, penting juga untuk memberikan waktu pada diri sendiri. Proses belajar dan berkembang tidak terjadi dalam semalam. Butuh waktu dan kesabaran. Jangan terlalu keras pada diri sendiri jika hasilnya belum sesuai harapan. Ingatlah bahwa setiap usaha yang kita lakukan, sekecil apapun itu, akan membawa kita lebih dekat pada tujuan.

Sebagai contoh, mari lihat seorang penulis dan illustrator yang berbagi pengalaman mereka. Penulis tersebut awalnya merasa tulisannya tidak menarik dan sulit dipahami. Namun, dengan rutin menulis setiap hari, membaca berbagai jenis buku, dan meminta masukan dari teman, tulisannya mulai mengalami peningkatan. Sementara itu, sang illustrator terus berlatih menggambar setiap hari, menonton tutorial online, dan mengikuti komunitas seni. Perlahan tapi pasti, karyanya semakin baik dan mendapatkan pengakuan.

Dari cerita-cerita tersebut, kita bisa belajar bahwa menyadari keterbatasan tidak selalu buruk. Itu adalah langkah pertama menuju perubahan. Setiap orang memiliki potensi untuk berkembang, asalkan mereka mau berusaha dan tidak mudah menyerah. Jadi, jika kita merasa kemampuan kita begitu-begitu saja, jangan putus asa. Gunakan itu sebagai motivasi untuk belajar lebih banyak, berlatih lebih keras, dan terus berusaha.

Terakhir, ingatlah bahwa perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu mulus. Akan ada rintangan dan tantangan yang menghadang. Namun, dengan tekad yang kuat dan sikap pantang menyerah, kita pasti bisa mengatasinya. Jadi, jangan takut untuk menyadari keterbatasan kita. Sebaliknya, jadikan itu sebagai pendorong untuk terus belajar dan berkembang. Dengan begitu, kita bisa mencapai potensi terbaik yang kita miliki.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Refleksi Pemikiran Hamka dalam Karya Fiksinya

Berita Sesudah

Meneroka Permukiman Masa Lalu Lembah Seribu Mejan

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Hujan selalu punya cara sederhana untuk membuat saya berhenti sejenak. Di antara rintik yang...

Berita Sesudah
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Meneroka Permukiman Masa Lalu Lembah Seribu Mejan

Discussion about this post

POPULER

  • Wabah

    Wabah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Protes Bau Limbah PT DL, Warga Koto Padang Tagih Solusi DLH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Analisis Wacana dan Analisis Wacana Kritis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Dharmasraya Kawal Penilaian Kepatuhan PT TKA Terkait Kebun Plasma Masyarakat Adat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Temuan Bakteri, BGN Hentikan Operasional Dapur Sang Surya Sungai Rumbai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024