Kamis, 09/4/26 | 09:24 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Pakaian, Kue, dan Hari Raya

Minggu, 07/4/24 | 14:00 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Hal yang paling membekas dari ingatan saya tentang menyambut Hari Raya Idulfitri, segala hal yang baru. Mulai dari pakaian hingga uang kertas, semuanya haru baru. Begitu gambaran hari raya saat masa sekolah dasar.

Selain itu, makanan saat hari raya pun menjadi hal yang saya nanti juga. Saya dan teman-teman tentu mempunyai kue-kue favorit. Bagi saya kue bolu dengan motif ikan. Sebenarnya kue bolu yang terhidang saat itu rasanya sama saja, tapi motif ikan selalu menjadi yang paling cepat habis.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Kue bolu dengan motif ikan tidak sekadar hindangan hari raya saja, tetapi memiliki makna tersendiri bagi saya. Saat itu, motif ikan pada kue bolu tersebut selalu menjadi daya tarik utama. Mungkin karena motifnya yang unik juga ukurannya yang besar dibandingkan motif lainnya.

Menariknya, ketika kue bolu motif ikan itu kamu dapatkan berarti kamu orang yang beruntung. Begitulah pemahanan saya dan teman-teman waktu itu, betapa pentingnya kue yang satu ini. Lucunya, saat motif ikan itu habis, kue bolu tersebut seakan sudah tidak memiliki daya tarik lagi. Padahal rasa semua motif dari kue bolu itu sama saja, karena sama-sama dibuat dengan adonan yang sama.

Lain lagi dengan cerita pakaian baru, saya kira benda ini akan menjadi teman tidur sepanjang malam untuk menanti hari raya esok. Pengalaman yang tak terlupakan, memajang baju raya lengkap dengan sepatu dan topi di atas kasur. Tentu saja, kami tidur di sebalahnya.

Pakaian baru memang memiliki daya tarik tersendiri bagi setiap anak saat menyambut Hari Raya Idulfitri. Sebelum tidur, menatap pakaian baru yang dipajang lengkap dengan sepatu dan topi di atas kasur merupakan ritual yang tak terlupakan. Rasanya seperti memiliki teman setia yang menemani malam-malam menanti hari raya.

Tidur di sebelah pakaian baru juga memberikan perasaan nyaman dan hangat. Saat mata tertutup dalam tidur, bayangan pakaian baru tersebut turut menyelimuti mimpi-mimpi indah tentang kebahagiaan hari esok. Sungguh malam yang panjang, karena tak sabar menunggu esok lebaran.

Tentu saja, pengalaman tersebut tidak semua pula yang mengalaminya, atau berbeda caranya. Setiap kita tentu punya pengalaman unik masing-masing saat kecil dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Paling tidak, saya memahaminya ada kenangan kegembiraan saat mengingat suasana lebaran masa kecil.

Dalam setiap detail kecil dari pengalaman menyambut Hari Raya Idulfitri, tersirat sebuah kesederhanaan yang penuh makna. Meskipun tradisi pakaian baru dan kue-kue favorit mungkin tampak sepele, namun bagi saya, dan mungkin bagi banyak orang lainnya, mereka membawa kenangan yang tak terlupakan. Kenangan yang dapat memicu kebahagian mendalam akan masa kecil penuh keceriaan.

Meskipun setiap individu memiliki pengalaman tersendiri dalam menyambut Hari Raya Idulfitri, namun esensi kegembiraan dan kehangatan menjadi pengikat yang menyatukan kita. Bulan Syawal tinggal menunggu beberapa hari lagi, mari kita sambut Hari Raya Idulfitri dengan hati yang lapang dan penuh syukur. Semoga dalam momen suci ini, kita semua kembali menjadi pribadi yang taat dalam menjalankan perintah Allah SWT. Selamat Hari Raya Idulfitri!

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Sarkasme sebagai Cerminan Realitas Sosial dalam Lagu “Negeriku” Iwan Fals

Berita Sesudah

Pakaian, Kue, dan Hari Raya

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Berita Sesudah

Anggota DPRD Bukittinggi Zulhamdi Nova Candra Ikuti Buka Bersama dan Temu Alumni 

Discussion about this post

POPULER

  • Firdaus Dukung Ensiklopedia Syekh Burhanuddin : Pembangunan Butuh Akar Sejarah

    Firdaus Dukung Ensiklopedia Syekh Burhanuddin : Pembangunan Butuh Akar Sejarah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus Ingatkan Risiko WFH ASN Sumbar, Soroti Disiplin hingga Layanan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Hal yang Berkaitan dengan Kata Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026