Jumat, 23/1/26 | 16:26 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI PUISI

Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Minggu, 20/8/23 | 15:33 WIB

Haru

Tak ada kata yang bisa mewakilkan
Carut marut kebisingan larut menyaksikan
Apa yang kau pikirkan
Apakah kau memilih menyudahi
Atau kau coba berpaling

Sepertinya itu tak terjadi
Malah kau hilang kendali
Katanya kau bisa menguasai
Tapi kau yang dikuasai
Apa kau sudah lupa cara berdiri

Ceritanya telah lusuh
Tidak ada yang mekar
Juga tidak layu
Semua sudah berubah haru
(Bukit Gombak, Agustus 2023)

 

BACAJUGA

Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Minggu, 01/6/25 | 10:01 WIB
Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Puisi-puisi Yogi Resya Pratama

Minggu, 18/5/25 | 08:43 WIB

Aku Ingin Hilang Dalam-dalam

Aku teriakkan dalam-dalam
Hingga rindu lupa akan sakitnya
Aku teriakkan dalam- dalam
Agar hujan lupa akan jatuhnya

Aku teriakkan dalam-dalam
Supaya kering lupa dibasahnya
Aku teriakkan dalam-dalam
Agar bunga tak ingat harumnya

Aku ingin hilang dalam-dalam
(Bukit Gombak, Juni 2023)

 

Kunci Kesunyian

Sengaja kupalingkan tatapan
Agar tidak tumbuh mekar duri-duri
Sesekali tak bisa kulepaskan
Tetap saja aku mencuri

Mungkin kau coba isyaratkan
Biar hujan tak jadi mengurai
Tapi tak jua kau jumpa bias mentari
Akhirnya kau kunci kesunyian

Maaf, aku memusuhi diriku
Supaya kau bisa berbunga mekar
Mengokohkan kelopak beribu
Yang tumbuh samar-samar

Kau tak perlu risau
Itu adalah pengabdian tulusku
Yang selalu kutulis dalam pikiranku
Sayangnya jejak itu masih padu

Sengaja aku membisu
Mendengarkan kau bersenandung
(Tabing Runtuh, Mei 2023)

 

Wanita Berkacamata

Aku ingin mendekatimu dalam angin
Karena dalam angin selalu ada kelembutan
Sehingga aku pun kuat sampaikan keinginan
Yang selalu kubisikan pada keramaian

Aku ingin memilikimu dalam pikiran
Karena dalam pikiran tak ada kesepian
Di sana, aku pun bebas berkeliaran
Tak mengusikmu, tak juga menyakitkan

Aku ingin menemuimu dalam mimpi
Karena dalam mimpi tak akan ada yang pergi
Di sana, aku pun tak perlu berlari menghampiri
Sebab kita saling ingin menyudahi

Namun apalah dayaku
Hanya si bisu yang lantang memanggilmu
Merangkai ungkapan dalam bait yang gagu
Untukmu, wanita berkacamata dalam rahasiaku
(Bukit Gombak, Juli 2023)

 

Biodata Penulis:

Yogi Resya Pratama merupakan alumnus SMA Negeri 3 Pariaman yang sedang merampungkan studi di Jurusan Bimbingan dan Konseling IAIN Batusangkar. Hobinya adalah menulis dan beroganisasi.

Tags: #Yogi Resya Pratama
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pemendekan Kata dalam Bahasa Indonesia

Berita Sesudah

Festival Pasir Pantai Haeundae

Berita Terkait

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

Minggu, 18/1/26 | 19:35 WIB

Sumber gambar: GeminiAI Tanpa Ingin Menjadi Utama Oleh: Arza Kailla Chaerani Kau hadir tanpa gegap gempita Seperti lagu yang tak...

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Puisi-puisi Aliftia Nabila Putri

Minggu, 11/1/26 | 09:26 WIB

  Sumber: Google GeminiAI Di Kota yang Berbeda Oleh: Aliftia Nabila Putri Di sini aku masih sibuk dengan hariku, Sama...

Puisi-puisi Furkon Patani

Puisi-puisi Furkon Patani

Minggu, 28/12/25 | 14:15 WIB

Gambar: Meta AI Jadikanlah Aku Perindu Oleh: Furkon Patani Aku adalah pemabuk cinta Dan aku juga perindu setia Banyak yang...

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Minggu, 07/12/25 | 17:48 WIB

Sumber Gambar: Meta AI Rumah Tanpa Pintu Oleh Indri Rahmadani Di kota ini yang jauh dari ragamu Aku belajar berhitung...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Minggu, 30/11/25 | 15:51 WIB

Sumber: Meta AI Sehangat Kepulan Kopi Oleh Wulan Darma Putri Dalam getaran cinta Kau mengukir hati yang luka Memberiku segala...

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Minggu, 16/11/25 | 19:38 WIB

Menebak Pikiran Amir Oleh: Afny Dwi Sahira Sendu mata Amir rindu Buya Mengingat Buya semasa hidup Peninggalan Buya memenuhi memori...

Berita Sesudah

Festival Pasir Pantai Haeundae

Discussion about this post

POPULER

  • Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

    Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Personifikasi dalam Puisi “Lukisan Berwarna” Karya Joko Pinurbo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Dukung Persiapan Jemaah Haji Kota Padang 1447 Hijriah Sebanyak 193 Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persoalan Ketersediaan Air Bersih Kota Padang Butuh 228 Sumur Bor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Lantik Raju Minropa Sebagai PJ Sekda Kota Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024